<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 03:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: ulu</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-957</link>
		<dc:creator>ulu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 06:12:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-957</guid>
		<description>halo, teh.&lt;br/&gt;saya ulu dari mahanagari.&lt;br/&gt;mau ngajakin teh dee &amp; suami untuk kami foto dengan desain terbaru kami: Rama-Shinta. &lt;br/&gt;kami sengaja pilih satu pasangan yang Bandung banget dan pasangan yang menyenangkan ;) teh dee dan Marcell cocok. &lt;br/&gt;tentang Mahanagari, bisa dilihat di http://mahanagari.multiply.com/&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;oiya teh, email saya mahanagari@gmail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo, teh.<br />saya ulu dari mahanagari.<br />mau ngajakin teh dee &#038; suami untuk kami foto dengan desain terbaru kami: Rama-Shinta. <br />kami sengaja pilih satu pasangan yang Bandung banget dan pasangan yang menyenangkan <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  teh dee dan Marcell cocok. <br />tentang Mahanagari, bisa dilihat di <a href="http://mahanagari.multiply.com/" rel="nofollow">http://mahanagari.multiply.com/</a></p>
<p>oiya teh, email saya <a href="mailto:mahanagari@gmail.com">mahanagari@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-935</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 16:20:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-935</guid>
		<description>mungkin peran orang-orang yang sadar tentang lingkungan memang seperti itu.menyebarkan informasi,menyebarkan kesadaran,menularkan -meminjam istilah Mba Dee di supernova:ksatria dan bintang jatuh- &#039;virus&#039; tentang kerusakan lingkungan dan tindakan-tindakan apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;G</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin peran orang-orang yang sadar tentang lingkungan memang seperti itu.menyebarkan informasi,menyebarkan kesadaran,menularkan -meminjam istilah Mba Dee di supernova:ksatria dan bintang jatuh- &#8216;virus&#8217; tentang kerusakan lingkungan dan tindakan-tindakan apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya.</p>
<p>G</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: paul dinardi</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-884</link>
		<dc:creator>paul dinardi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 13:31:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-884</guid>
		<description>saya pikir bermakna sekali untuk membuat suatu perbedaan walaupun dimulai dari diri sendiri... saya jadi teringat juga dengan slogan rekan saya yang bekerja sebagai manajer... we can&#039;t change people, we can only change the environment</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pikir bermakna sekali untuk membuat suatu perbedaan walaupun dimulai dari diri sendiri&#8230; saya jadi teringat juga dengan slogan rekan saya yang bekerja sebagai manajer&#8230; we can&#8217;t change people, we can only change the environment</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chindy</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-859</link>
		<dc:creator>chindy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 16:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-859</guid>
		<description>“Apa sih arti perbuatan kita kalau kita hanya seorang diri memisah sampah, membuat kompos, hemat listrik, hemat air, mengurangi makan daging, mengurangi konsumerisme, sementara jutaan orang di luar sana tidak peduli dan terus menjalankan hidupnya seperti biasa?” &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dee, sewaktu kecil saya selalu mengamati cara Erl-Cie keramas. Unik. Air bilasan pertama sebelum rambut berbuih sampo, air tsb selalu ditampung, lalu dipakai lagi untuk membilas rambut ketika sudah berbuih. Pemandangan ini masig detil terekam dalam ingatanku. Dan ini sangat mempengaruhi caraku memperlakukan air. Kalo cuci buah, sayang rasanya bila air bilasan terbuang begitu saja. sebisa mungkin saya berusaha mencari baskom atau wadah apa saja untuk menampung. Untuk kemudian dipakai bilas gelas kek, bilas sendok kek atau siram tanaman.