<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 03:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: pungguk merindu supernova</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-1365</link>
		<dc:creator>pungguk merindu supernova</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 05:09:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-1365</guid>
		<description>dee..mana lanjutan supernova??

pernah dengar ga bisik2 orang:
manusia apa yang paling menyesal?
jawab: penggemar berat harry potter yang dipanggil Tuhan sebelum baca buku ketujuh [mudah-mudahan bukan pas lagi hadiri launchingnya pula]

jangan bikin banyak orang jadi manusia yang menyesal ya dee
siapa tahu kamu lupa, supernova itu serial lho :)

mudah-mudahan bu sati muncul lagi ya..what a character</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dee..mana lanjutan supernova??</p>
<p>pernah dengar ga bisik2 orang:<br />
manusia apa yang paling menyesal?<br />
jawab: penggemar berat harry potter yang dipanggil Tuhan sebelum baca buku ketujuh [mudah-mudahan bukan pas lagi hadiri launchingnya pula]</p>
<p>jangan bikin banyak orang jadi manusia yang menyesal ya dee<br />
siapa tahu kamu lupa, supernova itu serial lho <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>mudah-mudahan bu sati muncul lagi ya..what a character</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pungguk merindu supernova</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-1364</link>
		<dc:creator>pungguk merindu supernova</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 05:04:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-1364</guid>
		<description>apakah aku harus menyembahNya
bagai budak pada tuannya
seperti maling pada pengeroyoknya
meraung menyesal, gemetar ciut

kenapa aku tak bersua saja
berbicara dengan secongkel nalar
membahas banyak hal
tentang tujuanNya menciptakanku

bagaimana aku harus takut
kalau Dia selalu percaya padaku
memberiku kebebasan akal pikiran
modal dahsyat jutaan sel akal

untukku berfikir
agarku melambung

lewati segala doktrin
kengerian buta akan bayangan manusia tentangNya
aku loncat mendarat di tol
tol di mana aku berjalan
menyapa, menangisi dan memeluk sesama

karena Dia membebaskanku
mempercayai bahwa akhirnya, aku akan memilih

menjadi manusia, semanusia yang diharapkanNya akanku

aku bebas dan terkendali

dengan gapaian karma pada otakku...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah aku harus menyembahNya<br />
bagai budak pada tuannya<br />
seperti maling pada pengeroyoknya<br />
meraung menyesal, gemetar ciut</p>
<p>kenapa aku tak bersua saja<br />
berbicara dengan secongkel nalar<br />
membahas banyak hal<br />
tentang tujuanNya menciptakanku</p>
<p>bagaimana aku harus takut<br />
kalau Dia selalu percaya padaku<br />
memberiku kebebasan akal pikiran<br />
modal dahsyat jutaan sel akal</p>
<p>untukku berfikir<br />
agarku melambung</p>
<p>lewati segala doktrin<br />
kengerian buta akan bayangan manusia tentangNya<br />
aku loncat mendarat di tol<br />
tol di mana aku berjalan<br />
menyapa, menangisi dan memeluk sesama</p>
<p>karena Dia membebaskanku<br />
mempercayai bahwa akhirnya, aku akan memilih</p>
<p>menjadi manusia, semanusia yang diharapkanNya akanku</p>
<p>aku bebas dan terkendali</p>
<p>dengan gapaian karma pada otakku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-570</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2007 13:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-570</guid>
		<description>laras waktu kecil pernah tanya mamanya. tuhan itu manusia? seperti biasa. mama jawabnya, tanya tante seperti biasa. laras akan menatapku  &lt;br/&gt;bukan. kataku &lt;br/&gt;laras tanya lagi,tuhan punya wajah?tante: ga&lt;br/&gt;laras: tuhan warnanya apa tante: tuhan tak berwujud, &lt;br/&gt;tapi kita bisa merasakan tuhan dalam hati kita&lt;br/&gt;tapi setelah aku pikir pikir. &lt;br/&gt;aku rasa mestinya aku bilang. warnanya sawo matang lalu laras akan tanya mengapa aku akan jawab, seperti yang aku rasa,karna sawo matang itu seksi:)&lt;br/&gt;sebenar apa, tuhan cipta manusia menurut image nya&lt;br/&gt;sesalah apa, kita cipta tuhan menurut image kita sendiri&lt;br/&gt;blog.360.yahoo.com/laraskanti</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>laras waktu kecil pernah tanya mamanya. tuhan itu manusia? seperti biasa. mama jawabnya, tanya tante seperti biasa. laras akan menatapku  <br />bukan. kataku <br />laras tanya lagi,tuhan punya wajah?tante: ga<br />laras: tuhan warnanya apa tante: tuhan tak berwujud, <br />tapi kita bisa merasakan tuhan dalam hati kita<br />tapi setelah aku pikir pikir. <br />aku rasa mestinya aku bilang. warnanya sawo matang lalu laras akan tanya mengapa aku akan jawab, seperti yang aku rasa,karna sawo matang itu seksi:)<br />sebenar apa, tuhan cipta manusia menurut image nya<br />sesalah apa, kita cipta tuhan menurut image kita sendiri<br />blog.360.yahoo.com/laraskanti</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hareem</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-557</link>
