<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 03:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: chindy</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-480</link>
		<dc:creator>chindy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2006 10:37:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-480</guid>
		<description>Menarik sekali, kemarin siang saya sowan ke tempat bu Suyanto dan ngobrol tentang banyak hal. Salah satunya, tentang ari-ari. Si&#039;Mbah ngarani setiap kelahiran, ada tradisi Jawa untuk menanam ari-ari yang diikuti dengan penanaman 2 pohon, entah itu pohon Kelapa atau Mahoni. Prosesinya dilaksanakan dengan pakaian adat lengkap lo. Luar biasa! Filosofinya, pohon itu sebagai bekal sang Jabang Bayi. Namun, tradisi ini sulit untuk diteruskan sekarang, lahan tidak memungkinkan untuk menanam pohon sebesar Mahoni atau Kelapa. Banyak yang telah berubah. Lahan yang semakin terdesak, berbanding lurus dengan kearifan warisan nenek moyang kita, yang makin asing di telinga kita, seasing kita terhadap empu tanah, empu air, empu udara. Hidup yang makin teralienasi, terhadap yang tak berjarak pun, DIRI sendiri, asing, asing banget. Entah energi apa yang menyedot kehalusan rasa. Nikmat hidup? Apa kaprah nikmat yang coba kita defenisikan dalam tapak demi tapak hidup kita. Kita punya otoritas penuh atas hidup, mau diapain, benar-benar terserah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik sekali, kemarin siang saya sowan ke tempat bu Suyanto dan ngobrol tentang banyak hal. Salah satunya, tentang ari-ari. Si&#8217;Mbah ngarani setiap kelahiran, ada tradisi Jawa untuk menanam ari-ari yang diikuti dengan penanaman 2 pohon, entah itu pohon Kelapa atau Mahoni. Prosesinya dilaksanakan dengan pakaian adat lengkap lo. Luar biasa! Filosofinya, pohon itu sebagai bekal sang Jabang Bayi. Namun, tradisi ini sulit untuk diteruskan sekarang, lahan tidak memungkinkan untuk menanam pohon sebesar Mahoni atau Kelapa. Banyak yang telah berubah. Lahan yang semakin terdesak, berbanding lurus dengan kearifan warisan nenek moyang kita, yang makin asing di telinga kita, seasing kita terhadap empu tanah, empu air, empu udara. Hidup yang makin teralienasi, terhadap yang tak berjarak pun, DIRI sendiri, asing, asing banget. Entah energi apa yang menyedot kehalusan rasa. Nikmat hidup? Apa kaprah nikmat yang coba kita defenisikan dalam tapak demi tapak hidup kita. Kita punya otoritas penuh atas hidup, mau diapain, benar-benar terserah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tanty</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-466</link>
		<dc:creator>Tanty</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2006 03:12:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-466</guid>
		<description>Mungkin sekarang kita perlu kehadiran genderuwo dan kawan-kawannya untuk menunggui pohon2 tua manakala manusia sudah terlalu malas merawatnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Terbukti dengan pohon tua yang berada di jalur busway Harmoni yang tidak jadi ditebang karena disinyalir ditunggui oleh teman2 kita dari alam lain tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kusebut teman karena mereka berhasil membantu orang yang masih peduli dan berbusa mulutnya mencegah penebangan tersebut dengan sangat efektif dan efisien.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mungkin sekarang saatnya kita meminta tim pemburu hantu untuk melepaskan teman2 kita tersebut dari botolnya ke kawasan hutan Kalimantan agar tidak terjadi penebangan liar atau pembakaran dengan biaya yang sangat terjangkau.&lt;br/&gt;Well, it&#039;s just my wildest dream, maybe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sekarang kita perlu kehadiran genderuwo dan kawan-kawannya untuk menunggui pohon2 tua manakala manusia sudah terlalu malas merawatnya.</p>
<p>Terbukti dengan pohon tua yang berada di jalur busway Harmoni yang tidak jadi ditebang karena disinyalir ditunggui oleh teman2 kita dari alam lain tersebut. </p>
<p>Kusebut teman karena mereka berhasil membantu orang yang masih peduli dan berbusa mulutnya mencegah penebangan tersebut dengan sangat efektif dan efisien.</p>
<p>Mungkin sekarang saatnya kita meminta tim pemburu hantu untuk melepaskan teman2 kita tersebut dari botolnya ke kawasan hutan Kalimantan agar tidak terjadi penebangan liar atau pembakaran dengan biaya yang sangat terjangkau.<br />Well, it&#8217;s just my wildest dream, maybe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tanty</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-465</link>
		<dc:creator>Tanty</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2006 03:04:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-465</guid>
		<description>Aku rasa kehadiran genderuwo dan teman2nya sangat diperlukan sekarang untuk melindungi pohon2 tua manakala tidak ada lagi manusia yang mampu melindungi mereka. &lt;br/&gt;Terbukti dengan pohon tua yang menghalangi jalan Busway di Harmoni tidak jadi ditebang karena disinyalir terdapat kawanan genderuwo, dkk&lt;br/&gt;Mungkin sebaiknya kita segera meminta kawanan pemburu hantu agar melepaskan makhluk tersebut dari botol2 mereka ke hutan2 di Kalimantan agar tidak ada lagi yang berani melakukan penebangan liar atau pembakaran hutan.&lt;br/&gt;Well, it just my wildest dream....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku rasa kehadiran genderuwo dan teman2nya sangat diperlukan sekarang untuk melindungi pohon2 tua manakala tidak ada lagi manusia yang mampu melindungi mereka. <br />Terbukti dengan pohon tua yang menghalangi jalan Busway di Harmoni tidak jadi ditebang karena disinyalir terdapat kawanan genderuwo, dkk<br />Mungkin sebaiknya kita segera meminta kawanan pemburu hantu agar melepaskan makhluk tersebut dari botol2 mereka ke hutan2 di Kalimantan agar tidak ada lagi yang berani melakukan penebangan liar atau pembakaran hutan.<br />Well, it just my wildest dream&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chindy</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-463</link>
