<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 03:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: sute gandhi</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1351</link>
		<dc:creator>sute gandhi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 15:16:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1351</guid>
		<description>hal yang paling bahagia tentunya ketika kita bisa share dengan orang orang yang punya &quot;isi kepala&quot; dan mimpi yang sama, tapi... hal yang lebih membahagiakan lagi adalah ketika orang orang yang punya mimpi sama tersebut bergerak bersama (walaupun dengan caranya masing-masing) untuk mewujudkannya...

jadi.. berhentilah hanya mengagumi blog ini,...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hal yang paling bahagia tentunya ketika kita bisa share dengan orang orang yang punya &#8220;isi kepala&#8221; dan mimpi yang sama, tapi&#8230; hal yang lebih membahagiakan lagi adalah ketika orang orang yang punya mimpi sama tersebut bergerak bersama (walaupun dengan caranya masing-masing) untuk mewujudkannya&#8230;</p>
<p>jadi.. berhentilah hanya mengagumi blog ini,&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1139</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 16:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1139</guid>
		<description>&quot;Be the change you want to see in the world&quot; kata Gandhi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Dan kata-kata ini ditulis Michael Crichton dalam bukunya yang berjudul &#039;Prey&#039;: &quot;They didn&#039;t understand what they were doing.&quot; I&#039;m afraid that will be on the tombstone of the human race.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;WeHa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Be the change you want to see in the world&#8221; kata Gandhi.</p>
<p>Dan kata-kata ini ditulis Michael Crichton dalam bukunya yang berjudul &#8216;Prey&#8217;: &#8220;They didn&#8217;t understand what they were doing.&#8221; I&#8217;m afraid that will be on the tombstone of the human race.</p>
<p>WeHa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewi Lestari</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1040</link>
		<dc:creator>Dewi Lestari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 16:38:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1040</guid>
		<description>Hi Waone,&lt;br/&gt;Sejujurnya, ide itu terpikir juga sih oleh saya. Tapi mungkin ingin menunggu sebentar lagi sampai materi yang dikumpulkan cukupan untuk membuat buku. Karena memang saya cukup serius menuliskan artikel2 di sini, jadi nggak pernah banyak2 amat nulisnya. Mudah2an bisa terealisasi dalam tahun ini atau minimal tahun depan.&lt;br/&gt;Hi Cecilya, &lt;br/&gt;Di berbagai negara maju, memang gerakannya sudah sampai sana. Saya pernah dengar beberapa negara di Eropa bahkan sudah menutup pabrik2 produsen kantong plastik. Tapi sebelum itu, memang sepertinya sudah dicapai titik kesadaran tertentu di masyarakatnya untuk berhenti menggunakan plastik. &lt;br/&gt;Saya pikir, kita masih sama2 bergerak menuju kesadarannya. Yang seringnya terjadi, kebijakan pada level teknis seperti itu yang paling belakangan muncul. Sama seperti pencantuman bahaya rokok di kemasannya, atau melarang merokok di tempat umum. Hal itu tercapai setelah orang2 semakin aware akan bahayanya penyakit yang diakibatkan rokok. Dan proses demikian makan waktu yang cukup panjang dalam penggodokannya hingga sampai ke tahap perumusan kebijakan. Jadi, mari kampanyekan perubahan kesadarannya dulu di level sehari2. &lt;br/&gt;Thank you untuk update data dari Chindy. Dan Fahd... nice to see you again here! Your words are always refreshing. Salam dari losmen Bu Bronto :)&lt;br/&gt;Untuk semua yang udah mampir, many, many thanks! &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;~ D ~</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Waone,<br />Sejujurnya, ide itu terpikir juga sih oleh saya. Tapi mungkin ingin menunggu sebentar lagi sampai materi yang dikumpulkan cukupan untuk membuat buku. Karena memang saya cukup serius menuliskan artikel2 di sini, jadi nggak pernah banyak2 amat nulisnya. Mudah2an bisa terealisasi dalam tahun ini atau minimal tahun depan.