2006:
Pada bulan Februari, Dee merilis album solo pertamanya “Out of Shell” di bawah bendera True Music. Album ini diluncurkan bersamaan dengan dilansirnya I-Tunes Indonesia di mana Dee tampil perdana membawakan lagu-lagu dari albumnya. “Out of Shell” dinominasikan sebagai album bahasa asing terbaik di Anugerah Musik Indonesia.
2006:
Dee menyelesaikan antologi “Filosofi Kopi” yang merupakan koleksi cerita dan prosanya selama sepuluh tahun (1995-2005). Karya ini dipilih oleh Majalah Tempo sebagai karya sastra terbaik 2006, dan berhasil menjadi 5 Besar Khatulistiwa Award kategori fiksi pada tahun yang sama.
2004:
Supernova episode ke-3: PETIR terbit di penghujung tahun, diterbitkan oleh penerbit AKOER di bawah pimpinan Kafi Kurnia. Setelah cetakan ke-4, PETIR kembali diterbitkan oleh TrueDee Books.
2004:
Anak pertama dari pasangan Dewi dan Marcell lahir pada tanggal 5 Agustus. Seorang anak laki-laki yang diberi nama Keenan Avalokita Kirana.
2003:
Menjelang akhir tahun, Dewi memutuskan keluar dari grup vokal RSD. Atas kesepakatan bersama RSD tidak mencari vokalis pengganti, dan akhirnya mengakhiri kebersamaan mereka yang telah berjalan delapan tahun.
2003:
Pada tanggal 12 Sept 2003, Dewi menikah dengan penyanyi Marcell Siahaan. Dalam album pertama Marcell, Dewi menyumbangkan hits “Firasat” yang dinominasikan dalam kategori Lagu Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia Awards beberapa tahun kemudian.
2002:
Novel serial Supernova berlanjut pada episode ke-2 yakni “Supernova: Akar” diterbitkan oleh Bark Comm. Penjualan pertama dilakukan di internet, dan untuk itu Dee harus menandatangani 600 buku sekaligus untuk para pemesan pertamanya. Setelah cetakan ke-2, AKAR kembali diterbitkan oleh TrueDee Books.
2002:
RSD merilis album “The Best of Rida, Sita, Dewi” (Sony Music), yang memuat hits mereka sejak tahun 1995, dengan tambahan dua single hits terbaru. Ini merupakan album terakhir dari RSD.
2001:
Dewi meluncurkan novelnya yang pertama “Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”. Novel yang diterbitkannya sendiri di bawah payung TrueDee Books meledak di pasaran dan mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Dewi bahkan dipilih sebagai salah satu tokoh paling fenomenal tahun 2001 oleh Harian Kompas. Sejak itu, Dewi mulai dikenal sebagai penulis.
1999:
Berpindah perusahaan rekaman ke Sony Music Indonesia, RSD memproduksi album berjudul “Satu”. Salah satu hitsnya adalah “Kusadari” yang ditulis oleh Yovie Widianto dan Dewi Lestari.
1997:
RSD melansir album keduanya berjudul “Bertiga” (Warna Musik). Dalam album ini, mereka mengeksplorasi musikalitas masing-masing dengan mengaransir vokal dan mencipta lagu. Dewi menulis dua lagu dalam album ini.
1995:
Trio vokal “Rida, Sita, Dewi” (RSD) dibentuk oleh Adjie Sutama dan Adi Adrian (Warna Musik), dengan arahan vokal oleh Andre Hehanussa. Album pertama mereka “Antara Kita” sukses di pasaran. Dewi menulis salah satu hits berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”.
1993-1995:
Lewat ajakan Iwan Zen, Dewi memulai kariernya sebagai penyanyi latar bersama Sita (kelak bergabung dalam RSD). Dimulai dengan Iwa K, Dewi dan Sita menjadi penyanyi latar banyak penyanyi dan grup ternama Indonesia, antara lain: Chrisye, Harvey Malaiholo, P Project, Java Jive, Emerald, Humania, dan seterusnya.
1990-1993:
Masih dalam tim vokal grup dan paduan suara sekolahnya, Dewi tetap aktif mengikuti berbagai festival dan perlombaan. Sebagai Ketua Seksi Kesenian OSIS SMA 2, Dewi menggagas pentas seni pertama dalam sejarah sekolahnya bernama “From 2 With Love” yang berhasil menjadi tradisi SMA 2 bertahun-tahun ke depan.
1987-1990:
Sepanjang masa sekolahnya di SMP 2, Dewi aktif dalam tim vokal grup, paduan suara, band, dan menjadi dirigen sekolahnya. Dipimpin oleh Erry RAF, seorang tokoh musik kota Bandung, tim sekolahnya menjuarai berbagai ajang festival dan perlombaan.
1985:
Dewi menulis cerita pertamanya berjudul “Rumahku Indah Sekali”, yang bercerita seorang anak kecil di pedesaan yang mendamba seekor kuda poni.
1976:
Dewi Lestari dilahirkan pada tanggal 20 Januari di Bandung, dari orang tua Yohan Simangunsong dan Tiurlan Siagian. Anak ke-4 dari (kelak) 5 bersaudara: Panangian Dominggus, Ria Christine Murniati, Astri Imelda Rosalin, dan seorang adik bungsu yang lahir dua tahun sesudahnya bernama Arina Ephipania.