		<dc:creator>chindy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2006 07:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-463</guid>
		<description>Siapa saja kalau ke Jogja, coba sempatkan tengok satu pohon besar di depan Museum Affandi. Kalau dari arah Timur, letaknya di sisi kanan poros jalan Solo.. Entitas dengan kepekaan bernyawa dalam membaca hati alam, satu bahasa dengan alam. Pohon yang unik dan antik, kala  akan memasuki musim hujan, hijau semarak mewarna, DEDAUNAN tumbuh di setiap rantingnya. Ketika mulai berbunga, daunnya akan rontok, hingga hanya BUNGA yang tampak mata. Indah! Gumam siapa pun yang melihatnya. Anin bercerita, saat pertama kali melihat bunga Sang Randu, dikiranya bunga sakura, warnanya kuning-oranye.Memikat lekat sampai t&#039;mimpi-mimpi,ceile;) tapi buru-buru dia membatin, tidak mungkin karena sakura tidak bisa hidup di daerah tropis.&lt;br/&gt;   Tatkala musim hujan akan berlalu, satu persatu bunga akan gugur, tak terkecuali, meninggalkan tulang ranting, gundul, bersih..tak ada DAUN, tak ada BUNGA. Sungguh bahasa alam yang unik, pohon ini mampu satu hati dengan alam, gejala alam dipahami dengan tepat, tak pernah meleset sedikitpun. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berbahasa alam, kemampuan yang terfosil lama dalam diri manusia. Sel-sel penginderaan mati, raib kepekaan, hingga rabun untuk membaca bahasa alam, getar jerit alam pun mental, tak mampu kita dengar lagi. Eksistensi pohon ini, sebuah buah pengamatan yang intim dari seorang sahabat, Anton. Dengan sarat dan limpahan cinta, Anton menamakan pohon itu sebagai pohon Anton. Kami ikhlas pohon itu dipatenkan Anton mengingat berkat Anton kami berkenalan dengan sang Randu. Dua hari lalu m&#039;Gie beritau kami kalo pohon itu nama bapstis&#039;e Randu Alas. Kamis, 2 November 2006, pukul 9.40BBWI. Kembali saya menyapanya dengan mata saya, benar seperti kata Anton. “Sekarang daunnya sudah sangat lebat, itu pertanda hujan sebentar lagi akan mengguyur Jogja”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa saja kalau ke Jogja, coba sempatkan tengok satu pohon besar di depan Museum Affandi. Kalau dari arah Timur, letaknya di sisi kanan poros jalan Solo.. Entitas dengan kepekaan bernyawa dalam membaca hati alam, satu bahasa dengan alam. Pohon yang unik dan antik, kala  akan memasuki musim hujan, hijau semarak mewarna, DEDAUNAN tumbuh di setiap rantingnya. Ketika mulai berbunga, daunnya akan rontok, hingga hanya BUNGA yang tampak mata. Indah! Gumam siapa pun yang melihatnya. Anin bercerita, saat pertama kali melihat bunga Sang Randu, dikiranya bunga sakura, warnanya kuning-oranye.Memikat lekat sampai t&#8217;mimpi-mimpi,ceile;) tapi buru-buru dia membatin, tidak mungkin karena sakura tidak bisa hidup di daerah tropis.<br />   Tatkala musim hujan akan berlalu, satu persatu bunga akan gugur, tak terkecuali, meninggalkan tulang ranting, gundul, bersih..tak ada DAUN, tak ada BUNGA. Sungguh bahasa alam yang unik, pohon ini mampu satu hati dengan alam, gejala alam dipahami dengan tepat, tak pernah meleset sedikitpun. </p>
<p>Berbahasa alam, kemampuan yang terfosil lama dalam diri manusia. Sel-sel penginderaan mati, raib kepekaan, hingga rabun untuk membaca bahasa alam, getar jerit alam pun mental, tak mampu kita dengar lagi. Eksistensi pohon ini, sebuah buah pengamatan yang intim dari seorang sahabat, Anton. Dengan sarat dan limpahan cinta, Anton menamakan pohon itu sebagai pohon Anton. Kami ikhlas pohon itu dipatenkan Anton mengingat berkat Anton kami berkenalan dengan sang Randu. Dua hari lalu m&#8217;Gie beritau kami kalo pohon itu nama bapstis&#8217;e Randu Alas. Kamis, 2 November 2006, pukul 9.40BBWI. Kembali saya menyapanya dengan mata saya, benar seperti kata Anton. “Sekarang daunnya sudah sangat lebat, itu pertanda hujan sebentar lagi akan mengguyur Jogja”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-453</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2006 10:08:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-453</guid>
		<description>tak penting sekedar menanam pohon. penting juga untuk mencegah pohon tertebang. hampir seluruh kota di negeri ini mengkonsumsi kayu illegal. kayu legal hanya untuk kebutuhan ekspor.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;pohon bukan sekedar sebagai tempat berteduh. Ia juga bagi hadirnya oksigen dan membuka pori tanah untuk ketersediaan air sehat bagi manusia dan satwa. Ia pun memberikan kebutuhan pangan makhluk di permukaan bumi. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;bukan sekedar satu orang satu pohon. menanam hingga memelihara. penting membangun kesadaran untuk mengurangi penggunaan tissue, kertas, hingga perabot rumah tangga. kayu, manfaatkanlah dengan secukupnya. tidak berlebih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tak penting sekedar menanam pohon. penting juga untuk mencegah pohon tertebang. hampir seluruh kota di negeri ini mengkonsumsi kayu illegal. kayu legal hanya untuk kebutuhan ekspor.</p>
