<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 03:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Edward S</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-2/#comment-2277</link>
		<dc:creator>Edward S</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 07:32:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-2277</guid>
		<description>Sebenarnya inti dari cantik tersebut sudah ditanamkan secara sadar atau tidak sadar sejak kecil, lewat tv, majalah dsb.. Coba saja bayangkan jika kita besar di suatu daerah yang arti cantik utk wanita itu harus berleher panjang. Sampai tua itulah yang tertanam dialam bawah sadar kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya inti dari cantik tersebut sudah ditanamkan secara sadar atau tidak sadar sejak kecil, lewat tv, majalah dsb.. Coba saja bayangkan jika kita besar di suatu daerah yang arti cantik utk wanita itu harus berleher panjang. Sampai tua itulah yang tertanam dialam bawah sadar kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: flora</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-2/#comment-2275</link>
		<dc:creator>flora</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:11:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-2275</guid>
		<description>Setiap manusia ingin keberadaannya diakui, dihargai, tergantung dari aspek yang mana...
Menurut saya itu semua tergantung pada kebutuhan personal masing-masing. Ada wanita yg rela menghabiskan hampir separuh gajinya untuk pergi kesalon dan spa dgn tujuan mempercantik diri, untuk apa ? tujuannya adl untuk mendapatkan pujian dari sang pacar/menyenangkan pacarnya atau supaya dilirik byk pria. Pada kasus lain, ada orang yang rajin ikut organisasi ini dan itu, untuk apa ? tujuannya adl untuk mencari teman sebanyak2nya, untuk mencari pacar barangkali, atau sekedar untuk menunjukkan ke-eksistensiannya, dan masih byk kasus yg lain, seperti saya katakan itu semua tergantung kebutuhan masing2 orang. 
Membuat kulit lebih putih atau rambut lebih panjang &amp; lurus, buat saya sah-sah saja, kalau degan begitu seseorang merasa lebih bahagia atau diakui, why not ...kita tidak bisa membatasi kebahagiaan yg ingin org capai bukan ?

flora</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap manusia ingin keberadaannya diakui, dihargai, tergantung dari aspek yang mana&#8230;<br />
Menurut saya itu semua tergantung pada kebutuhan personal masing-masing. Ada wanita yg rela menghabiskan hampir separuh gajinya untuk pergi kesalon dan spa dgn tujuan mempercantik diri, untuk apa ? tujuannya adl untuk mendapatkan pujian dari sang pacar/menyenangkan pacarnya atau supaya dilirik byk pria. Pada kasus lain, ada orang yang rajin ikut organisasi ini dan itu, untuk apa ? tujuannya adl untuk mencari teman sebanyak2nya, untuk mencari pacar barangkali, atau sekedar untuk menunjukkan ke-eksistensiannya, dan masih byk kasus yg lain, seperti saya katakan itu semua tergantung kebutuhan masing2 orang.<br />
Membuat kulit lebih putih atau rambut lebih panjang &amp; lurus, buat saya sah-sah saja, kalau degan begitu seseorang merasa lebih bahagia atau diakui, why not &#8230;kita tidak bisa membatasi kebahagiaan yg ingin org capai bukan ?</p>
<p>flora</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abubakr saleh</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-2/#comment-2238</link>
		<dc:creator>abubakr saleh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 12:46:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-2238</guid>
		<description>nice......

pokonya manusia yang bernama perempuan akan terlihat cantik bila, rambut lurus tergerai, kulit putih mengkilap tanpa jerawat, tubuh tinggi menjulang,mata,bibir,alis bla bla bla...
stereotipe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice&#8230;&#8230;</p>
<p>pokonya manusia yang bernama perempuan akan terlihat cantik bila, rambut lurus tergerai, kulit putih mengkilap tanpa jerawat, tubuh tinggi menjulang,mata,bibir,alis bla bla bla&#8230;<br />
stereotipe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eva</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-2/#comment-2222</link>
		<dc:creator>eva</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 10:59:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-2222</guid>
		<description>Jadi teringat perbincangan dengan feni rose, pada suatu sore (partner cerdas yang membangunkan saya dari kemurungan). kami sedang membahas, kenapa wanita pengen cantik. dalam diskusi kami ada beberapa pria. para pria ini berargumen bahwa make up hanya menunjukkan kebohongan. feni bilang, emang wanita itu pusat kesalahan dan jadi kambing hitam mlulu. kalo gak bisa punya anak, perempuan yang di salahkan karena tidak subur. kalo suaminya selingkuh, perempuan juga salah karena pake daster terus, gembrot, bahkan kadang alesannya terlalu pinter. satu argumen feni yang membuat saya terbelalak dan instropeksi dalam diri saya adalah &quot;jangan salah ya.. wanita itu berdandan bukan buat laki-laki, tapi buat perempuan lain. mereka bersaing dengan perempuan. tidak mau terlihat lebih terbelakang dari wanita lain. jadi bukan karena takut kehilangan suami, atau pacar. zaman sekarang, udah gak ada yang takut gak punya suami, tapi mereka takut di hina oleh wanita lain&quot;. ada benarnya juga. karena jaman sekarang kebanyakan wanita menganggap laki-laki menjadi tidak penting, walaupun kami bukan tipe yang seperti itu. aku dan Feni Rose, adalah orang yang sangat menghormati tauladan ayah kami. 