&lt;br/&gt;Sekecil apa pun sesuatu hal yang dilakukan, membawa suatu pesan yang HIDUP. Pesan yang hidup mudah menghidupkan bagian yang sama dalam diri. Tiap kita punya peduli, melihat peduli itu begitu Hidup dan berapi2 dalam diri orang lain, pasti ada pengaruhnya pada benih peduli dalam diri kita. Respek yang HIDUP dalam diri orang lain akan menyentil bakat respek dalam diri kita. Getok tular kata orang Jawa. &lt;br/&gt;Menurut saya, apa yang kita lakukan adalah memncoba memperbaiki cara kita memandang Bumi. Bumi dan segala isinya selama ini kita perlakukan tak lebih dari sebuah produk. Kacung pemuas kebutuhan kita. Tafsir kata &#039;Kuasai&#039; mengantar kita pada wajah Bumi kita detik ini. Segala bentuk kehidupan yang ada di muka Bumi adalah komoditi yang punya nilai jual. Habis2an alam dikeruk. Rasa2nya kita jadi sangat kreatif, hampir tak ada yang tak bisa dijadikan duit. Sepuluh tahun lalu tidak pernah terpikir air harus dibeli. tiga tahun lalu sepupu saya menawarkan satu paket O3, 500rb. Udara kualitas terbaik katanya. Sekujur tubuh Bumi dikapling pemilik modal. Jaman imperalis yang dikapling tanah. Lepas Revolusi Industri mata kita berlipat2 lebih jeli melihat apa saja yang bisa dikapling. Perut Bumi dikuras, Hutan dibotakin, air di&#039;aman&#039;kan oleh perusahaan. Sekarang yang lagi marak adalah kaplingan atmosfer....&lt;br/&gt;kalo di klaten ada komoditi lain yang mungkin sulit dipercaya..tuyul. ada pasar tuyul. kalo minat datang saja sendiri dan  bisa milih lo...wueleeh,wueeleh jadi ngelantur&lt;br/&gt;Namun demikianlah sepak terjang keserakahan yang telah dipilih untuk dipertuhankan manusia sekarang. &lt;br/&gt;    Kembali ke pada setiap upaya yang mungkin terkesan remeh, sepele. Memulihkan hati bukanlah remeh. memperbaiki hubungan kita kembali dengan Alam tidaklah sepele. Beberapa minggu yang lalu saya bertanya pada pak Daliman, &quot;Mengapa sih kita bisa begitu merusak Alam?  mungkin karena kita memang sudah sangat jauh dan asing terhadap Alam ya?&quot;&lt;br/&gt;&quot;Pagi sekarang tidak seceria dulu &quot;kata pak Daliman, laboran di pusk kami. Dulu, menjelang pagi saat masih gelap saya suka sekali ke sungai hanya untuk mendengarkan gemericik aliran air, daun-daun seolah mantuk-mantuk menyapa. Burung-burung berlomba bernyanyi. ceria sekali! Sekarang...saya tidak bisa merasakannya lagi. Pagi tidak seramah dulu. Bangun pagi, dimana2 saya ketemu manusia, terlalu banyak manusia. suasana rasanya dingin. rasanya alam menarik diri, mungkin marah sama ulah kita. entahlah...sambat pak Daliman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“Apa sih arti perbuatan kita kalau kita hanya seorang diri memisah sampah, membuat kompos, hemat listrik, hemat air, mengurangi makan daging, mengurangi konsumerisme, sementara jutaan orang di luar sana tidak peduli dan terus menjalankan hidupnya seperti biasa?” </p>
<p>Dee, sewaktu kecil saya selalu mengamati cara Erl-Cie keramas. Unik. Air bilasan pertama sebelum rambut berbuih sampo, air tsb selalu ditampung, lalu dipakai lagi untuk membilas rambut ketika sudah berbuih. Pemandangan ini masig detil terekam dalam ingatanku. Dan ini sangat mempengaruhi caraku memperlakukan air. Kalo cuci buah, sayang rasanya bila air bilasan terbuang begitu saja. sebisa mungkin saya berusaha mencari baskom atau wadah apa saja untuk menampung. Untuk kemudian dipakai bilas gelas kek, bilas sendok kek atau siram tanaman.<br />Sekecil apa pun sesuatu hal yang dilakukan, membawa suatu pesan yang HIDUP. Pesan yang hidup mudah menghidupkan bagian yang sama dalam diri. Tiap kita punya peduli, melihat peduli itu begitu Hidup dan berapi2 dalam diri orang lain, pasti ada pengaruhnya pada benih peduli dalam diri kita. Respek yang HIDUP dalam diri orang lain akan menyentil bakat respek dalam diri kita. Getok tular kata orang Jawa. <br />Menurut saya, apa yang kita lakukan adalah memncoba memperbaiki cara kita memandang Bumi. Bumi dan segala isinya selama ini kita perlakukan tak lebih dari sebuah produk. Kacung pemuas kebutuhan kita. Tafsir kata &#8216;Kuasai&#8217; mengantar kita pada wajah Bumi kita detik ini. Segala bentuk kehidupan yang ada di muka Bumi adalah komoditi yang punya nilai jual. Habis2an alam dikeruk. Rasa2nya kita jadi sangat kreatif, hampir tak ada yang tak bisa dijadikan duit. Sepuluh tahun lalu tidak pernah terpikir air harus dibeli. tiga tahun lalu sepupu saya menawarkan satu paket O3, 500rb. Udara kualitas terbaik katanya. Sekujur tubuh Bumi dikapling pemilik modal. Jaman imperalis yang dikapling tanah. Lepas Revolusi Industri mata kita berlipat2 lebih jeli melihat apa saja yang bisa dikapling. Perut Bumi dikuras, Hutan dibotakin, air di&#8217;aman&#8217;kan oleh perusahaan. Sekarang yang lagi marak adalah kaplingan atmosfer&#8230;.