<p>pohon bukan sekedar sebagai tempat berteduh. Ia juga bagi hadirnya oksigen dan membuka pori tanah untuk ketersediaan air sehat bagi manusia dan satwa. Ia pun memberikan kebutuhan pangan makhluk di permukaan bumi. </p>
<p>bukan sekedar satu orang satu pohon. menanam hingga memelihara. penting membangun kesadaran untuk mengurangi penggunaan tissue, kertas, hingga perabot rumah tangga. kayu, manfaatkanlah dengan secukupnya. tidak berlebih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chindy</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-450</link>
		<dc:creator>chindy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2006 07:33:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-450</guid>
		<description>Dee, masih tentang Vira, Adik yang resah mengukur mampukah, SATU dari dia memberi perubahan pada luka-luka di Bumi kita ini..&lt;br/&gt;Vira seolah hendak bertanya takzim pada satu pohon yang ditanamnya, adakah dia akan punya arti.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Cemas ini juga pernah ribut dalam balai hatiku, apa yang bisa dilakukan oleh SATU? Apalah arti SATU dari 6,5milyar renik yang berwujud manusia?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi, coba...coba diam sebentar biarkan ampas kalut menata dirinya dalam dasar hati, mengendap..hingga hanya jernih rasa yang tersisa&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;SATU, ternyata tidaklah sekecil citra apapun yang lagi nyantol dibenakmu sekarang my dear sista..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lihat jika kita mau bilang tidak pada SATU potong hamburger. Hasil perhitungan menunjukkan produksi setiap SATU potong hamburger ternyata MEMAKAN 5m2 hutan tropis. Ahli Biologi Univ State of Pennsylvania-Christopher Uhl dan Pakar Taman Botani New york-Geoffrey Parker lebih lanjut menguraikan bahwa tanah seluas ini terdiri dari: SATU pohon dengan 50 macam biji dari 20-30 spesies,ribuan serangga dari ratusan spesies, kelimpahan lumut, jamur dan mikroorganisma yang luarbiasa&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tahukah kita, untuk memberi makan kepada SATU orang pemakan daging selama satu tahun maka akan diperlukan tanah seluas hampir SATU hektar. Untuk memberi makan kepada SATU orang vegetarian dibutuhkan 1/10 hektar tanah. (May All Be Fed-Diet for A New World oleh John Robbins)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam sejarah, deplesi topsoil merupakan penyebab keruntuhan banyak kebudayaan besar di dunia. setiap SATU tahun pertanian AS kehilangan lebih dari 5 milyar ton lapisan topsoil. Padahal untuk mengembalikan SATU inci topsoil butuh waktu 500 tahun.(www.navs-online.org/enviro.html)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Satu orang, melalui pilihannya potongan demi potongan daging ke mulutnya, mendorong buangan gas metana sebesar 80liter/hari. Padahal 1 molekul metana berdampak 25kali lipat lebih berbahaya  dibanding 1 molekul Karbondioksida terhadap efek rumah kaca.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Beberapa saintis memprediksi dalam waktu 50 tahun, metana bisa menjadi gas rumah kaca utama. Meledaknya aktivitas peternakan sudah pasti adalah kontributor utamanya. Populasi sapi meningkat dobel dalam kurun waktu 40 tahun, terakhir telah sampai pada titik 2 ekor sapi untuk setiap 5 orang dimuka Bumi ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setiap SATU tahun 6 juta hektar tanah merosot kualitasnya sehingga kehilangan kapasitas produksi, berubah menjadi tanah tandus (Desertification of Aridland,Dregue)Dan 80% dari tanah yang terdeplesi berasal dari lahan untuk peternakan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hutan tropis, dengan pola konsumsi kita sekarang ini hanya akan bisa bertahan kurang dari 40 tahun.&lt;br/&gt;Experts estimates that we are losing 137 plant, animal and insect species every single day due to rainforest deforestation. That equates to 50,000 species a year. As the rainforest species disappear, so do many possible cures for life-threatening diseases. Currently, 121 prescription drugs sold worldwide come from plant-derived sources. While 25% of Western pharmaceuticals are derived from rainforest ingredients, less that 1% of these tropical trees and plants have been tested by scientists&lt;br/&gt;(www.rain-tree.com)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tak ada salahnya mencerna anjuran Larry Gonick &amp; Alice Outwater dalam buku Kartun Lingkungan, &quot;Bilang saja tidak pada hamburger!&quot; hal.172.....Atas nama nasib hutan tropis, nasib atmosfer, dan nasib ketersediaan air bersih, keanekaragaman hayati, serta nasib peradaban manusia itu sendiri, pertimbangkanlah pilihan ini!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lihatlah apa yang telah dan akan ditimbulkan oleh gas rumah kaca (CO2,NO2,CH4, CFC) yang berbuntut pada global warming, salah satunya adalah kenaikan permukaan air laut.&lt;br/&gt;Peningkatan Satu meter kenaikan air laut akan mempunyai dampak pada 360.000 km garis pantai, membuat beberapa pulau tidak dapat dihuni, seperti yang akan terjadi di Bangladesh. Kenaikan SATU meter pada permukaan air laut akan meliputi 14% Bangladesh, menggusur 10% penduduknya dan 145 pertaniannya;infrastruktur fisik yang rusak mencakup 1,9juta rumah,1500km jalan kereta api, 10.300 jembatan,700km jalan berlogam.hutan Mangrove Sunderbans seluas 400.000ha akan rusak akibat salinitas dan kemudian penggenangan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setiap kenaikan air laut sebesar 10 cm, mengakibatkan hilangnya 10 meter pantai. Dan setiap 6,5cm berdampak penetrasi air laut kurang lebih 1km lebih jauh ke darat dalam muara datar. Jelas mengancam ketersediaan air bersih.