<br />Hi Cecilya, <br />Di berbagai negara maju, memang gerakannya sudah sampai sana. Saya pernah dengar beberapa negara di Eropa bahkan sudah menutup pabrik2 produsen kantong plastik. Tapi sebelum itu, memang sepertinya sudah dicapai titik kesadaran tertentu di masyarakatnya untuk berhenti menggunakan plastik. <br />Saya pikir, kita masih sama2 bergerak menuju kesadarannya. Yang seringnya terjadi, kebijakan pada level teknis seperti itu yang paling belakangan muncul. Sama seperti pencantuman bahaya rokok di kemasannya, atau melarang merokok di tempat umum. Hal itu tercapai setelah orang2 semakin aware akan bahayanya penyakit yang diakibatkan rokok. Dan proses demikian makan waktu yang cukup panjang dalam penggodokannya hingga sampai ke tahap perumusan kebijakan. Jadi, mari kampanyekan perubahan kesadarannya dulu di level sehari2. <br />Thank you untuk update data dari Chindy. Dan Fahd&#8230; nice to see you again here! Your words are always refreshing. Salam dari losmen Bu Bronto <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <br />Untuk semua yang udah mampir, many, many thanks! </p>
<p>~ D ~</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mamas Eko</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1039</link>
		<dc:creator>Mamas Eko</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 12:32:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1039</guid>
		<description>Kesadaran itu memang mahal kok...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kesadaran itu memang mahal kok&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cecilya</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1038</link>
		<dc:creator>Cecilya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 08:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1038</guid>
		<description>kebanyakan orang saling menghimbau satu sama lain untuk mengurangi atau bahkan sama sekali meninggalkan pengunaan plastik, terutama dalam bentuk kemasan suatu produk tertentu. menurut saya yang paling penting dihimbau adalah pabrik yang menghasilkan atau menggunakan plastik itu sendiri, karna tak ada gunanya kita mencari alternatif lain, sedangkan pabrik-pabrik tertentu masih terus menggunakan plastik untuk mengemasi produknya. &lt;br/&gt;apa mbak Dee setuju, atau mbak punya pendapat lain?? &lt;br/&gt;thank you...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kebanyakan orang saling menghimbau satu sama lain untuk mengurangi atau bahkan sama sekali meninggalkan pengunaan plastik, terutama dalam bentuk kemasan suatu produk tertentu. menurut saya yang paling penting dihimbau adalah pabrik yang menghasilkan atau menggunakan plastik itu sendiri, karna tak ada gunanya kita mencari alternatif lain, sedangkan pabrik-pabrik tertentu masih terus menggunakan plastik untuk mengemasi produknya. <br />apa mbak Dee setuju, atau mbak punya pendapat lain?? <br />thank you&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1037</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 15:11:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1037</guid>
		<description>Salam kenal mbak dewi..&lt;br/&gt;Seneng bisa baca tulisan2nya &amp; ngikutin proses beberapa project baru yg lagi digarap..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mbak, punya ide ga sih kalo satu waktu tulisan2 di blog Dee-Idea ini&lt;br/&gt;bakal dibukuin? memang buku kumpulan esay bukan hal baru lagi, apalagi skg banyak budayawan-sastrawan ngelakuin itu (Emha Ainun Nadjib, Radar Panca..dll) juga ilustrator&lt;br/&gt;lewat kumpulan komik stripnya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi aku ngerasa sih tulisan Mbak Dewi sangat &quot;pantas&quot; dan&lt;br/&gt;akan banyak gunanya kalu bisa dibuat bukunya..selain jadi lebih ter-publish tentunya!&lt;br/&gt;Soalnya..kalo masih dalam format biner gini, kaya emas di pucuk pohon!Cuma beberapa orang yang bisa naik &amp; menikmatinya..kasihan kan orang yg lahir &quot;pendek&quot;, heheu!&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ga tau mungkin ada pertimbangan kesibukan &amp; brandingnya mbak Dewi juga kali yha?tapi apapun itu, makasih sudah selalu &quot;nyumbang&quot; pemikirannya untuk banyak orang ..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nuhun..,&lt;br/&gt;Waone.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal mbak dewi..<br />Seneng bisa baca tulisan2nya &#038; ngikutin proses beberapa project baru yg lagi digarap..</p>
