Barangkali Cinta

Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama.

Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara yang satu.

Barangkali cinta… jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu dan engkau memahamiku seketika. Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda, namun berbagi bahasa yang serupa.

Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah.

Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana.

Barangkali cinta… karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu, kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini.

Pastilah cinta… yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu, dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri.

* Inspired by one Dyad session in one spasmic morning in Ubud. Coincidentally, the source of the picture above is: spasmicallyperfect.wordpress.com

*update: gambar yang sebelumnya terpasang di-embed (bukan di-upload) oleh Dewi dari http://www.annerpino.com/ ternyata source nya berubah. Sekarang sudah terupdate. Mohon maaf atas ketidaknyamanan. (webmaster)

63 Comments

  1. yati said,

    September 10, 2007 at 10:52 pm

    hummm…, kekuatan cinta emang dahsyat. Tak harus diucapkan, dia meresap jauh ke dalam jiwa

  2. Neng Keke said,

    September 10, 2007 at 11:44 pm

    Anjiiirrr… Merinding gitu bacanya :)

  3. Winnie said,

    September 12, 2007 at 1:34 am

    ……. *Speechless*

  4. aLe said,

    September 12, 2007 at 7:42 am

    Barangkali cinta,,
    Cerita indah nan tiada ahir
    Barangkali cinta,,
    Cerita indah namun tiada arti

    ah,, dari dulu begitulah cinta,
    selalu dipuja dan disuka setiap manusia.

  5. valent said,

    September 12, 2007 at 8:13 pm

    cinta.. jawaban paling masuk akal terhadap misteri eksistensi manusia (begitu kata erich fromm)

    dear mba dewi,
    nama saya valent hartadi dari majalah NEA (free mag) yang diterbitkan oleh Kompas. kami ingin mewawancarai mba dewi untuk dimuat dalam rubrik profil di majalah kami tersebut. mohon responsnya. saya bisa dihubungi di valent@kompas.co.id. terima kasih. (valent)

  6. valent said,

    September 12, 2007 at 8:14 pm

    saya bisa dihubungi di valent@kompas.co.id. terima kasih.

  7. ______________________ said,

    September 12, 2007 at 8:23 pm

    Bagiku, cinta adalah berbagi sepotong kue bolu. Ia keluar tiba-tiba tiba dari balik kotak bekal makan siang, serupa soda yang mendesak keluar ketika tutup botol coca-cola dilepaskan.

    Ceritanya begini: sewaktu masih duduk di sekolah dasar, aku berkenalan dengan seorang anak perempuan. Aku tak perlu menyebutkan namanya, sebut saja Bunga (seperti dalam koran atau teve, perempuan yang tak mau disebut namanya selalu dipaksa bernama Bunga, bukan?). Ketika kami bertemu dan saling menatap, ada perasaan janggal yang mengubak hatiku. Mendesir gamang di seluruh persendianku, membuatku jadi mules dan tak kuat menatap matanya terlalu lama.

    Aku suka dia. Aku tak tahu pada mulanya, tetapi aku jadi tahu ketika aku mendapati diriku suka mengejarnya setiap jam istirahat. Ia lari, tentu saja. Tetapi setiap kali ia terhenti karena capek meloloskan diri dari kejaranku, aku tak pernah menangkapnya! Aku justru mengejeknya, mencibirnya, entah kenapa. Lalu dia balik mengejarku. Terus begitu berlangsung cukup lama.

    Hingga pada suatu hari (seperti dalam cerita, seperti biasanya, selalu ada “suatu hari”—momentum yang sepertinya paling ditunggu para pendengar dan pembaca dongeng, dan karena mengetahui hal itu, para pendongeng biasanya melafalkan kalimat “pada suatu hari” dengan mimik yang kadang berlebihan, seperti mimik wajak Pak Habudi di Republik Mimpi itu, lho!), anak perempuan itu tak lagi lari ketika kukejar. Ia justru santai duduk saja di kursi taman sekolah. Maka duduklah aku di sampingnya. Tak lama, ia mengeluarkan kotak bekalnya. Wangi bolu nanas segera menyandera hidungku.
    “Ini untukmu!”, katanya ketika memberikan sepotong kue bolunya untukku. Aku tersintak. “Untukku?”, tanyaku. Ia mengangguk. Dengan malu-malu kuterima sepotong kue bolu itu, “makasih ya!?”.
    Sejak itu, tak ada lagi dua kanak-kanak yang saling berkejaran setiap jam istirahat. Yang tersisa adalah dua kanak-kanak yang selalu berbagai bekal dari kotak bekalnya masing-masing.