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pola kenaikan suhu bumi yang terjadi dalam beberapa dekade ini, diprediksi akan mencapai kenaikan 3-5 derajat celcius pada 2100(Time, April 2006) Besarnya kenaikan dalam hitungan abad merupakan rekaman PERTAMA kali dalam 120.000 tahun terakhir ini. Masa sebelumnya kenaikan suhu sebesar 3derajat celcius memakan waktu ribuan tahun dan sekarang hanya dalam ukuran SATU abad. Tahukah kita kenaikan SATU derajat celcius, pada Juli 1991, terjadi suatu fenomena coral bleaching yang sangat mengejutkan. Terumbu karang di kepulauan Maladewa mengalami pemutihan alias mati, padahal terumbu karang adalah tempat bergantungnya 25% spesies dilautan(BBC-State of the planet)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ikan Tuna, ketersediaannya diperkirakan hanya bisa bertahan sampai 15 tahun kedepan (Newsweek,16 oct 2006)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Oooi, alangkah seremnyo pola tingkah kito mengangkangi semua sumber alam...kita semua sedang bermain dengan waktu. Panjang pendeknya tenggat, semua tergantung pada pilihan kita...sekecil apapun pilihan itu, punya kontribusi pada kelentingan panjang pendeknya harapan hidup Bumi. Lalu apa yang dapat kita lakukan? SATU niat akan melahirkan seludang IDE..Satu ide yang lahir, dua, tiga, empat,dst akan mengikuti dengan sendirinya;)Mari tak ragu untuk awali dengan SATU!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam dampingan Shalink-WALHI jogja, beberapa aktivitas MOS di SMA2 Jogja mulai memasukkan menu SATU ORANG SATU POHON dalam salah satu tugas MOS yang diberikan. Bibit-bibit pohon ini lalu dikumpulkan dan ditanam di Gunung Kidul. Ide seperti ini bisa diperluas diacara tukaran kado akhir tahun barangkali;) daripada tukeran barang yang ga jelas fungsinya mending tanaman kan, hehe...Viva Green!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;btw Dee, maap komen&#039;e kepanjangan ketoe yo...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dee, masih tentang Vira, Adik yang resah mengukur mampukah, SATU dari dia memberi perubahan pada luka-luka di Bumi kita ini..<br />Vira seolah hendak bertanya takzim pada satu pohon yang ditanamnya, adakah dia akan punya arti.</p>
<p>Cemas ini juga pernah ribut dalam balai hatiku, apa yang bisa dilakukan oleh SATU? Apalah arti SATU dari 6,5milyar renik yang berwujud manusia?</p>
<p>Tapi, coba&#8230;coba diam sebentar biarkan ampas kalut menata dirinya dalam dasar hati, mengendap..hingga hanya jernih rasa yang tersisa</p>
<p>SATU, ternyata tidaklah sekecil citra apapun yang lagi nyantol dibenakmu sekarang my dear sista..</p>
<p>Lihat jika kita mau bilang tidak pada SATU potong hamburger. Hasil perhitungan menunjukkan produksi setiap SATU potong hamburger ternyata MEMAKAN 5m2 hutan tropis. Ahli Biologi Univ State of Pennsylvania-Christopher Uhl dan Pakar Taman Botani New york-Geoffrey Parker lebih lanjut menguraikan bahwa tanah seluas ini terdiri dari: SATU pohon dengan 50 macam biji dari 20-30 spesies,ribuan serangga dari ratusan spesies, kelimpahan lumut, jamur dan mikroorganisma yang luarbiasa</p>
<p>Tahukah kita, untuk memberi makan kepada SATU orang pemakan daging selama satu tahun maka akan diperlukan tanah seluas hampir SATU hektar. Untuk memberi makan kepada SATU orang vegetarian dibutuhkan 1/10 hektar tanah. (May All Be Fed-Diet for A New World oleh John Robbins)</p>
<p>Dalam sejarah, deplesi topsoil merupakan penyebab keruntuhan banyak kebudayaan besar di dunia. setiap SATU tahun pertanian AS kehilangan lebih dari 5 milyar ton lapisan topsoil. Padahal untuk mengembalikan SATU inci topsoil butuh waktu 500 tahun.(www.navs-online.org/enviro.html)</p>
<p>Satu orang, melalui pilihannya potongan demi potongan daging ke mulutnya, mendorong buangan gas metana sebesar 80liter/hari. Padahal 1 molekul metana berdampak 25kali lipat lebih berbahaya  dibanding 1 molekul Karbondioksida terhadap efek rumah kaca.</p>
<p>Beberapa saintis memprediksi dalam waktu 50 tahun, metana bisa menjadi gas rumah kaca utama. Meledaknya aktivitas peternakan sudah pasti adalah kontributor utamanya. Populasi sapi meningkat dobel dalam kurun waktu 40 tahun, terakhir telah sampai pada titik 2 ekor sapi untuk setiap 5 orang dimuka Bumi ini.</p>
<p>Setiap SATU tahun 6 juta hektar tanah merosot kualitasnya sehingga kehilangan kapasitas produksi, berubah menjadi tanah tandus (Desertification of Aridland,Dregue)Dan 80% dari tanah yang terdeplesi berasal dari lahan untuk peternakan.</p>
<p>Hutan tropis, dengan pola konsumsi kita sekarang ini hanya akan bisa bertahan kurang dari 40 tahun.<br />Experts estimates that we are losing 137 plant, animal and insect species every single day due to rainforest deforestation. That equates to 50,000 species a year. As the rainforest species disappear, so do many possible cures for life-threatening diseases. Currently, 121 prescription drugs sold worldwide come from plant-derived sources. While 25% of Western pharmaceuticals are derived from rainforest ingredients, less that 1% of these tropical trees and plants have been tested by scientists<br />(www.rain-tree.com)</p>
<p>Tak ada salahnya mencerna anjuran Larry Gonick &#038; Alice Outwater dalam buku Kartun Lingkungan, &#8220;Bilang saja tidak pada hamburger!&#8221; hal.172&#8230;..Atas nama nasib hutan tropis, nasib atmosfer, dan nasib ketersediaan air bersih, keanekaragaman hayati, serta nasib peradaban manusia itu sendiri, pertimbangkanlah pilihan ini!</p>