		<dc:creator>Hareem</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 May 2007 12:58:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-557</guid>
		<description>Dee,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Boleh dong kapan2 makan sushi bareng!&lt;br/&gt;Ajak Tuhan juga, yaa.. biar rame!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dee,</p>
<p>Boleh dong kapan2 makan sushi bareng!<br />Ajak Tuhan juga, yaa.. biar rame!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chindy</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-490</link>
		<dc:creator>chindy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 04:32:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-490</guid>
		<description>Dee, siapa sih tuhan?&lt;br/&gt;kakak seperguruan saya ce cy, berbagi dalam tulisannya..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;tuhan t besar &lt;br/&gt;cockroates: laras, kenapa sih nulis tuhan ga dengan t besar&lt;br/&gt;cockroates: kan tak menghormati tuhan itu namanya&lt;br/&gt;laras: sebenarnya, siapa yang bisa berkata seperti itu kepada orang lain&lt;br/&gt;laras: karena siapa bilang ketika tuhan ditulis sebagai tuhan, maka tuhan tidak ditulis dengan t besar kates,membersihkan hati dari iri dan tamak membersihkan mulut dari kata-kata yang sengaja menyakiti sesama mencegah diri menjelekkan orang lain, apalagi memfitnah, mencelakai bukankah itu cara menulis tuhan dengan t besar dalam hari-hari kehidupan &lt;br/&gt;cockroates: laras, kenapa aku merasa malam ini kamu bijak sekalilaras: sebab aku lagi jatuh cinta dan cinta itu membuat kita menjadi bijaklaras: kalo tak membuat kita menjadi bijak, itu bukan cinta namanya. iya kan, katescockroates :) tersenyum, sebab itu yang pernah dikatakannya kepada laras tentang bagaimana kita tau bahwa benar-benar ada cinta di hati &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;having made a monastery within my body &lt;br/&gt;i forgot the monastery outside &lt;br/&gt;having embraced the spirit rather than the letter &lt;br/&gt;i forgot how to play with words*milarepa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dee, siapa sih tuhan?<br />kakak seperguruan saya ce cy, berbagi dalam tulisannya..</p>
<p>tuhan t besar <br />cockroates: laras, kenapa sih nulis tuhan ga dengan t besar<br />cockroates: kan tak menghormati tuhan itu namanya<br />laras: sebenarnya, siapa yang bisa berkata seperti itu kepada orang lain<br />laras: karena siapa bilang ketika tuhan ditulis sebagai tuhan, maka tuhan tidak ditulis dengan t besar kates,membersihkan hati dari iri dan tamak membersihkan mulut dari kata-kata yang sengaja menyakiti sesama mencegah diri menjelekkan orang lain, apalagi memfitnah, mencelakai bukankah itu cara menulis tuhan dengan t besar dalam hari-hari kehidupan <br />cockroates: laras, kenapa aku merasa malam ini kamu bijak sekalilaras: sebab aku lagi jatuh cinta dan cinta itu membuat kita menjadi bijaklaras: kalo tak membuat kita menjadi bijak, itu bukan cinta namanya. iya kan, katescockroates <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tersenyum, sebab itu yang pernah dikatakannya kepada laras tentang bagaimana kita tau bahwa benar-benar ada cinta di hati </p>
<p>having made a monastery within my body <br />i forgot the monastery outside <br />having embraced the spirit rather than the letter <br />i forgot how to play with words*milarepa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chindy</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-489</link>
		<dc:creator>chindy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 04:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-489</guid>