    Barangkali, benar kata Dee, cinta adalah saling bertukar dan saling menangkap. Seperti dua kanak-kanak dalam ingatanku yang selalu saling bertukar bekal. Saling bertukar tatap ketika keduanya duduk bersama mengistirahatkan tungkai kaki mereka yang lelah, setelah sekian lama saling berkejaran.

    ***

    Tapi, pastilah itu bukan cinta! Sebab kini aku merasa cinta selalu tak pernah tepat ketika berusaha didefinisikan. Aku tak mau membatasinya dengan kata “adalah” atau “pastilah”, aku tak mau merusak ingatanku tentang dua kanak-kanak yang saling bertukar bekal. Sebab setiap kali kuceritakan, aku sealalu merasa gagal menceritakan.

    Andai saja tak ada ingatan. Mungkin kita tak perlu risau terhadap jejak yang kita tinggalkan. Biarlah masa lalu jadi milik masa lalu. Maka kini jadi milik masa kini. Dan esok menjadi milik esok saja. Kalau saja begitu, barulah aku bisa mendefinisikan cinta.

    Ah, benar juga kata Pablo Neruda, love is so short, forgetting is so long.

    –Fahd

    PS. Mbak Dee, mungkin cinta itu seperti kue bolu, ya? Ketika Mbak Dee yang mencicipinya, Mbak Dee mungkin bisa bilang, “hmm…kue bolu ini enak!”. Tapi ketika saya mencicipinya, saya selalu merasa nggak bisa memberikan penilaian: enak, tidak enak, manis, kurang manis dan seterusnya. Mungkin ini karena pengalaman saya dalam menemukan dan mencicipi kue bolu yang masih terbatas. Saya baru mencicipinya sekali saja. Dan cukuplah sekali saja. Saya tak mau berusaha mendefinisikan kue bolu. Saya selalu sulit membedakan antara kue bolu dan rasanya. : )

  8. MOMMO said,

    September 13, 2007 at 9:07 am

    wah, bahasanya keren banget :D tambah gemuk nuraniku ini kalau sering baca tulisan mbak dewi :D

  9. Dedi said,

    September 14, 2007 at 2:51 am

    Hati-hati degan cinta dan kasih sayang tumbuh tampa pengertian akan mendatangkan kesedihan dan ketakutan karana kemelekatan.

    Cinta membuat kita tertawa,ceria,bahagia…dan berujung kepada dukkha…karena cinta buta…

    Namo Budhhaya…

    Dedi

  10. Puput said,

    September 15, 2007 at 8:23 pm

    barangkali aku cinta kamu miss dee

    *hug*

  11. Dewi Lestari said,

    September 15, 2007 at 9:23 pm

    Ketika Cinta dijadikan pertanyaan yang berharap akan berujung pada sebuah jawaban, yang terjadi adalah penelusuran tiada habis dan tiada tepi.

    Saya ingin highlight apa yang diungkap oleh Fahd: kadang sulit membedakan bolu dan rasanya. Dan kadang kita berusaha memisahkan keduanya. Tapi bolu dan citarasanya seolah hadir sebagai satu kesatuan.

    Saya jadi teringat analogi ini: life is a struggle of separating milk from the butter. We know it’s futile, but we also know that the butter is made up from milk. The struggle ends when we can recognize the milk from the butter, without having to separate the two. So it’s not a matter of separating, but recognizing. Embracing the butter as a whole, without mistaking the butter from the milk.