dan memang sebenarnya masalah kecantikan adalah dari rasa percaya diri dan bersyukur. dengan dandan, kita jadi senang, dan memberikan penghargaan pada wajah kita dan tubuh kita sendir, sama halnya seperti mandi. dengan rasa penghargaan, menimbulkan rasa percaya diri, percaya diri di tambah rasa syukur.. akan mengeluarkan aura yang lebih indah daripada pelangi.. 
saya rasa, pemutih, dan doktrin model, adalah karena kita hidup pada mayoritas kulit gelap. padahal kulit kita ini, kulit yang mempunyai melanin paling sempurna, dibanding yang lain, dan menjadi pujaan mayoritas bangsa kulit putih. semua yang diberikan oleh Tuhan adalah sempurna, tapi manusia tidak pernah puas. seandainya kita di beri rasa pua setetes saja, pasti dunia ini berubah jadi surga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi teringat perbincangan dengan feni rose, pada suatu sore (partner cerdas yang membangunkan saya dari kemurungan). kami sedang membahas, kenapa wanita pengen cantik. dalam diskusi kami ada beberapa pria. para pria ini berargumen bahwa make up hanya menunjukkan kebohongan. feni bilang, emang wanita itu pusat kesalahan dan jadi kambing hitam mlulu. kalo gak bisa punya anak, perempuan yang di salahkan karena tidak subur. kalo suaminya selingkuh, perempuan juga salah karena pake daster terus, gembrot, bahkan kadang alesannya terlalu pinter. satu argumen feni yang membuat saya terbelalak dan instropeksi dalam diri saya adalah &#8220;jangan salah ya.. wanita itu berdandan bukan buat laki-laki, tapi buat perempuan lain. mereka bersaing dengan perempuan. tidak mau terlihat lebih terbelakang dari wanita lain. jadi bukan karena takut kehilangan suami, atau pacar. zaman sekarang, udah gak ada yang takut gak punya suami, tapi mereka takut di hina oleh wanita lain&#8221;. ada benarnya juga. karena jaman sekarang kebanyakan wanita menganggap laki-laki menjadi tidak penting, walaupun kami bukan tipe yang seperti itu. aku dan Feni Rose, adalah orang yang sangat menghormati tauladan ayah kami.<br />
dan memang sebenarnya masalah kecantikan adalah dari rasa percaya diri dan bersyukur. dengan dandan, kita jadi senang, dan memberikan penghargaan pada wajah kita dan tubuh kita sendir, sama halnya seperti mandi. dengan rasa penghargaan, menimbulkan rasa percaya diri, percaya diri di tambah rasa syukur.. akan mengeluarkan aura yang lebih indah daripada pelangi..<br />
saya rasa, pemutih, dan doktrin model, adalah karena kita hidup pada mayoritas kulit gelap. padahal kulit kita ini, kulit yang mempunyai melanin paling sempurna, dibanding yang lain, dan menjadi pujaan mayoritas bangsa kulit putih. semua yang diberikan oleh Tuhan adalah sempurna, tapi manusia tidak pernah puas. seandainya kita di beri rasa pua setetes saja, pasti dunia ini berubah jadi surga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nsueta</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-2/#comment-924</link>
		<dc:creator>nsueta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 05:18:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-924</guid>
		<description>Di Bali dalam sepuluh tahun ini ada kebiasaan untuk memakai baju warna putih bila melaksanakan upacara keagamaan. Putih diyakini sebagai lambang kesucian. 

Kemudian berkembang untuk upacara kematian menggunakan pakaian warna hitam. Hitam melambangkan apa? Rupanya ini menconto tradisi barat yang menggunakan warna hitam bila berkabung.

Namun belakangan ini tradisi warna hitam sudah mulai ditinggalkan dengan salah satu alasan bahwa budaya Bali tidak mengenal istilah berkabung. Kematian adalah sesuatu yang wajar dan akan dialami oleh semua orang. Atau malah dirayakan karena almarhum berkesempatan menelusuri pengalaman baru yang tak terbayangkan sebelumnya.