		<description>Dee, gpp yo..lagi-lagi copy paste dari ce cy;)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;tadi siang beli mangga. katanya masak pohon aku tanya: masak pohon kok masih keras gitu dijawab: iya ini masak pohon sebenarnya jawab ga sih sekilo lima ribuaku pilih lapan. kantongnya kecil. jadi perlu dua kantong untuk isi lapan mangga harganya 18.460 rupiah baru aja aku mo bilang kembali 1500 aja anaknya bilang 18.400lalu ibunya bilang ke anaknya: hitung 18.000 aja hari ini aku ngerti kenapa yesus bilang orang miskin pemilik kerajaan allah (mengutip yesus, bagiku, tak identik dengan kristen sebab kebenaran tak berkotak (manusia yang mengurungnya dalam penjara yang disebut agama)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dee, gpp yo..lagi-lagi copy paste dari ce cy;)</p>
<p>tadi siang beli mangga. katanya masak pohon aku tanya: masak pohon kok masih keras gitu dijawab: iya ini masak pohon sebenarnya jawab ga sih sekilo lima ribuaku pilih lapan. kantongnya kecil. jadi perlu dua kantong untuk isi lapan mangga harganya 18.460 rupiah baru aja aku mo bilang kembali 1500 aja anaknya bilang 18.400lalu ibunya bilang ke anaknya: hitung 18.000 aja hari ini aku ngerti kenapa yesus bilang orang miskin pemilik kerajaan allah (mengutip yesus, bagiku, tak identik dengan kristen sebab kebenaran tak berkotak (manusia yang mengurungnya dalam penjara yang disebut agama)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-446</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 02:19:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-446</guid>
		<description>Dee ...&lt;br/&gt;miss your poem ...&lt;br/&gt;-dp-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dee &#8230;<br />miss your poem &#8230;<br />-dp-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: falling princess</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-445</link>
		<dc:creator>falling princess</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2006 09:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-445</guid>
		<description>mbak dee.. hehee.. ini uTi lagi...&lt;br/&gt;baca posting yg ini aku jadi mikir... kayaknya mbak banyak angkat karakter org2 urban ya? kalo reurban gimana?&lt;br/&gt;ada 1 hal yg smp skrg masih sering aku pikirin. aku lahir di daerah. tinggal di daerah. smp akhirnya pas menginjak sd, aku pindah ke jakarta. di sana aku tumbuh jadi remaja dan mengembangkan cara berpikir metropolitan. tp masih ada sedikit unsur2 adat istiadat yg aku bawa krn aku aslinya masih org daerah. smp akhirnya masuk sma, aku balik lagi ke daerah itu. dgn sgala ke-metropolitan-an yg udah aku pelajarin di jakarta. awalnya aku skeptis bgt bisa bergaul dgn baik sm anak2 daerah. kasarnya aku pikir mreka cupu. tp skrg aku tarik lagi smua kata2 itu. justru dgn kembali lagi ke daerah aku jadi sadar perbedaan 180 derajat antara kehidupan, adat, norma, dan moral org2 kota dgn daerah. seandainya aku terusin sma di jakarta, hampir mungkin aku akan terjerumus ke kegiatan2 anak2 muda zaman skrg yg ga ada berguna2nya itu di mataku. dugem krn cuma pengen kerenlah. ngerokok krn pengen dbilang gaul lah. dan sgala macemnya itu. justru dgn pindah lagi ke daerah aku jadi lebih bisa menyelami apa yg artinya hidup. aku justru baru merasa hidup di daerahku tercinta skrg ini. palembang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;btw ngomongin soal Tuhan, aku juga maw sharing aja nih.&lt;br/&gt;aku dulu pernah mimpi kalo dunia ini maw kiamat. bumi maw mledak. kayak the core gitu. untuk mengantisipasi, pemerintah udah menyiapkan pesawat luar angkasa untuk mindahin kita ke planet lain. tp sayangnya pesawat itu cuma bisa memuat ijuta org. siapa cpat dya dapat.&lt;br/&gt;aku sm 6 milyar manusia lainnya panik. langsung packing kalang kabut untuk cpet2an mnuju pesawat itu. pd saat yg bersamaan aku ga maw mati. krn aku taw kalo aku mati aku bakal langsung lanjut terus ke neraka. sholat ga pernah, amal ga pernah, zakat ga pernah, dosa numpuk mlulu. sdangkan maw tobat ga sempet. krn bumi akan mledak dlm hitungan jam.&lt;br/&gt;aku seret koperku yg berat dan brusaha secepet2nya sampai di pesawat. di tengah jalan aku berhenti. krn aku lyat seorang anak kecil lagi dgn santainya main bekel. pnasaran aku tanya dya &quot;dek, knp ga ikut menyelamatkan diri?&quot;. anak kecil itu jawab &quot;lho? kk blom dnger ya? kiamatnya ga jadi! kita dikasih kesempatan satu kali lg!&quot;&lt;br/&gt;smua penduduk bumi bersuka cita.&lt;br/&gt;saya ga maw taw lanjutannya. saya bangun dan langsung sholat.&lt;br/&gt;boleh percaya boleh nggak, tp inilah mimpi aku duluuuuu bgt.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;aku juga ada satu crita lagi.