    Seperti dua anak kecil yang berkejaran, dua unsur ini; Yin dan Yang, maskulin dan feminin, berputar saling mengejar agar roda samsara ini bergulir terus. Roda yang sama ada dalam diri kita, membuat kita mencari, mengejar, dan bertujuan. Hingga tiba saatnya kita “lelah” dan beristirahat sejenak. Dalam istirahat itulah, dua unsur tadi berdamai, tiada lagi polaritas, dualitas, permainan. Hanya ada. Entah berapa lama istirahat itu berlangsung, hingga keduanya saling bertatapan lagi, lalu berkata: “Kejar-kejaran lagi yuuuk…”

    And so it began, again. And again.

    ~ D ~

  12. always ratna said,

    September 18, 2007 at 8:55 pm

    Ya Tuhan, aku cinta pada blog ini, aku cinta pada Mbak Dewi, fiuuuh!

  13. rievees said,

    September 29, 2007 at 5:26 am

    A friend of mine once say: “Love is only bout how to control our mind”
    What do u think bout that?

  14. Wazeen said,

    October 2, 2007 at 5:51 am

    waduh posting tentang cinta lagi, sy jadi bingung, sy masih kering banget dari yang nama cinta sejati itu (true love), btw sy dengar mbak Dee lagi nulis buku non fiksi tentang global warming yaks?, sekedar opini saya, kayaknya sih sampai saat dan detik ini isu global warming masih menjadi isu yang sangat elit, it will be good kalau dalam bukunya mbak dee yang sedang ditulis juga menyinggung elitisme isu global warming, it’s true global warming memang isu elit dan hanya orang akademisi yang aware, tapi dampak dari global warming ini tidak memandang elit dan proletar lagi, it’s all about our beloved earth…

  15. chindy said,

    October 6, 2007 at 5:27 am

    Keseluruhan dia sangat memikat. Dia menyuarakan lebih dulu kepadaku,
    “kamu sangat memikat” dan saya? Saya hanya mampu diam lalu sebagai
    jawabnya saya hanya bisa menuliskan kata “kangen” dlm beberapa teks instan yg saya
    kirim padanya. Tak berani lebih. Kangen adalah suara yg nyata kuat
    menggedor dalam lolongan panjang pendek di ruang hati saya. Kangen untuk saling urai ujung gelisah. Kangen jua yang memaku hati hingga ingin rasanya memaku waktu, agar jumpa sua tiada kenal batas waktu, tiada lonceng penanda ujung waktu b’sua telah sampai ..berat rasanya meninggalkan momen2 yg penuh
    warna, dan ruang hati yang teduh, ruang yang beri keleluasaan tanpa batas untuk ekspresikan diri apa adanya…
    perjumpaan-perjumpaannya dengan hidup diuraikan padaku, disajikan dg kejujuran dan kepolosannya yg sekali lagi sangat memikat..bahkan seksi..Malam ketika kami berbincang berdua, besar dorongan dalam hati untuk membelai, mengusap kepalanya..Eeh, tak lama berselang dia mengungkapkan
    intimacy baginya tak mesti seks, tangan digenggam atau belaian hangat di kepalanya sudah sarat makna baginya. Nah lo! Pucuk dicinta ulam pun tiba.
    What a coincidence! Kok bisa pas banget! Makin berlipat-lipat daya pikatnya rasanya. Teman saya bilang itu namanya ‘godo’..godaan, dan berpesan hati2 dg hatimu…
    Dee, apa yg kelak jadi pandu hidupku biarlah kupasrahkan pada proses.
    Yang pasti, rasa demen, teduh dan nyaman bersamanya nyata hadir. Saya
    tidak akan mengubur rasa yang membakar hati saya saat ini. Seperti yang disarankan seorang teman,”galilah lubang tiap rasa itu datang, jangan ragu kubur dan timbun yang padat”, namun kenapa harus memungkiri? hanya karena dia jauh lebih tua, hanya karena beda etnis atau hanya karena sekian, sekian sekat tembok yang sengaja kita bangun tinggi-tinggi..bobot bibit bebet bahasa adabnya…Saya memilih menikmatinya, merasakan tiap momen betapa leluasanya ruang diri yang dibuka olehnya, leluasa untuk unjuk diri apa adanya. Ngga ada jaim-jaiman.Dan bagi saya, alangkah indah ketika cerita hidup nan terangkai di hati bersambut dan punya tempat di hatinya. Isi hati saling berbalas, dalam jalur yang beriringan dengan jalinan yang berpresisi tinggi..hingga…
    berlari kencang sekencang apa pun tiada ragu, tiada takut genggaman kan lepas…
    Bersamanya, really make me feel like a way home..terlalu pintas jika semua rasa ini saya bingkai dalam kata
    c i n t a..
    Biarlah saya mengikuti alur alirnya, kelok arusnya..saat dia mengalir tanpa halang, saat terbentur dan bahkan saat buntu…biarlah saya hanya merasa, merasa dan merasa..