<p>Lihatlah apa yang telah dan akan ditimbulkan oleh gas rumah kaca (CO2,NO2,CH4, CFC) yang berbuntut pada global warming, salah satunya adalah kenaikan permukaan air laut.<br />Peningkatan Satu meter kenaikan air laut akan mempunyai dampak pada 360.000 km garis pantai, membuat beberapa pulau tidak dapat dihuni, seperti yang akan terjadi di Bangladesh. Kenaikan SATU meter pada permukaan air laut akan meliputi 14% Bangladesh, menggusur 10% penduduknya dan 145 pertaniannya;infrastruktur fisik yang rusak mencakup 1,9juta rumah,1500km jalan kereta api, 10.300 jembatan,700km jalan berlogam.hutan Mangrove Sunderbans seluas 400.000ha akan rusak akibat salinitas dan kemudian penggenangan. </p>
<p>Setiap kenaikan air laut sebesar 10 cm, mengakibatkan hilangnya 10 meter pantai. Dan setiap 6,5cm berdampak penetrasi air laut kurang lebih 1km lebih jauh ke darat dalam muara datar. Jelas mengancam ketersediaan air bersih.</p>
<p>Pola kenaikan suhu bumi yang terjadi dalam beberapa dekade ini, diprediksi akan mencapai kenaikan 3-5 derajat celcius pada 2100(Time, April 2006) Besarnya kenaikan dalam hitungan abad merupakan rekaman PERTAMA kali dalam 120.000 tahun terakhir ini. Masa sebelumnya kenaikan suhu sebesar 3derajat celcius memakan waktu ribuan tahun dan sekarang hanya dalam ukuran SATU abad. Tahukah kita kenaikan SATU derajat celcius, pada Juli 1991, terjadi suatu fenomena coral bleaching yang sangat mengejutkan. Terumbu karang di kepulauan Maladewa mengalami pemutihan alias mati, padahal terumbu karang adalah tempat bergantungnya 25% spesies dilautan(BBC-State of the planet)</p>
<p>Ikan Tuna, ketersediaannya diperkirakan hanya bisa bertahan sampai 15 tahun kedepan (Newsweek,16 oct 2006)</p>
<p>Oooi, alangkah seremnyo pola tingkah kito mengangkangi semua sumber alam&#8230;kita semua sedang bermain dengan waktu. Panjang pendeknya tenggat, semua tergantung pada pilihan kita&#8230;sekecil apapun pilihan itu, punya kontribusi pada kelentingan panjang pendeknya harapan hidup Bumi. Lalu apa yang dapat kita lakukan? SATU niat akan melahirkan seludang IDE..Satu ide yang lahir, dua, tiga, empat,dst akan mengikuti dengan sendirinya;)Mari tak ragu untuk awali dengan SATU!</p>
<p>Dalam dampingan Shalink-WALHI jogja, beberapa aktivitas MOS di SMA2 Jogja mulai memasukkan menu SATU ORANG SATU POHON dalam salah satu tugas MOS yang diberikan. Bibit-bibit pohon ini lalu dikumpulkan dan ditanam di Gunung Kidul. Ide seperti ini bisa diperluas diacara tukaran kado akhir tahun barangkali;) daripada tukeran barang yang ga jelas fungsinya mending tanaman kan, hehe&#8230;Viva Green!</p>
<p>btw Dee, maap komen&#8217;e kepanjangan ketoe yo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dian Ina</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-427</link>
		<dc:creator>Dian Ina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2006 08:01:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-427</guid>
		<description>ah, saya sedih sekali waktu sampai ke bandung yang gersang dua minggu yang lalu. hmmm... kok pada lebih suka aspal panas dan beton daripada angin sepoi-sepoi dan suara daun bergesekan ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah, saya sedih sekali waktu sampai ke bandung yang gersang dua minggu yang lalu. hmmm&#8230; kok pada lebih suka aspal panas dan beton daripada angin sepoi-sepoi dan suara daun bergesekan ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-417</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2006 15:22:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-417</guid>
		<description>Pohon, jika dapat menjerit..jeritan apa kiranya yang akan kau teriakkan atas semua yang kami, manusia indonesia, lakukan padamu?&lt;br/&gt;jalan layang, pusat pertokoan mendesakmu menjadi bagian dari kenangan&lt;br/&gt;kemakmuran, dalih pamungkas untuk mengamini setiap putaran gergaji menutup usiamu di bumi pertiwi ini&lt;br/&gt;saudaramu yang di pantai, nasibnya tidak lebih baik dari kalian&lt;br/&gt;mulai dari pesisir sabang sampe merauke; &lt;br/&gt;Profit tambak udang, urusan perut orang banyak alasan kami,jadi mohon maklumilah jika kami menebangmu  &lt;br/&gt;Pohon, kamu mungkin akan sangat iri dengan sobatmu yang hidup di negeri seberang, di Sydney, pohon-pohon &lt;br/&gt;seperti di Hyde Park diasuransikan. Pepohonan tua &lt;br/&gt;berusia ratusan tahun itu dihargai sekitar $150.000 &lt;br/&gt;sampai $300.000 per batang. Menebang pohon &lt;br/&gt;di Australia ini tidak boleh sembarangan, harus &lt;br/&gt;mendapat izin, walaupun itu tumbuh di kebun sendiri. &lt;br/&gt;Bahkan kalau perlu, pohon yang tak dikehendaki &lt;br/&gt;bisa dijual pada suatu &#039;Nursery&#039; (Toko Pohon dan &lt;br/&gt;tanaman). Seorang &#039;Tree Surgeon&#039; alias &quot;Ahli Bedah &lt;br/&gt;Pohon&#039; akan datang dan mengoperasi pohon itu &lt;br/&gt;seakar-akarnya untuk dipindahkan ke tempat lain. &lt;br/&gt;Sebuah pohon biasa bisa berharga ratusan dolar &lt;br/&gt;namun bisa lebih kalau jenisnya langka. &lt;br/&gt;Tengok juga, nasib sebuah pohon Jelatang Cina besar di Hiroshima.Suatu malam, Agustus 1984 saat topan bergemuruh dan berderu melanda Hiroshima hingga meruntuhkan bangunan dan menumbangkan pepohonan. Tiba-tiba terdengar suara krak! sebuah pohon Jelatang Cina melintang ditanah, tercabut sekitar 4meter dari akarnya. pohon ini bukan pohon biasa, puluhan tahun sebelumnya, pohon ini bahkan mampu bertahan dalam suatu bencana yang lebih besar.saat bom atom dijatuhkan di Hiroshima.setengah batang pohon ini terbakar hangus.dalam keadaan sekarat anak SD Motomachi merawat pohon Jelatang ini hingga hidup kembali dan terus dibiarkan hidup sebagai saksi hidup bom atom. Sampai akhirnya datanglah  terpaan topan,semua menduga ajal pohon ini telah tiba.Akarnya tercerabut dari tanah, kerusakan fatal.untunglah dalam perawatan seorang dokter pohon,Tadahiko Yamano.ketika tiba ditempat kejadian, Dr.Yamano menekankan kedua tangannya pada pohon tsb, lalu menutup matanya dan berkonsentrasi..merasakan kelembaban dan yakin bahwa pohon itu masih hidup.Akarnya masih padat.