&lt;br/&gt;aku punya shbt. wkt itu dya abis pulang ESQ. dya lgsg nelpon aku dan ceramah panjang lebar soal agama dan tobat. intinya sih dya nyuruh aku tobat. trus aku crita ke dya ttg mimpi kiamat aku itu. jawaban dya ga akan aku lupa smp skrg. dya bilang:&lt;br/&gt;&quot;taw ga ti? knp lo tuh slalu diingetin untuk sholat? baik itu lewat mimpi, lewat gw, lewat iklan, lewat nyokap, lewat teve, lewat mana aja deh! lo terus diingetin untuk sholat. kenapa? itu krn Dia sayang sm lo. lo ga pernah sholat, tp Dia tetep ngingetin lo untuk shoalt. Dia syg sm lo. kalo Dia ga syg, dibiarin aja pasti lo berdosa. pikirin itu.&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;dan kata2 dya relevan bgt dgn kata2 guru agamaku bertahun2 sesudahnya. pak itu bilang:&lt;br/&gt;&quot;Tuhan tidak memaksa umatNya untuk masuk surga. tp Dia juga tidak membiarkan umatNya untuk masuk neraka. bener kan?&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;yah, jadi kesimpulan saya, itulah yg dimaksud dgn Tuhan itu ada di mana-mana. Tuhan itu ada di diri kita, di diri kamu, di diri teman, di diri tetangga, bahkan di diri teve (lewat sinetron2 agamisnya).. dan Tuhan senantiasa membuka tangan untuk kita. bener ga?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;uTi-the falling princess&lt;br/&gt;http://everfallingprincess.blogspot.com&lt;br/&gt;http://ceritatentangkamu.blogspot.com&lt;br/&gt;thisisuti@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mbak dee.. hehee.. ini uTi lagi&#8230;<br />baca posting yg ini aku jadi mikir&#8230; kayaknya mbak banyak angkat karakter org2 urban ya? kalo reurban gimana?<br />ada 1 hal yg smp skrg masih sering aku pikirin. aku lahir di daerah. tinggal di daerah. smp akhirnya pas menginjak sd, aku pindah ke jakarta. di sana aku tumbuh jadi remaja dan mengembangkan cara berpikir metropolitan. tp masih ada sedikit unsur2 adat istiadat yg aku bawa krn aku aslinya masih org daerah. smp akhirnya masuk sma, aku balik lagi ke daerah itu. dgn sgala ke-metropolitan-an yg udah aku pelajarin di jakarta. awalnya aku skeptis bgt bisa bergaul dgn baik sm anak2 daerah. kasarnya aku pikir mreka cupu. tp skrg aku tarik lagi smua kata2 itu. justru dgn kembali lagi ke daerah aku jadi sadar perbedaan 180 derajat antara kehidupan, adat, norma, dan moral org2 kota dgn daerah. seandainya aku terusin sma di jakarta, hampir mungkin aku akan terjerumus ke kegiatan2 anak2 muda zaman skrg yg ga ada berguna2nya itu di mataku. dugem krn cuma pengen kerenlah. ngerokok krn pengen dbilang gaul lah. dan sgala macemnya itu. justru dgn pindah lagi ke daerah aku jadi lebih bisa menyelami apa yg artinya hidup. aku justru baru merasa hidup di daerahku tercinta skrg ini. palembang.</p>
<p>btw ngomongin soal Tuhan, aku juga maw sharing aja nih.<br />aku dulu pernah mimpi kalo dunia ini maw kiamat. bumi maw mledak. kayak the core gitu. untuk mengantisipasi, pemerintah udah menyiapkan pesawat luar angkasa untuk mindahin kita ke planet lain. tp sayangnya pesawat itu cuma bisa memuat ijuta org. siapa cpat dya dapat.<br />aku sm 6 milyar manusia lainnya panik. langsung packing kalang kabut untuk cpet2an mnuju pesawat itu. pd saat yg bersamaan aku ga maw mati. krn aku taw kalo aku mati aku bakal langsung lanjut terus ke neraka. sholat ga pernah, amal ga pernah, zakat ga pernah, dosa numpuk mlulu. sdangkan maw tobat ga sempet. krn bumi akan mledak dlm hitungan jam.<br />aku seret koperku yg berat dan brusaha secepet2nya sampai di pesawat. di tengah jalan aku berhenti. krn aku lyat seorang anak kecil lagi dgn santainya main bekel. pnasaran aku tanya dya &#8220;dek, knp ga ikut menyelamatkan diri?&#8221;. anak kecil itu jawab &#8220;lho? kk blom dnger ya? kiamatnya ga jadi! kita dikasih kesempatan satu kali lg!&#8221;<br />smua penduduk bumi bersuka cita.<br />saya ga maw taw lanjutannya. saya bangun dan langsung sholat.<br />boleh percaya boleh nggak, tp inilah mimpi aku duluuuuu bgt.</p>
<p>aku juga ada satu crita lagi.<br />aku punya shbt. wkt itu dya abis pulang ESQ. dya lgsg nelpon aku dan ceramah panjang lebar soal agama dan tobat. intinya sih dya nyuruh aku tobat. trus aku crita ke dya ttg mimpi kiamat aku itu. jawaban dya ga akan aku lupa smp skrg. dya bilang:<br />&#8220;taw ga ti? knp lo tuh slalu diingetin untuk sholat? baik itu lewat mimpi, lewat gw, lewat iklan, lewat nyokap, lewat teve, lewat mana aja deh! lo terus diingetin untuk sholat. kenapa? itu krn Dia sayang sm lo. lo ga pernah sholat, tp Dia tetep ngingetin lo untuk shoalt. Dia syg sm lo. kalo Dia ga syg, dibiarin aja pasti lo berdosa. pikirin itu.&#8221;</p>