    ps. Dee, someone special ini..the one whom ever i told u remind me of Herman Suherman… the one who told me about how special Sunda and Sanskrit languange…keduanya terbukti sebagai bahasa bunyi dengan tingkat bias persepsi makna terendah dengan kata lain makna tiap bentukan kata adalah pasti, tidak ambigu. Whuaaow, keren amir jee;)

  16. Avatar said,

    November 16, 2007 at 4:13 am

    aku suka bacanya..
    sangat ‘dee’ sekali.
    dan jadi speechless….
    cinta, baru beberapa hari yang lalu kehilangan itu, dari seorang ibu yang sudah bahagia melewatkan sakaratul-maut…
    dan hidup sekarang jadi kosong banget, antara bising lalu-lalang orang, dan buntu pikiran…

    keep writing an inspiring things, dee…
    just love to read it…

    regards
    ordinary me…

    http://avatar-realm.blogspot.com/

  17. boim said,

    December 13, 2007 at 10:03 am

    iyahhh…
    barangkali frame kata2 terlalu sempit untuk memaknai cinta…
    terlebih jika cinta bukan hanya kaitan rasa 2 manusia, melainkan semesta dan setiap bagianNYA…
    dengan cinta…
    semoga semua makhluk berbahagia..:P

  18. vina said,

    December 25, 2007 at 12:26 am

    beautiful words come from a beautiful mind.

    like you…

  19. Beldy said,

    May 22, 2008 at 11:19 am

    Cinta (Ciuman Nikmat Tanpa Arah).
    Menyadari tak mencoba saling memahami, Membunuh makna yang sebenarnya,
    Menjadi candu pelengkap kehadiranya,
    Menjadi Kekuatan yang merajai fantasinya
    Menjadi bangga karna merasa bisa mengatasinya

    Cinta menjadi biasa karna kehilangan makna sebenarnya

    ‘Rasakan cinta

    Nimatin Cinta

    Sayangi Cinta seputih hatinya.

    Bisakan cinta Bersuara.

  20. bionderz said,

    June 27, 2008 at 5:32 pm

    begitu menarik …
    tapi tidak nyata
    sayang….

  21. Vay said,

    August 21, 2008 at 5:48 pm

    Mba dew, aq suka banget puisi ini..Aq numpang ijin mo letak di blogku yaa, tp nama pengarangnya aq tulis kok..Boleh ya?? Makasii..

  22. laksanabaron said,

    September 17, 2008 at 9:32 pm

    cinta hanya nikmat diteotrikan dan didramatisasi

    substansi praktis cinta adalah responsibility

    hidup gak perlu cinta………….. tapi responsibility

    belajarlah menyikapi hidup apa adanya

    jangan dibutakan oleh nafsu ragawi berselimut cinta

    SADAAAAR……

  23. Jaka said,

    October 21, 2008 at 2:27 am

    Cinta sih cinta ….. tapi kenapa gambarnya seperti itu ya ?

  24. senyum said,

    October 22, 2008 at 6:25 pm

    cinta…. mungkin ketika aku merasa damai saat tenggelam dalam hangat tubuhnya. Ketika seluruh dunia serasa berada di sekelilingku saat ku ku dekap tubuhnya… Dan mungkin cinta lah yang membuatnya berkata “kamu aneh… Pengennya minta dipeluk terus”

    itulah cinta bagi ku…. berbagi pelukan dalam keheningan. berbagi rasa tanpa perlu saling sibuk menyusun ratusan aksara. berbagi indah saat dalam keadaan kucel and the kumal. berbagi senyum tanpa harus saling melempar joke.

    dan mungkin cinta lah yang membuat aku tetap bertahan di tengah lumpur yang menyesakkan ini, dengan hanya bergantung pada satu pelukannya.