&quot;Pohon ini akan tetap hidup&quot;,ujarnya.Yamano dengan hati-hati mengerok kotoran pada akar pohon itu dengan sebuah garpu hingga pohon tidak rusak.Perawatan membuahkan hasil, kuncup-kuncup baru pada batang mulai tumbuh pada batang pohon. Pohon ini, adalah pohon ke-828 yang diselamatkan Dr.Yamano. Dengan penuh kecintaan Dr.Yamano mengusap pohon dengan tasbihnya sambil berkata,&quot;terima kasih karena kamu sudah hidup sudah begitu lama&quot;....Fiuhhhh, pohon-pohon kalau kalian melayakkan aku detik ini, detik iniiii saja untuk mewakili segenap rasa iri saya pada kesadaran dan kecintaan dan kepedulian yang begitu mengakar hingga intimacy yang sangat kental dapat terjalin sebegitu dalamnya antara manusia dengan kalian, pohon. &lt;br/&gt;Dee, dan semua sobat2ku yang lain..apa saja yang bisa kita lakukan momen ini, lakukan saat ini juga. Anton, sobatku..pernah sangat gelisah sekali sepulang dari kampus bergegas meluncur ke   &lt;br/&gt;daerah kemetiran, ke taman depan vhr bodhicitta. ternyata untuk menyelamatkan benih2 kamboja yang yang sudah matang dalam tudung seperti tanduk.takutnya jika tudungnya matang dan membuka kata Anton benih2 di dalam akan terbang terbawa angin. Anton, bertangan hijau menurutku.benih2 itu sudah tumbuh 10cm-an sekarang.banyak lo...kita2 juga bisa memulai saat ini juga, rawatlah satuuu aja tanaman, seperti saran Dee..kalo aku boleh nambahin, jika Saudara tergolong orang sibuk, mgk sebaiknya pilih tanaman yang tahan banting mudah perawatannya dan manfaatnya g asing lagi, pengusir nyamuk-Zodia. Murah cuma Rp 8000,- satu pohon. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;salam kasih,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;A Cing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pohon, jika dapat menjerit..jeritan apa kiranya yang akan kau teriakkan atas semua yang kami, manusia indonesia, lakukan padamu?<br />jalan layang, pusat pertokoan mendesakmu menjadi bagian dari kenangan<br />kemakmuran, dalih pamungkas untuk mengamini setiap putaran gergaji menutup usiamu di bumi pertiwi ini<br />saudaramu yang di pantai, nasibnya tidak lebih baik dari kalian<br />mulai dari pesisir sabang sampe merauke; <br />Profit tambak udang, urusan perut orang banyak alasan kami,jadi mohon maklumilah jika kami menebangmu  <br />Pohon, kamu mungkin akan sangat iri dengan sobatmu yang hidup di negeri seberang, di Sydney, pohon-pohon <br />seperti di Hyde Park diasuransikan. Pepohonan tua <br />berusia ratusan tahun itu dihargai sekitar $150.000 <br />sampai $300.000 per batang. Menebang pohon <br />di Australia ini tidak boleh sembarangan, harus <br />mendapat izin, walaupun itu tumbuh di kebun sendiri. <br />Bahkan kalau perlu, pohon yang tak dikehendaki <br />bisa dijual pada suatu &#8216;Nursery&#8217; (Toko Pohon dan <br />tanaman). Seorang &#8216;Tree Surgeon&#8217; alias &#8220;Ahli Bedah <br />Pohon&#8217; akan datang dan mengoperasi pohon itu <br />seakar-akarnya untuk dipindahkan ke tempat lain. <br />Sebuah pohon biasa bisa berharga ratusan dolar <br />namun bisa lebih kalau jenisnya langka. <br />Tengok juga, nasib sebuah pohon Jelatang Cina besar di Hiroshima.Suatu malam, Agustus 1984 saat topan bergemuruh dan berderu melanda Hiroshima hingga meruntuhkan bangunan dan menumbangkan pepohonan. Tiba-tiba terdengar suara krak! sebuah pohon Jelatang Cina melintang ditanah, tercabut sekitar 4meter dari akarnya. pohon ini bukan pohon biasa, puluhan tahun sebelumnya, pohon ini bahkan mampu bertahan dalam suatu bencana yang lebih besar.saat bom atom dijatuhkan di Hiroshima.setengah batang pohon ini terbakar hangus.dalam keadaan sekarat anak SD Motomachi merawat pohon Jelatang ini hingga hidup kembali dan terus dibiarkan hidup sebagai saksi hidup bom atom. Sampai akhirnya datanglah  terpaan topan,semua menduga ajal pohon ini telah tiba.Akarnya tercerabut dari tanah, kerusakan fatal.untunglah dalam perawatan seorang dokter pohon,Tadahiko Yamano.ketika tiba ditempat kejadian, Dr.Yamano menekankan kedua tangannya pada pohon tsb, lalu menutup matanya dan berkonsentrasi..merasakan kelembaban dan yakin bahwa pohon itu masih hidup.Akarnya masih padat.&#8221;Pohon ini akan tetap hidup&#8221;,ujarnya.Yamano dengan hati-hati mengerok kotoran pada akar pohon itu dengan sebuah garpu hingga pohon tidak rusak.Perawatan membuahkan hasil, kuncup-kuncup baru pada batang mulai tumbuh pada batang pohon. Pohon ini, adalah pohon ke-828 yang diselamatkan Dr.Yamano. Dengan penuh kecintaan Dr.Yamano mengusap pohon dengan tasbihnya sambil berkata,&#8221;terima kasih karena kamu sudah hidup sudah begitu lama&#8221;&#8230;.Fiuhhhh, pohon-pohon kalau kalian melayakkan aku detik ini, detik iniiii saja untuk mewakili segenap rasa iri saya pada kesadaran dan kecintaan dan kepedulian yang begitu mengakar hingga intimacy yang sangat kental dapat terjalin sebegitu dalamnya antara manusia dengan kalian, pohon. <br />Dee, dan semua sobat2ku yang lain..apa saja yang bisa kita lakukan momen ini, lakukan saat ini juga. Anton, sobatku..pernah sangat gelisah sekali sepulang dari kampus bergegas meluncur ke   <br />daerah kemetiran, ke taman depan vhr bodhicitta. ternyata untuk menyelamatkan benih2 kamboja yang yang sudah matang dalam tudung seperti tanduk.takutnya jika tudungnya matang dan membuka kata Anton benih2 di dalam akan terbang terbawa angin. Anton, bertangan hijau menurutku.benih2 itu sudah tumbuh 10cm-an sekarang.banyak lo&#8230;kita2 juga bisa memulai saat ini juga, rawatlah satuuu aja tanaman, seperti saran Dee..kalo aku boleh nambahin, jika Saudara tergolong orang sibuk, mgk sebaiknya pilih tanaman yang tahan banting mudah perawatannya dan manfaatnya g asing lagi, pengusir nyamuk-Zodia. Murah cuma Rp 8000,- satu pohon. </p>