<p>dan kata2 dya relevan bgt dgn kata2 guru agamaku bertahun2 sesudahnya. pak itu bilang:<br />&#8220;Tuhan tidak memaksa umatNya untuk masuk surga. tp Dia juga tidak membiarkan umatNya untuk masuk neraka. bener kan?&#8221;</p>
<p>yah, jadi kesimpulan saya, itulah yg dimaksud dgn Tuhan itu ada di mana-mana. Tuhan itu ada di diri kita, di diri kamu, di diri teman, di diri tetangga, bahkan di diri teve (lewat sinetron2 agamisnya).. dan Tuhan senantiasa membuka tangan untuk kita. bener ga?</p>
<p>uTi-the falling princess<br /><a href="http://everfallingprincess.blogspot.com" rel="nofollow">http://everfallingprincess.blogspot.com</a><br /><a href="http://ceritatentangkamu.blogspot.com" rel="nofollow">http://ceritatentangkamu.blogspot.com</a><br /><a href="mailto:thisisuti@yahoo.com">thisisuti@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-439</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2006 04:13:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-439</guid>
		<description>well,&lt;br/&gt;seperti menemukan tali yang terputus. &lt;br/&gt;Yang selama ini melambai-lambai ditiup angin...bukannya kehilangan arah malah semakin banyak jalan yang harus ditempuh..jadi bingung memilihnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>well,<br />seperti menemukan tali yang terputus. <br />Yang selama ini melambai-lambai ditiup angin&#8230;bukannya kehilangan arah malah semakin banyak jalan yang harus ditempuh..jadi bingung memilihnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cing</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/07/17/36/comment-page-1/#comment-428</link>
		<dc:creator>cing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2006 06:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=36#comment-428</guid>
		<description>Dear Dee, masih sekitar kehausan spiritual..saya ingin berbagi tulisan saya sebagai buah keresahan yang selalu mengejar hampir tak kenal waktu, saat maem, saat di bilik renung, ketika mau bobo, ud setengah bobo pun suara2 penuh tanya selalu menggelayut, muteer aj ..dan saya yakin banyak yang mengalami hal yang sama. Dunia tidak kekurangan stok akan ajaran langit, namun di sudut mana dari hati manusia seruan-seruan langit tersebut diletakkan? Karena goresan sejarah manusia sampai detik ini, manusia sonder alasan membunuh sesamanya-di Libanon, tak segan-segan mengisap keringat dan darah serekannya-megakorupsi, kepekaan sosial yang pekok dengan budaya konsumtif yang over kedodoran,dan berteret-teret topeng lain dari roman seorang manusia.   Tak heran bila seorang Ahmad Wahib dalam pergumulannya mendesaknya menuliskan isi hatinya perihal pencariannya akan keaslian kebenaran,&quot; Aku belum tahu apakah Islam itu sebenarnya. Aku baru tahu Islam menurut Hamka, Islam menurut Natsir, Islam menurut Abduh, Islam menurut ulama-ulama kuno, Islam menurut Djohan, Islam menurut Subki, Islam menurut lain-lain. Dan terus terang aku tidak puas. yang kucari belum ketemu, belum terdapat, yaitu ISLAM MENURUT ALLAH, PEMBUATNYA. Bagaimana? &lt;br/&gt;saya sendiri,lama-kelamaan jadi penganut Ocaisme, bocah 3,5tahun, putra asistenku yang banyak menyentil alam sadar maupun bawah sadarku, membuat tertegun sejenak, mikir...&lt;br/&gt;Oca dengan  segudang rasa ingin tahunya, dari bibirnya terlontar tanya,&quot;Mama, kelinci bisa nangis?&quot;&lt;br/&gt;juga dari bibirnya memprotes mamanya ketika mamanya akan menggencet segerombolan semut yang lewat di atas meja makan mereka,&quot;jangan Mama, kasihan..mereka kan juga bisa nangis!&quot;&lt;br/&gt;Oca juga dengan hatinya yang lembut stay awake almost for 2 days, resah susah tidur kata mamanya karena satu kelinci peliharaannya mati dimakan anjing sebelah, Oca sediiih banget..&lt;br/&gt;Kalaulah getar iba, getar jujur, getar solider, getar setia bisa diterjemahkan dalam bentuk melodi, mungkin akan mengalunkan irama yang mewujudkan utopia, sorga di bumi ya Dee..Ah, andai saja&lt;br/&gt;     Kembali ke perburuan hakikat kebenaran. Ada satu bait ungkapan yang sangat menarik minatku. Terkutip dari salah satu bagian novel Nh.Dini Sebuah Lorong di Kotaku &quot;Aku diajar berpuasa bukan karena agama, bukan karena keinginan naik surga. Kakek mengajarku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai dimana aku dapat mengatur kekuatan.