  25. ve said,

    October 24, 2008 at 3:13 am

    barangkali cinta,
    jika keresahan selalu ada, tanpa disadari.

  26. .......................................... said,

    November 10, 2008 at 7:59 am

    keren banget….
    tp kenapa picnya itu ya??

  27. diar said,

    November 11, 2008 at 5:29 pm

    Cinta…
    adakah yang sempurna?

  28. lusy said,

    November 18, 2008 at 4:38 pm

    iya, gambarnya kok begitu sih???
    ini dewi lestari asli pa bukan yaa…
    kok gambarnya gitu siiiihhhh….

  29. Dinda said,

    November 21, 2008 at 12:18 am

    Membaca tulisannya mba dee menyadarkanku hari ini bahwa hari ini aq jatuh cinta padanya …. tapi terasa sakit ketika tau aq tak bisa bersamanya …

  30. sAn said,

    November 21, 2008 at 3:00 am

    Cinta emang gak bisa di toleransi, sekali kita di kecup olehnya, selamanya akan membekas, entah itu pahit atau manis. Cinta memang dahsyat, mengubah segalanya, si ‘pintar’ menjadi ‘bodoh’. Cinta dan segala yang ada padanya memang sulit di mengerti, tp gak usah berfikir untuk cinta. Cukup rasakan. dengarkan dan nikmati.

  31. rah said,

    November 23, 2008 at 10:05 pm

    dee,

    untung indonesia punya orang talenta like u….

    keep it for better world

  32. tri sutrisno said,

    November 26, 2008 at 12:14 am

    saya udah masuk ke spasmicallyperfect.wordpress.com tapi kayaknya ga nemu gambar cewe telanjang..

    apa gambarnya ada yang ngerubah ya?

  33. lia said,

    November 26, 2008 at 9:48 pm

    kerennnnnnnnnnn abis

  34. yoyosonor said,

    November 27, 2008 at 1:06 am

    barangkali cinta…….
    mungkin itu yang masih ada dipikiranku….

    atau barangkali cinta belum berpihak kepadaku….
    ketika aku mulai meraihnya dia pun pergi meninggalkanku..
    ketika aku muali memberi sinar yang berbentuk kasih
    dia pun menghilang ntah kemana
    aku bingung dengan kegelapan yang trus mengikutiku……

    pusing mbak dewi…..dengan cinta

  35. pasha said,

    November 29, 2008 at 3:55 am

    dee…
    gue bangetttttttttt…
    lv u dee..

    aq menangis dalam kesenanganq.. terperangkap dalam rindu yg terlarang..
    menggantungkan asa yg tak ada akhir.. tenggelam dalam khayalan.. terbuai dalam imajinasi..antara hayal dan realita… antara ada dan tiada..

    kami dekat dalam rasa.. kami dekat dalam imajinasi.. tapi kami juga sadar tak bisa saling memiliki….

    kok jadi curhat… cayoo dee… q tunggu karyamu selanjutnya..

  36. prass said,

    December 3, 2008 at 7:46 am

    munkin aku sudah pernah merasakan cinta.. tapi setelah kunikahi seorang gadis.. c i n t a tidak pernah cukup mendefinisikan, menjelaskan, menjadi arti atas apa yang kurasakan dan kujalani…
    sejenak ku teringat akan karuniaNya..
    trimakasih Tuhan atas apa yang ada dalam hidupku….

    untuk mbak dee..
    cinta hanya angan… manusia pasti berubah… semua pasti tidak akan selalu sama… tapi syukurilah yang ada dalam hidup… coz life must go on… tidak hanya untuk kita, tapi untuk yang mencintai kita…

  37. alex said,

    December 4, 2008 at 8:36 pm

    cinta itu cepat atau lambat pasti akan sirna

  38. liea.nr said,

    December 6, 2008 at 10:51 am

    ingin sekali bisa buat puisi indah seperti mu. rasanya luas tak terbatas, seprti supernova yang akhirnya membuatku begitu mengagumimu. apakah harus dengan melalui perjalanan nan panjang dan banyak viariasi ku bisa seperti mu Dee?

    ps :
    kpn ke jogja, senang sekali melihat face to face. walo sekilas tanpa menyapa..kubahagia bertemu idola

  39. Ejow said,

    December 9, 2008 at 1:06 am

    di tulisan teh dee yg ini..ada salah satu paragraf yg aq suka banget…
    “Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana.