www.newageindonesia.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Bali dalam sepuluh tahun ini ada kebiasaan untuk memakai baju warna putih bila melaksanakan upacara keagamaan. Putih diyakini sebagai lambang kesucian. </p>
<p>Kemudian berkembang untuk upacara kematian menggunakan pakaian warna hitam. Hitam melambangkan apa? Rupanya ini menconto tradisi barat yang menggunakan warna hitam bila berkabung.</p>
<p>Namun belakangan ini tradisi warna hitam sudah mulai ditinggalkan dengan salah satu alasan bahwa budaya Bali tidak mengenal istilah berkabung. Kematian adalah sesuatu yang wajar dan akan dialami oleh semua orang. Atau malah dirayakan karena almarhum berkesempatan menelusuri pengalaman baru yang tak terbayangkan sebelumnya.</p>
<p><a href="http://www.newageindonesia.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.newageindonesia.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arman</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-1/#comment-986</link>
		<dc:creator>Arman</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 22:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-986</guid>
		<description>hmmm... tetap memperhatikan penampilan walaupun udah punya pasangan tidak selalu karena ingin membahagiakan pasangan. tapi mungkin lebih karena ingin membahagiakan diri sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;dengan penampilan ok, jadi lebih pede, akhirnya juga akan memberikan energi positif buat diri sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;kalo saya sih ngeliatnya begitu. dan itu adalah hal yang positif (untuk tetap memperhatikan penampilan sendiri baik untuk cewek maupun cowok). karena toh kita diberi raga untuk dipelihara kan?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;tinggal caranya aja yang bagaimana. ada yang merasa perlu pake make up, ada yang perlu pake pemutih. ada yang memilih untuk berolahraga supaya bentuk badan tetap terjaga atau jaga makanan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;yang penting hasilnya adalah... hati ini rasanya senang! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230; tetap memperhatikan penampilan walaupun udah punya pasangan tidak selalu karena ingin membahagiakan pasangan. tapi mungkin lebih karena ingin membahagiakan diri sendiri.</p>
<p>dengan penampilan ok, jadi lebih pede, akhirnya juga akan memberikan energi positif buat diri sendiri.</p>
<p>kalo saya sih ngeliatnya begitu. dan itu adalah hal yang positif (untuk tetap memperhatikan penampilan sendiri baik untuk cewek maupun cowok). karena toh kita diberi raga untuk dipelihara kan?</p>
<p>tinggal caranya aja yang bagaimana. ada yang merasa perlu pake make up, ada yang perlu pake pemutih. ada yang memilih untuk berolahraga supaya bentuk badan tetap terjaga atau jaga makanan.</p>
<p>yang penting hasilnya adalah&#8230; hati ini rasanya senang! <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yati</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-1/#comment-980</link>
		<dc:creator>yati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 14:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-980</guid>
		<description>ah, pemutih menipu. kalo udah putih, brambut lurus, tinggi, ramping, trus nyambung kalo ngomong? rasanya, jaraaaanggg...malah nyaris ga ada.&lt;br/&gt;saya lebih tertarik ma bukunya. terbit kapan mbak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah, pemutih menipu. kalo udah putih, brambut lurus, tinggi, ramping, trus nyambung kalo ngomong? rasanya, jaraaaanggg&#8230;malah nyaris ga ada.<br />saya lebih tertarik ma bukunya. terbit kapan mbak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uLan aQua</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-1/#comment-976</link>
		<dc:creator>uLan aQua</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 16:44:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-976</guid>
		<description>i like this post, mbak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>i like this post, mbak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhodotes</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-1/#comment-974</link>
		<dc:creator>dhodotes</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 04:21:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-974</guid>