&quot; &lt;br/&gt;   Hmm, kekuatan...ternyata bukan hanya kekuatan otot yang harus dilatih namun batin juga punya lorong-lorong level yang butuh di upgrade. Kembali kisah putra asisten saya-Oca saya ketengahkan, waktu itu dia masih bocah 2,5tahun. Pada perayaan 17an tahun lalu, seperti biasa  aneka lomba digelar di tiap dusun. Tak ketinggalan kampung Mberan, Sleman. Pagi-pagi sekali Oca sudah bangun, ribut minta dimandiin oleh eyangnya. Mau ikut lomba katanya, hehe...Udah dandy dan wangi, Oca dengan pede ke halaman depan rumahnya ikut antri daftar lomba. Berhubung masih terlalu kecil, Oca hanya boleh ikut lomba makan kerupuk. Teeet! Saat lomba dimulai semua bersorak, Pa&#039; le Dayat, Bu&#039; le Tiwi dan teman-teman lain sorakin dan semangatin Oca. Sebentar jinjit, sebentar lagi lompat, Oca kepayahan mencekal kerupuk dengan mulutnya, melihat Oca kepayahan Pa&#039;le  nurunin dan megangin krupuk Oca agar mudah dimakan...kemurnian, kejujuran hati masih punya suara yang kuat dalam hati bocah ini.. Oca protes keras,&quot;Ben atu dhewe, ben atu dhewe! Oca menolak dibantu dengan cara curang. Dia kekeh pada aturan main. Spotif. &lt;br/&gt;    Ck,ck,ck.. setiap kali saya cerita ini pada teman, mereka selalu terbit rasa kagum.  Kecil-kecil sudah punya integritas, tau bagaimana harus bersikap. Namun rasanya ada yang berlebih dari kalimat barusan. Kata &#039;kecil-kecil&#039; seolah-olah belum saatnya seorang Oca punya sikap sportif, jujur pada diri sendiri, padahal justru lewat Oca kita ingin diingatkan kembali, jujur adalah bawaan orok.Akar sifat tiap manusia. Sama sekali bukan launching terbaru. &lt;br/&gt;     Apa yang terbaru adalah, degradasi mutu bawaan orok kita, akar menungso yang gelagapan menghadapi pergeseran zaman. Mari kita lihat satu persatu nasib sifat-sifat bawaan orok kita&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;jujur; ada selorohan untuk negeri kita ini,&quot;di Indonesia semua urusan ada jalan tolnya&quot;, tak heran bila saudara kita di Papua tetap tak kunjung mengecap kemajuan meski sebuah perusahaan tambang emas raksasa-pt. Free Port menggurita di sana. Hanya tailing yang di dulang oleh orang Amungme-Papua  untuk puluhan tahun penambangan emas di Papua. Belakangan konspirasi tingkat tinggi, modus jalan belakang terkuak, terngangalah kita mendengar kerugian negara yang ditanggung akibat permainan kotor ini, angkanya bikin rontok bulu kuduk! 120juta triliun dollar Amerika!                   &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;solider;, mobil mewah Jaguar sangat mudah kita temui seliweran dikota-kota besar di Indo, jumlahnya jauh lebih banyak dari mobil jaguar yang ada di Paris! kata Faisal Basri. Sementara kasus busung lapar pada balita di Indonesia menembus angka 1,67juta jiwa. Ironis!&lt;br/&gt;Teman saya menulis dalam sebuah refleksi nurani:Sebuah koran nasional memberitakan tentang koleksi sepatu artis top dunia. sepasang sepatu sang artis kononnya paling murah seharga 1400 dolar Australia. Yang lebih mengagetkan lagi, sang artis merasa bahagia dengan koleksi sepatunya yang berjumlah 400-an pasang, yang sebagian besar belum pernah dipakainya. Itu baru sepatu, belum pakaian dan segala macam perhiasan, juga pengeluaran untuk pesta ini dan itu. Sementara di belahan bumi lain, banyak saudara yang mati karena menahan rasa lapar yang berkepanjangan. Lihatlah mereka yang di Ethopia, mereka hanya terbaring tak berdaya sambil menunggu maut datang menjemput karena tak setes air dan sesuap nasi pun yang bisa mereka dapatkan untuk menyambung nyawa.&lt;br/&gt;Dee, di mata saya, dimata Eddy, di mata riri sahabat saya, di mata Anton atau di mata siapa saja...siapakah sesosok manusia lain yang tertampak di hadapan, maupun yang sedang meringkuk kelaparan di belahan manapun..Siapa? &lt;br/&gt;Hati nurani sudah terlalu lama di acuhkan, di anggap angin, di biarkan membisu..membiarkan zaman menggusur, mendepak sifat2 orok kita, sifat hakiki tiap manusia.&lt;br/&gt;Mengutip tulisan Gunawan Muhammad-Pak Said (30 Juni 1979); Zaman dimana sikap hidup seperti Pak Said adalah sikap yang ekstrim: seorang tokoh yang cuma bersandal, seorang anggota Dewan Pertimbangan Agung yang tidak bermobil, seorang menteri(di waktu lampau) yang dari gedung departemennya keluar membeli rokok sendiri di tepi jalan. Betapa aneh zaman, untuk menyebut itu ekstrim. Sebab Pak Said sendiri hanya melakukan hal yang biasa saja untuk dirinya, tidak untuk &quot;nyentrik&quot;, tidaj untuk menarik perhatian atau ngotot dengan satu prinsip. Tapi zaman rupanya ingin mendesakkan suatu pola umum-dimana semua orang harus mengikuti &quot;kelayakan.