  40. Ejow said,

    December 9, 2008 at 1:14 am

    Barangkali cinta…tulisan teh dee yg ini bikin aq merinding. speechless juga. ada satu bagian yang aq suka banget dan tiap baca bagian ini selalu bikin aq meyakini sesuatu. meyakini bahwa ternyata waktu yang berlalu, walopun sempat tidak bertemu dengan dia beberapa lama, tidak membuat ‘rasa ku’ ini berkurang padanya. entah apa yg membuat ku begitu menyayanginya…

    “Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana.”

    Tetap semangat teh dee…and keep writing..^-^
    Ganbate Kudasai….

  41. mee_a said,

    December 9, 2008 at 8:56 pm

    ohoy…mbak dew !!!
    seneng banget deh bisa bertemu orang kayak mbak dewi ne.
    i’m totally love all ’bout u …
    ‘n always …
    idealis banget keliatannya
    cinta seperti kata siapa gitu,
    ” love is like sand in the hand, the more you keep it the more you loose it”
    (iya gk sih?! )

  42. Dini said,

    December 10, 2008 at 11:18 pm

    Cinta…? apa sih? jujur, ga tau kenapa susah banget ya buat suka ma seseorang. entahlah..
    tuLisannya bagus banget…. aduh ampe bingung mau komentar apa. hhe

  43. uky said,

    December 12, 2008 at 1:39 am

    bingung????????…………….

  44. ntri.. said,

    December 12, 2008 at 11:54 pm

    cinta itu…knapa mesti dipisahkan…hanya karna perbedaan agama

  45. riri said,

    December 18, 2008 at 5:33 am

    slam knall mbak dee…sy knal tulisan mba dee.krn ade sy (alm) yg anak sastra di UNHAS makassar..dia bisa nulis juga,,tulisannya kayaknya ngikutin gyanya mba dee dlm bertututr.. sy juga pengen loh…tp nggak bisa2,,,,hmmm…cinta…entahlah…bgi sy yg ditinggal kawin pacar(WKKKKKW) mungkin hanya persoalan saling mengkompromikan segala sesuatu.

  46. love said,

    December 26, 2008 at 3:49 am

    cinta… sesuatu yang hanya bisa aku dan dirimu rasakan ..seberapapun jauh aku mendefinisikannya semakin jauh diri ini tuk merasakan rasa cinta itu … cinta tak bisa didefinisikan.. cinta hanya bisa dirasakan dan dinikmati setelah itu lepaskanlah jika cinta itu ingin pergi dari diriku dan dirimu karna saat -saat kita lepaskan sebenarnya saat itulah aku dan kamu tlah menemukan definisi untuk cinta yang hadir dalam hidupmu dan hidupku

  47. lee~ya said,

    December 27, 2008 at 2:16 am

    jujur, ada kekaguman terbesir d hti ketika mendengar nama DEWI LESTARI…
    kadang2 trpikir utk curhat.

  48. lee~ya said,

    December 27, 2008 at 2:24 am

    jika cinta tak prnh egois, mgkin aq tak akn prnh terlka sprti ini

  49. arga windu said,

    December 27, 2008 at 6:29 pm

    ..lyrick ini dahsyat “Karena kau tak lihat terkadang malaikat
    Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan” , malaikat tak bersayap… , .. malaikat asli yang pernah saya temui memang tak bersayap, tidak seperti yang di bayangkan orang selama ini, malaikat ada di hati kita . Mereka memliki cinta , Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan. .. ada di setiap nadi kata-kata puisi ini, adakah malaikat telah penuhi hatimu Dee..

  50. viet said,

    December 29, 2008 at 7:45 am

    cinta..
    tak kumengerti,, sekarang ingin, besok tak ingin

    cinta,, semua kisahnya sama saja

    bahagia dan pedih.