		<description>notulasi (*apaan lagi tuh) Carik&#039;e di paragaraf terakhir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;produk apapun, Yu, apalagi &#039;barang&#039; ginian, kalo cuma diiklankan 99,99% gak akan laku. yang dibutuhkan adalah sales bibir monyong yang jago. calon konsumen harus didatangi door2door, gimana caranya bibir itu ngowozzz, so   -then-next konsumennya beli deh tuh &#039;barang&#039;. Jelas tidak akan laku &#039;barang&#039; gituan cuma diiklankan. katakanlah kita sendiri sebagai calon konsumen, lebih sering kita butuh ditemani, dituturi, dirangkul, akan lebih mudah nyadari parameter bahagia daripada ngelihat si X, ooo gitu tho cara si X nyikapi hidup shg dia bhgia, tapi kalo nyukapi sendiri hanya dengan lihat iklan gitu ya lebih banyak yang kesulitan daripada yang bisa nerapin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;butuh sales bibir monyong dah. pertanyaannya, kalo satu waktu kondisi nuntut kita jadi sales, bisa gak ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>notulasi (*apaan lagi tuh) Carik&#8217;e di paragaraf terakhir.</p>
<p>produk apapun, Yu, apalagi &#8216;barang&#8217; ginian, kalo cuma diiklankan 99,99% gak akan laku. yang dibutuhkan adalah sales bibir monyong yang jago. calon konsumen harus didatangi door2door, gimana caranya bibir itu ngowozzz, so   -then-next konsumennya beli deh tuh &#8216;barang&#8217;. Jelas tidak akan laku &#8216;barang&#8217; gituan cuma diiklankan. katakanlah kita sendiri sebagai calon konsumen, lebih sering kita butuh ditemani, dituturi, dirangkul, akan lebih mudah nyadari parameter bahagia daripada ngelihat si X, ooo gitu tho cara si X nyikapi hidup shg dia bhgia, tapi kalo nyukapi sendiri hanya dengan lihat iklan gitu ya lebih banyak yang kesulitan daripada yang bisa nerapin.</p>
<p>butuh sales bibir monyong dah. pertanyaannya, kalo satu waktu kondisi nuntut kita jadi sales, bisa gak ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sunzhuo</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/12/04/62/comment-page-1/#comment-943</link>
		<dc:creator>sunzhuo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 11:51:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=62#comment-943</guid>
		<description>Setelah baca artikel ini, saya lalu coba bertanya ke ibu saya.. &quot;ma, motif mama berdandan dan pakai kosmetik apa? Apa benar karena ingin dilirik cowok lain? ingin dipuji? atau.. buat menunjukkan kalau mama lebih cantik dari ibu2 lain?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Seketika otot wajah ibu meregang, terbentuk simpul senyum di wajahnya.. campuran ekspresi lucu, heran, bengong, dan mungkin tersanjung [karena pertanyaan saya secara tak langsung mengakui kalau ibu saya memang awet dan ayu]&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Aneh aneh aja! Ga mungkin dong mama mau cari suami baru! Dan ga pernah tuh ada maksud menyombongkan diri!&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;Lalu ngapain dong habisin duit buat permak diri?&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&quot;kalau kita mampu tapi pakai baju compang-camping, tampang lusuh, dll, itu namanya mengundang kemiskinan. Orang lain juga segan mau berbisnis dengan kita. Lagipula menjaga kebersihan diri menunjukkan kalau kita menghargai diri sendiri kan? Kalau kita sibuk menghargai orang lain tanpa pernah memperhatikan diri, kebahagiaan akan terasa hambar loh. Trus sebagai makhluk Tuhan, kan lebih baik kalau kita memperbagus apa yang diberikan sewajarnya..&quot; &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Begitulah rangkuman pernyataan yang menggantung yang mengakhiri diskusi kami seperti telepon yang digantung, sementara di ujung gagang lain terdengar bunyi tut tut tut ga nyambung.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bodo ah. Mending mikirkan hal lain yang lebih esensial. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah baca artikel ini, saya lalu coba bertanya ke ibu saya.. &#8220;ma, motif mama berdandan dan pakai kosmetik apa? Apa benar karena ingin dilirik cowok lain? ingin dipuji? atau.. buat menunjukkan kalau mama lebih cantik dari ibu2 lain?</p>
<p>Seketika otot wajah ibu meregang, terbentuk simpul senyum di wajahnya.. campuran ekspresi lucu, heran, bengong, dan mungkin tersanjung [karena pertanyaan saya secara tak langsung mengakui kalau ibu saya memang awet dan ayu]</p>
<p>&#8220;Aneh aneh aja! Ga mungkin dong mama mau cari suami baru! Dan ga pernah tuh ada maksud menyombongkan diri!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu ngapain dong habisin duit buat permak diri?&#8221;</p>
<p>&#8220;kalau kita mampu tapi pakai baju compang-camping, tampang lusuh, dll, itu namanya mengundang kemiskinan. Orang lain juga segan mau berbisnis dengan kita. Lagipula menjaga kebersihan diri menunjukkan kalau kita menghargai diri sendiri kan? Kalau kita sibuk menghargai orang lain tanpa pernah memperhatikan diri, kebahagiaan akan terasa hambar loh. Trus sebagai makhluk Tuhan, kan lebih baik kalau kita memperbagus apa yang diberikan sewajarnya..&#8221; </p>
<p>Begitulah rangkuman pernyataan yang menggantung yang mengakhiri diskusi kami seperti telepon yang digantung, sementara di ujung gagang lain terdengar bunyi tut tut tut ga nyambung.</p>
<p>Bodo ah. Mending mikirkan hal lain yang lebih esensial. <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