<br />kalo di klaten ada komoditi lain yang mungkin sulit dipercaya..tuyul. ada pasar tuyul. kalo minat datang saja sendiri dan  bisa milih lo&#8230;wueleeh,wueeleh jadi ngelantur<br />Namun demikianlah sepak terjang keserakahan yang telah dipilih untuk dipertuhankan manusia sekarang. <br />    Kembali ke pada setiap upaya yang mungkin terkesan remeh, sepele. Memulihkan hati bukanlah remeh. memperbaiki hubungan kita kembali dengan Alam tidaklah sepele. Beberapa minggu yang lalu saya bertanya pada pak Daliman, &#8220;Mengapa sih kita bisa begitu merusak Alam?  mungkin karena kita memang sudah sangat jauh dan asing terhadap Alam ya?&#8221;<br />&#8220;Pagi sekarang tidak seceria dulu &#8220;kata pak Daliman, laboran di pusk kami. Dulu, menjelang pagi saat masih gelap saya suka sekali ke sungai hanya untuk mendengarkan gemericik aliran air, daun-daun seolah mantuk-mantuk menyapa. Burung-burung berlomba bernyanyi. ceria sekali! Sekarang&#8230;saya tidak bisa merasakannya lagi. Pagi tidak seramah dulu. Bangun pagi, dimana2 saya ketemu manusia, terlalu banyak manusia. suasana rasanya dingin. rasanya alam menarik diri, mungkin marah sama ulah kita. entahlah&#8230;sambat pak Daliman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: I Gede S. Aryana</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-836</link>
		<dc:creator>I Gede S. Aryana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 02:38:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-836</guid>
		<description>Dee,&lt;br/&gt;Sekali lagi terima kasih karena telah menjadi lilin sekaligus cerminnya.&lt;br/&gt;Pagi ini istri saya mengirim sms, meminta saya mencari informasi ttg Lubang Resapan Biopori yang ditemukan seorang dosen IPB.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya segera cari di Internet dan menemukan bbrp artikel dari Kompas. Saat itu rasanya terharu sekali mengetahui ada banyak sekali orang yang menyadari peranan bumi ini bagi kehidupan kita, dan lalu melakukan sesuatu untuk membalas kebaikan bumi itu, atau setidaknya tidak menambah luka baru bagi ibu pertiwi tercinta. Saya kumpulkan artikel-artikel itu lalu saya sebarkan kepada teman-teman lewat email. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga kesadaran itu terus menyebar tanpa batas, dan semoga ada yang terketuk hatinya untuk melakukan satu tindakan nyata, sebagai satu bentuk Act of Random Kindness (ARK).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Be good, be happy and be mindful.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dee,<br />Sekali lagi terima kasih karena telah menjadi lilin sekaligus cerminnya.<br />Pagi ini istri saya mengirim sms, meminta saya mencari informasi ttg Lubang Resapan Biopori yang ditemukan seorang dosen IPB.</p>
<p>Saya segera cari di Internet dan menemukan bbrp artikel dari Kompas. Saat itu rasanya terharu sekali mengetahui ada banyak sekali orang yang menyadari peranan bumi ini bagi kehidupan kita, dan lalu melakukan sesuatu untuk membalas kebaikan bumi itu, atau setidaknya tidak menambah luka baru bagi ibu pertiwi tercinta. Saya kumpulkan artikel-artikel itu lalu saya sebarkan kepada teman-teman lewat email. </p>
<p>Semoga kesadaran itu terus menyebar tanpa batas, dan semoga ada yang terketuk hatinya untuk melakukan satu tindakan nyata, sebagai satu bentuk Act of Random Kindness (ARK).</p>
<p>Be good, be happy and be mindful.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bedh</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-832</link>
		<dc:creator>bedh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 23:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-832</guid>