<p>salam kasih,</p>
<p>A Cing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A Cing</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-416</link>
		<dc:creator>A Cing</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2006 09:06:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-416</guid>
		<description>&#039;Tak bisa membangun tanpa menebang&#039;. kalimat ini mengusik saya. pohon, menurut kita dimana seharusnya tempat mereka? &quot;Saya sudah minta dijelaskan aturan mana yang dilanggar terkait penebangan cemara laut di Pantai Panjang tersebut. Karena kami merasa tidak ada peraturan yang dilanggar, penebangan terus dilanjutkan&quot;demikian keterangan Agusrin,Gubernur Bengkulu saat di wawancara wartawan kompas,jumat 28 April lalu.  tidak ada peraturan yang dilanggar. statement yang perlu kita cermati. pihak Walhi Bengkulu sudah menentang keras penebangan ini, memohon pemda mempertimbangkan dampak abrasi dan intrusi air laut yang dapat ditimbulkan dari penebangan ini.Namun sobat, himbauan ini kebentur tembok tebel dan tinggi. hasilnya, seperti kata Gub,penebangan tetap dilanjutkan. &lt;br/&gt;    saya iri sekali dengan isi kepala dan isi hati pemerintah Jepang.sadar kalo,wilayah jepang seluruhnya dilalui lempeng tektonik, yang berarti rawan gempa, yang juga berarti kemungkinan tsunami juga ada. Makan daerah sepanjang pesisir pantai ditanami pohon. pohon dapat memecah gelombang air laut bila terjadi tsunami hingga hempasan ke daratan tidak terlalu besar.         &lt;br/&gt;    Kenapa hal seperti ini tidak terjangkau oleh aturan yang disebut Gub Bengkulu sebagai acuan pembenaran penebangan.padahal di Bangladesh,bencana banjir longsor yang banyak merusak hutan bakau,telah dianggarkan penanamannya kembali, diperkirakan bth wt 25thn untuk memulihkan kembali hutan bakau. Gub Bengkulu juga berdalih tebang satu tanam 10 untuk pembenaran penebangan tsb.apa tidak terpikir nanam pohon, g kaya nyemai taoge.rendam hari ini besok jadi taoge, ud bisa berfungsi sebagai makanan.sedangkan pohon,nyemai benih hari ini, butuh puluhan tahun barulah ada fungsinya. gimana kalo 2,3 tao 10 taon kedepan terjadi tsunami di Bengkulu?pohon2 itu g bisa dikarbit untuk segera tumbuh dan besar agar bisa nahan gelombang.ya ampun Dee...spechless deh..&lt;br/&gt;    Bangladesh juga sebagai salah satu negara dengan hutan bakau terluas, terbukti saat bencana tsunami lalu,cukup banyak warga yang dapat selamat karena adanya hutan bakau dan pohon2 pesisir lainnya. Kenapa kita sulit sekali belajar dari fakta-fakta yang udah jelas2 terpapar didepan idung.Tsunami Aceh apakah tidak cukup membuka mata kita, betapa berartinya keberadaan setiap pohon yang bisa mecah gelombang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;Tak bisa membangun tanpa menebang&#8217;. kalimat ini mengusik saya. pohon, menurut kita dimana seharusnya tempat mereka? &#8220;Saya sudah minta dijelaskan aturan mana yang dilanggar terkait penebangan cemara laut di Pantai Panjang tersebut. Karena kami merasa tidak ada peraturan yang dilanggar, penebangan terus dilanjutkan&#8221;demikian keterangan Agusrin,Gubernur Bengkulu saat di wawancara wartawan kompas,jumat 28 April lalu.  tidak ada peraturan yang dilanggar. statement yang perlu kita cermati. pihak Walhi Bengkulu sudah menentang keras penebangan ini, memohon pemda mempertimbangkan dampak abrasi dan intrusi air laut yang dapat ditimbulkan dari penebangan ini.Namun sobat, himbauan ini kebentur tembok tebel dan tinggi. hasilnya, seperti kata Gub,penebangan tetap dilanjutkan. <br />    saya iri sekali dengan isi kepala dan isi hati pemerintah Jepang.sadar kalo,wilayah jepang seluruhnya dilalui lempeng tektonik, yang berarti rawan gempa, yang juga berarti kemungkinan tsunami juga ada. Makan daerah sepanjang pesisir pantai ditanami pohon. pohon dapat memecah gelombang air laut bila terjadi tsunami hingga hempasan ke daratan tidak terlalu besar.         <br />    Kenapa hal seperti ini tidak terjangkau oleh aturan yang disebut Gub Bengkulu sebagai acuan pembenaran penebangan.padahal di Bangladesh,bencana banjir longsor yang banyak merusak hutan bakau,telah dianggarkan penanamannya kembali, diperkirakan bth wt 25thn untuk memulihkan kembali hutan bakau. Gub Bengkulu juga berdalih tebang satu tanam 10 untuk pembenaran penebangan tsb.apa tidak terpikir nanam pohon, g kaya nyemai taoge.rendam hari ini besok jadi taoge, ud bisa berfungsi sebagai makanan.sedangkan pohon,nyemai benih hari ini, butuh puluhan tahun barulah ada fungsinya. gimana kalo 2,3 tao 10 taon kedepan terjadi tsunami di Bengkulu?pohon2 itu g bisa dikarbit untuk segera tumbuh dan besar agar bisa nahan gelombang.ya ampun Dee&#8230;spechless deh..<br />    Bangladesh juga sebagai salah satu negara dengan hutan bakau terluas, terbukti saat bencana tsunami lalu,cukup banyak warga yang dapat selamat karena adanya hutan bakau dan pohon2 pesisir lainnya. Kenapa kita sulit sekali belajar dari fakta-fakta yang udah jelas2 terpapar didepan idung.Tsunami Aceh apakah tidak cukup membuka mata kita, betapa berartinya keberadaan setiap pohon yang bisa mecah gelombang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A Cing</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/06/16/34/comment-page-1/#comment-415</link>