&quot;     Akibatnya ialah &quot;kesederhanaan&quot; jadi suatu pengertian yang menggugat. Ia bahkan mungkin telah mengecewakan mereka yang lebih &quot;radikal&quot;, karena ia kurang cukup bersuara menghardik kemewahan yang kini nampak disekitar. &lt;br/&gt;     Kekuatan untuk menghardik diri sendirilah yang termanjur. Manjur untuk tidak membiarkan rasa solider bisu,tuli dan cacat peka akhirnya jadi pekok. Ah, Dee..Andai semua keprihatinan ini mampu memberi kekuatan  bagi siapa saja untuk mengumpulkan serpihan-serpihan potongan wajah kita, wajah manusia Indonesia kita yang tercinta ini...&lt;br/&gt;Selalulah bertanya masih adakah cinta yang mampu kita tumbuhkan dalam hati kita..masihkan kata-kata ini&quot;semoga semua makhluk berbahagia&quot; punya nyali bergema ditengah krisis kemanusiaan yang &lt;br/&gt;sudah makin tak jelas ujung pangkalnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Dee, masih sekitar kehausan spiritual..saya ingin berbagi tulisan saya sebagai buah keresahan yang selalu mengejar hampir tak kenal waktu, saat maem, saat di bilik renung, ketika mau bobo, ud setengah bobo pun suara2 penuh tanya selalu menggelayut, muteer aj ..dan saya yakin banyak yang mengalami hal yang sama. Dunia tidak kekurangan stok akan ajaran langit, namun di sudut mana dari hati manusia seruan-seruan langit tersebut diletakkan? Karena goresan sejarah manusia sampai detik ini, manusia sonder alasan membunuh sesamanya-di Libanon, tak segan-segan mengisap keringat dan darah serekannya-megakorupsi, kepekaan sosial yang pekok dengan budaya konsumtif yang over kedodoran,dan berteret-teret topeng lain dari roman seorang manusia.   Tak heran bila seorang Ahmad Wahib dalam pergumulannya mendesaknya menuliskan isi hatinya perihal pencariannya akan keaslian kebenaran,&#8221; Aku belum tahu apakah Islam itu sebenarnya. Aku baru tahu Islam menurut Hamka, Islam menurut Natsir, Islam menurut Abduh, Islam menurut ulama-ulama kuno, Islam menurut Djohan, Islam menurut Subki, Islam menurut lain-lain. Dan terus terang aku tidak puas. yang kucari belum ketemu, belum terdapat, yaitu ISLAM MENURUT ALLAH, PEMBUATNYA. Bagaimana? <br />saya sendiri,lama-kelamaan jadi penganut Ocaisme, bocah 3,5tahun, putra asistenku yang banyak menyentil alam sadar maupun bawah sadarku, membuat tertegun sejenak, mikir&#8230;<br />Oca dengan  segudang rasa ingin tahunya, dari bibirnya terlontar tanya,&#8221;Mama, kelinci bisa nangis?&#8221;<br />juga dari bibirnya memprotes mamanya ketika mamanya akan menggencet segerombolan semut yang lewat di atas meja makan mereka,&#8221;jangan Mama, kasihan..mereka kan juga bisa nangis!&#8221;<br />Oca juga dengan hatinya yang lembut stay awake almost for 2 days, resah susah tidur kata mamanya karena satu kelinci peliharaannya mati dimakan anjing sebelah, Oca sediiih banget..<br />Kalaulah getar iba, getar jujur, getar solider, getar setia bisa diterjemahkan dalam bentuk melodi, mungkin akan mengalunkan irama yang mewujudkan utopia, sorga di bumi ya Dee..Ah, andai saja<br />     Kembali ke perburuan hakikat kebenaran. Ada satu bait ungkapan yang sangat menarik minatku. Terkutip dari salah satu bagian novel Nh.Dini Sebuah Lorong di Kotaku &#8220;Aku diajar berpuasa bukan karena agama, bukan karena keinginan naik surga. Kakek mengajarku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai dimana aku dapat mengatur kekuatan.&#8221; <br />   Hmm, kekuatan&#8230;ternyata bukan hanya kekuatan otot yang harus dilatih namun batin juga punya lorong-lorong level yang butuh di upgrade. Kembali kisah putra asisten saya-Oca saya ketengahkan, waktu itu dia masih bocah 2,5tahun. Pada perayaan 17an tahun lalu, seperti biasa  aneka lomba digelar di tiap dusun. Tak ketinggalan kampung Mberan, Sleman. Pagi-pagi sekali Oca sudah bangun, ribut minta dimandiin oleh eyangnya. Mau ikut lomba katanya, hehe&#8230;Udah dandy dan wangi, Oca dengan pede ke halaman depan rumahnya ikut antri daftar lomba. Berhubung masih terlalu kecil, Oca hanya boleh ikut lomba makan kerupuk. Teeet! Saat lomba dimulai semua bersorak, Pa&#8217; le Dayat, Bu&#8217; le Tiwi dan teman-teman lain sorakin dan semangatin Oca. Sebentar jinjit, sebentar lagi lompat, Oca kepayahan mencekal kerupuk dengan mulutnya, melihat Oca kepayahan Pa&#8217;le  nurunin dan megangin krupuk Oca agar mudah dimakan&#8230;kemurnian, kejujuran hati masih punya suara yang kuat dalam hati bocah ini.. Oca protes keras,&#8221;Ben atu dhewe, ben atu dhewe! Oca menolak dibantu dengan cara curang. Dia kekeh pada aturan main. Spotif. <br />    Ck,ck,ck.. setiap kali saya cerita ini pada teman, mereka selalu terbit rasa kagum.  