		<description>kalo cuma jadi korek wat nyalain lilin boleh nggak? &lt;br/&gt;huhuhuu&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;----------------&lt;br/&gt;boleh nggak boleh blog ini saya link ke tempat saya&lt;br/&gt;huhuhuhu senangnya menjadi egois.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo cuma jadi korek wat nyalain lilin boleh nggak? <br />huhuhuu</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />boleh nggak boleh blog ini saya link ke tempat saya<br />huhuhuhu senangnya menjadi egois.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jooliet</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-831</link>
		<dc:creator>jooliet</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 07:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-831</guid>
		<description>kalo pernah nonton pay it forward, ya itulah yang Dee lakukan waktu menulis &lt;br/&gt;Harta Karun Untuk Semua. Write it at your own blog, and let the readers spread them all... or just like our proklamator did. From a piece of paper contains proklamasi, they can build a country...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo pernah nonton pay it forward, ya itulah yang Dee lakukan waktu menulis <br />Harta Karun Untuk Semua. Write it at your own blog, and let the readers spread them all&#8230; or just like our proklamator did. From a piece of paper contains proklamasi, they can build a country&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-830</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 08:04:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-830</guid>
		<description>dee&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sy sangat mengagumi karya2 dee&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;yg menyebalkan adalah saat ini sy merindukan karya2 dee&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;tidak banyak penulis-penulis yang bs &#039;memuaskan&#039; sy&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sy yakin dee paham maksud sy&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sy harap dee segera mempublikasikan karya2 dee&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sekedar mengalirkan air di tenggorokan sy yg kering&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;your sincerely,&lt;br/&gt;Zaw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dee</p>
<p>sy sangat mengagumi karya2 dee</p>
<p>yg menyebalkan adalah saat ini sy merindukan karya2 dee</p>
<p>tidak banyak penulis-penulis yang bs &#8216;memuaskan&#8217; sy</p>
<p>sy yakin dee paham maksud sy</p>
<p>sy harap dee segera mempublikasikan karya2 dee</p>
<p>sekedar mengalirkan air di tenggorokan sy yg kering</p>
<p>your sincerely,<br />Zaw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fonghosang</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-829</link>
		<dc:creator>fonghosang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 07:45:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-829</guid>
		<description>Hidup adalah sebuah perjalanan, sebuah sekolah, yang akhirnya akan sampai pada salah satu dari dua tujuan, yaitu Surga atau Neraka.&lt;br/&gt; Hidup adalah sebuah pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan. Hidup adalah takdir, dan takdir bergantung pada buah karma.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup adalah sebuah perjalanan, sebuah sekolah, yang akhirnya akan sampai pada salah satu dari dua tujuan, yaitu Surga atau Neraka.<br /> Hidup adalah sebuah pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan. Hidup adalah takdir, dan takdir bergantung pada buah karma.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fonghosang</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/11/02/61/comment-page-1/#comment-828</link>
		<dc:creator>fonghosang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 07:40:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=61#comment-828</guid>
		<description>dear dee,&lt;br/&gt;sebagai umat budha saya ingin menymbangkan ide yang dapat bermanfaat bagi bayak orang. Untuk itu daatkah Dee membantu saya sebagai sesama seniman? Dimanakah alamat koresponden Dee?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear dee,<br />sebagai umat budha saya ingin menymbangkan ide yang dapat bermanfaat bagi bayak orang. Untuk itu daatkah Dee membantu saya sebagai sesama seniman? Dimanakah alamat koresponden Dee?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