		<dc:creator>A Cing</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2006 09:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=34#comment-415</guid>
		<description>&#039;Tak bisa membangun tanpa menebang&#039;. kalimat ini mengusik saya. pohon, menurut kita dimana seharusnya tempat mereka? &quot;Saya sudah minta dijelaskan aturan mana yang dilanggar terkait penebangan cemara laut di Pantai Panjang tersebut. Karena kami merasa tidak ada peraturan yang dilanggar, penebangan terus dilanjutkan&quot;demikian keterangan Agusrin,Gubernur Bengkulu saat di wawancara wartawan kompas,jumat 28 April lalu.  tidak ada peraturan yang dilanggar. statement yang perlu kita cermati. pihak Walhi Bengkulu sudah menentang keras penebangan ini, memohon pemda mempertimbangkan dampak abrasi dan intrusi air laut yang dapat ditimbulkan dari penebangan ini.Namun sobat, himbauan ini kebentur tembok tebel dan tinggi. hasilnya, seperti kata Gub,penebangan tetap dilanjutkan. &lt;br/&gt;    saya iri sekali dengan isi kepala dan isi hati pemerintah Jepang.sadar kalo,wilayah jepang seluruhnya dilalui lempeng tektonik, yang berarti rawan gempa, yang juga berarti kemungkinan tsunami juga ada. Makan daerah sepanjang pesisir pantai ditanami pohon. pohon dapat memecah gelombang air laut bila terjadi tsunami hingga hempasan ke daratan tidak terlalu besar.         &lt;br/&gt;    Kenapa hal seperti ini tidak terjangkau oleh aturan yang disebut Gub Bengkulu sebagai acuan pembenaran penebangan.padahal di Bangladesh,bencana banjir longsor yang banyak merusak hutan bakau,telah dianggarkan penanamannya kembali, diperkirakan bth wt 25thn untuk memulihkan kembali hutan bakau. Gub Bengkulu juga berdalih tebang satu tanam 10 untuk pembenaran penebangan tsb.apa tidak terpikir nanam pohon, g kaya nyemai taoge.rendam hari ini besok jadi taoge, ud bisa berfungsi sebagai makanan.sedangkan pohon,nyemai benih hari ini, butuh puluhan tahun barulah ada fungsinya. gimana kalo 2,3 tao 10 taon kedepan terjadi tsunami di Bengkulu?pohon2 itu g bisa dikarbit untuk segera tumbuh dan besar agar bisa nahan gelombang.ya ampun Dee...spechless deh..&lt;br/&gt;    Bangladesh juga sebagai salah satu negara dengan hutan bakau terluas, terbukti saat bencana tsunami lalu,cukup banyak warga yang dapat selamat karena adanya hutan bakau dan pohon2 pesisir lainnya. Kenapa kita sulit sekali belajar dari fakta-fakta yang udah jelas2 terpapar didepan idung.Tsunami Aceh apakah tidak cukup membuka mata kita, betapa berartinya keberadaan setiap pohon yang bisa mecah gelombang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;Tak bisa membangun tanpa menebang&#8217;. kalimat ini mengusik saya. pohon, menurut kita dimana seharusnya tempat mereka? &#8220;Saya sudah minta dijelaskan aturan mana yang dilanggar terkait penebangan cemara laut di Pantai Panjang tersebut. Karena kami merasa tidak ada peraturan yang dilanggar, penebangan terus dilanjutkan&#8221;demikian keterangan Agusrin,Gubernur Bengkulu saat di wawancara wartawan kompas,jumat 28 April lalu.  tidak ada peraturan yang dilanggar. statement yang perlu kita cermati. pihak Walhi Bengkulu sudah menentang keras penebangan ini, memohon pemda mempertimbangkan dampak abrasi dan intrusi air laut yang dapat ditimbulkan dari penebangan ini.Namun sobat, himbauan ini kebentur tembok tebel dan tinggi. hasilnya, seperti kata Gub,penebangan tetap dilanjutkan. <br />    saya iri sekali dengan isi kepala dan isi hati pemerintah Jepang.sadar kalo,wilayah jepang seluruhnya dilalui lempeng tektonik, yang berarti rawan gempa, yang juga berarti kemungkinan tsunami juga ada. Makan daerah sepanjang pesisir pantai ditanami pohon. pohon dapat memecah gelombang air laut bila terjadi tsunami hingga hempasan ke daratan tidak terlalu besar.         <br />    Kenapa hal seperti ini tidak terjangkau oleh aturan yang disebut Gub Bengkulu sebagai acuan pembenaran penebangan.padahal di Bangladesh,bencana banjir longsor yang banyak merusak hutan bakau,telah dianggarkan penanamannya kembali, diperkirakan bth wt 25thn untuk memulihkan kembali hutan bakau. Gub Bengkulu juga berdalih tebang satu tanam 10 untuk pembenaran penebangan tsb.apa tidak terpikir nanam pohon, g kaya nyemai taoge.rendam hari ini besok jadi taoge, ud bisa berfungsi sebagai makanan.sedangkan pohon,nyemai benih hari ini, butuh puluhan tahun barulah ada fungsinya. gimana kalo 2,3 tao 10 taon kedepan terjadi tsunami di Bengkulu?pohon2 itu g bisa dikarbit untuk segera tumbuh dan besar agar bisa nahan gelombang.ya ampun Dee&#8230;spechless deh..<br />    Bangladesh juga sebagai salah satu negara dengan hutan bakau terluas, terbukti saat bencana tsunami lalu,cukup banyak warga yang dapat selamat karena adanya hutan bakau dan pohon2 pesisir lainnya. Kenapa kita sulit sekali belajar dari fakta-fakta yang udah jelas2 terpapar didepan idung.Tsunami Aceh apakah tidak cukup membuka mata kita, betapa berartinya keberadaan setiap pohon yang bisa mecah gelombang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