Kecil-kecil sudah punya integritas, tau bagaimana harus bersikap. Namun rasanya ada yang berlebih dari kalimat barusan. Kata &#8216;kecil-kecil&#8217; seolah-olah belum saatnya seorang Oca punya sikap sportif, jujur pada diri sendiri, padahal justru lewat Oca kita ingin diingatkan kembali, jujur adalah bawaan orok.Akar sifat tiap manusia. Sama sekali bukan launching terbaru. <br />     Apa yang terbaru adalah, degradasi mutu bawaan orok kita, akar menungso yang gelagapan menghadapi pergeseran zaman. Mari kita lihat satu persatu nasib sifat-sifat bawaan orok kita</p>
<p>jujur; ada selorohan untuk negeri kita ini,&#8221;di Indonesia semua urusan ada jalan tolnya&#8221;, tak heran bila saudara kita di Papua tetap tak kunjung mengecap kemajuan meski sebuah perusahaan tambang emas raksasa-pt. Free Port menggurita di sana. Hanya tailing yang di dulang oleh orang Amungme-Papua  untuk puluhan tahun penambangan emas di Papua. Belakangan konspirasi tingkat tinggi, modus jalan belakang terkuak, terngangalah kita mendengar kerugian negara yang ditanggung akibat permainan kotor ini, angkanya bikin rontok bulu kuduk! 120juta triliun dollar Amerika!                   </p>
<p>solider;, mobil mewah Jaguar sangat mudah kita temui seliweran dikota-kota besar di Indo, jumlahnya jauh lebih banyak dari mobil jaguar yang ada di Paris! kata Faisal Basri. Sementara kasus busung lapar pada balita di Indonesia menembus angka 1,67juta jiwa. Ironis!<br />Teman saya menulis dalam sebuah refleksi nurani:Sebuah koran nasional memberitakan tentang koleksi sepatu artis top dunia. sepasang sepatu sang artis kononnya paling murah seharga 1400 dolar Australia. Yang lebih mengagetkan lagi, sang artis merasa bahagia dengan koleksi sepatunya yang berjumlah 400-an pasang, yang sebagian besar belum pernah dipakainya. Itu baru sepatu, belum pakaian dan segala macam perhiasan, juga pengeluaran untuk pesta ini dan itu. Sementara di belahan bumi lain, banyak saudara yang mati karena menahan rasa lapar yang berkepanjangan. Lihatlah mereka yang di Ethopia, mereka hanya terbaring tak berdaya sambil menunggu maut datang menjemput karena tak setes air dan sesuap nasi pun yang bisa mereka dapatkan untuk menyambung nyawa.<br />Dee, di mata saya, dimata Eddy, di mata riri sahabat saya, di mata Anton atau di mata siapa saja&#8230;siapakah sesosok manusia lain yang tertampak di hadapan, maupun yang sedang meringkuk kelaparan di belahan manapun..Siapa? <br />Hati nurani sudah terlalu lama di acuhkan, di anggap angin, di biarkan membisu..membiarkan zaman menggusur, mendepak sifat2 orok kita, sifat hakiki tiap manusia.<br />Mengutip tulisan Gunawan Muhammad-Pak Said (30 Juni 1979); Zaman dimana sikap hidup seperti Pak Said adalah sikap yang ekstrim: seorang tokoh yang cuma bersandal, seorang anggota Dewan Pertimbangan Agung yang tidak bermobil, seorang menteri(di waktu lampau) yang dari gedung departemennya keluar membeli rokok sendiri di tepi jalan. Betapa aneh zaman, untuk menyebut itu ekstrim. Sebab Pak Said sendiri hanya melakukan hal yang biasa saja untuk dirinya, tidak untuk &#8220;nyentrik&#8221;, tidaj untuk menarik perhatian atau ngotot dengan satu prinsip. Tapi zaman rupanya ingin mendesakkan suatu pola umum-dimana semua orang harus mengikuti &#8220;kelayakan.&#8221;     Akibatnya ialah &#8220;kesederhanaan&#8221; jadi suatu pengertian yang menggugat. Ia bahkan mungkin telah mengecewakan mereka yang lebih &#8220;radikal&#8221;, karena ia kurang cukup bersuara menghardik kemewahan yang kini nampak disekitar. <br />     Kekuatan untuk menghardik diri sendirilah yang termanjur. Manjur untuk tidak membiarkan rasa solider bisu,tuli dan cacat peka akhirnya jadi pekok. Ah, Dee..Andai semua keprihatinan ini mampu memberi kekuatan  bagi siapa saja untuk mengumpulkan serpihan-serpihan potongan wajah kita, wajah manusia Indonesia kita yang tercinta ini&#8230;<br />Selalulah bertanya masih adakah cinta yang mampu kita tumbuhkan dalam hati kita..masihkan kata-kata ini&#8221;semoga semua makhluk berbahagia&#8221; punya nyali bergema ditengah krisis kemanusiaan yang <br />sudah makin tak jelas ujung pangkalnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