  51. dhini said,

    January 18, 2009 at 3:53 am

    mbak, minta ijin ngopi puisi ini untuk dimasukin ke blog-ku…[ciprutkirei.blogspot.com]
    I really love this poem…hihihi….great thoughts ^_^

  52. uwie said,

    January 18, 2009 at 4:53 am

    cinta itu …
    ever thine …
    ever yours…
    ever ours …
    - Beethoven 6 July -

  53. tedy santibalo said,

    February 6, 2009 at 1:08 am

    menyentuh banget lagu malaikat juga tahu,maknanya dalammmmmm,banget, bravo moga-moga novelnya bisa dibikin film

  54. na_ said,

    February 19, 2009 at 10:47 pm

    miss dee..
    u`re my inspiration…
    aku yang dulu buta akan bahasa cinta,
    namun kini mulai terbuai karenanya..

  55. jeni said,

    February 22, 2009 at 12:47 am

    Mbak dee,
    Aku baca,
    Aku suka,
    Aku copy,
    Aku paste ke note fb aku,
    Maaf ..
    Suksma.

  56. adi said,

    March 1, 2009 at 10:27 pm

    dia mendengar pada saat aku marah
    dia menuntun pada saat aku tersesat
    dia menegur pada saat aku bingung

    dia menghibur pada saat aku sedih
    dia merangkul pada saat aku letih
    dia merawat pada saat aku sakit
    dia menopang pada saat aku terpuruk

    dia selalu di sebelahku
    dia mencintaiku tanpa pernah berkomentar

  57. rahmat said,

    March 23, 2009 at 10:39 pm

    dee… If you don’t mind, I really need to make a communication to you.
    I need your email.
    it is all becauase i want to analyse your lates work “Recto verso” using CDA theory from Fairclough.

  58. momo said,

    April 3, 2009 at 9:57 pm

    satu lagi hari ini…
    mbak dewi… mantapp lah pokoknya..
    hadu, anda terlihat sangat menikmati hidup..

  59. muchu said,

    April 30, 2009 at 3:50 am

    alow…salam bravo buat DEE…aku kagum terkesima, sampai2 mata selalu berkaca2 setiap membaca pikiran2 dee…cerita2 dee, dan lain2 nya….entah kenapa selalu ada hubungan nya dengan hidup aku…aku malah yakin kalau dikehidupan terdahulu kita berdua sangat akrab…thanks dee…semua yg dee terjemahkan …apapun tentang cinta dan lain lainnya itu…setiap kalimatnya memperpanjang umurku 1 hari…

  60. NADH said,

    May 7, 2009 at 7:40 pm

    mba dee…………
    ak nge-fans sama supernova ..
    keren bangetttt …

    telat banget kali yya ..
    baruu baca hari gini ..

    tapi yang penting ..
    aku suka banged ma ceritanya ..

  61. Bru said,

    May 13, 2009 at 2:36 am

    “Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah”
    “TIDAK ADA SATU ORANG PUN AKAN MENEMUKAN CINTA SEJATINYA”.
    karena hal diatas “.” seperti itu bukan cinta.
    Cinta Sejati ADA diantara bumi dan dibawah langit, diantara proton dan elektron, diantara samudra dan daratan, diantara indra (panca) dan logos (alam lain), diantara Parama siwa dan mata, diantara makrokosmos dan mikrokosmos, diantara cipta dan karsa diantara roh kudus dan amin, diantara sapta loka dan sapta patala, diantara muslim dan allahNya, diantara Rama dan Shinta, diantara mesias dan tuhan bapa, diantara ….

  62. myscha said,

    May 23, 2009 at 2:51 am

    -CINTA- Cuma Ingin NTau Aja…
    klo udah tau belangnya atau ga satu visi dan se prinsip sma jalan fikir kita mungkin ga bisa di bilang masih cinta..
    mba dee.. tulisan nya kereen ;)

  63. chee said,

    September 11, 2009 at 1:10 am

    it’s so beautiful
    I kept reading it again…and again….
    When I read it for the third times I even tried to translate it into English coz I have an American friend who loves poems. And I want to read this for him….^^

Post a Comment