<p>Mbak, punya ide ga sih kalo satu waktu tulisan2 di blog Dee-Idea ini<br />bakal dibukuin? memang buku kumpulan esay bukan hal baru lagi, apalagi skg banyak budayawan-sastrawan ngelakuin itu (Emha Ainun Nadjib, Radar Panca..dll) juga ilustrator<br />lewat kumpulan komik stripnya. </p>
<p>Tapi aku ngerasa sih tulisan Mbak Dewi sangat &#8220;pantas&#8221; dan<br />akan banyak gunanya kalu bisa dibuat bukunya..selain jadi lebih ter-publish tentunya!<br />Soalnya..kalo masih dalam format biner gini, kaya emas di pucuk pohon!Cuma beberapa orang yang bisa naik &#038; menikmatinya..kasihan kan orang yg lahir &#8220;pendek&#8221;, heheu!</p>
<p>Ga tau mungkin ada pertimbangan kesibukan &#038; brandingnya mbak Dewi juga kali yha?tapi apapun itu, makasih sudah selalu &#8220;nyumbang&#8221; pemikirannya untuk banyak orang ..</p>
<p>Nuhun..,<br />Waone.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: malado51</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1036</link>
		<dc:creator>malado51</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 13:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1036</guid>
		<description>Hebat, pemikiran masa depan seorang wanita yang pantas menjadi pemimpin dunia/bangsa (ngga ngecap) karena memang kesadaran itu lah yang mesti dibangunkan: untuk menyelamatkan bumi yang semakin &quot;panas&quot; (bukan suhu saja, tapi hampir semua aspek).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hebat, pemikiran masa depan seorang wanita yang pantas menjadi pemimpin dunia/bangsa (ngga ngecap) karena memang kesadaran itu lah yang mesti dibangunkan: untuk menyelamatkan bumi yang semakin &#8220;panas&#8221; (bukan suhu saja, tapi hampir semua aspek).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daustralala</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1031</link>
		<dc:creator>daustralala</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 06:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1031</guid>
		<description>Dari komentar-komentar di atas Kayaknya ada something missing yah soal bertindak atau bicara soal perubahan iklim.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pake contoh-contoh Buddha segala ;)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bertindak itu sudah semestinya. Justru kebanyakan orang &quot;bicara agar orang lain bertindak&quot;. Kalau mau bertindak ya bertindak saja, tidak usah bicara.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;The point is: bagaimana mengarahkan isunya. That&#039;s all. Ya kita sebagai individu tetap bertindak lah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hmm...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari komentar-komentar di atas Kayaknya ada something missing yah soal bertindak atau bicara soal perubahan iklim.</p>
<p>Pake contoh-contoh Buddha segala <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bertindak itu sudah semestinya. Justru kebanyakan orang &#8220;bicara agar orang lain bertindak&#8221;. Kalau mau bertindak ya bertindak saja, tidak usah bicara.</p>
<p>The point is: bagaimana mengarahkan isunya. That&#8217;s all. Ya kita sebagai individu tetap bertindak lah.</p>
<p>Hmm&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ifa</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1030</link>
		<dc:creator>Ifa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 01:04:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1030</guid>
		<description>Walaupun udah sadar.. kadang aku sendiri lupa, contoh : belanja sayur udah sampai pasar lupa bawa keranjang atau tas blanja walhasil.. numpuk lagi kantong2 plastik dirumah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;nice post dee</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun udah sadar.. kadang aku sendiri lupa, contoh : belanja sayur udah sampai pasar lupa bawa keranjang atau tas blanja walhasil.. numpuk lagi kantong2 plastik dirumah.</p>
<p>nice post dee</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahdisme</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/comment-page-1/#comment-1029</link>
		<dc:creator>fahdisme</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 15:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/04/27/74/#comment-1029</guid>
		<description>Udah lama nggak mampir dan ikut nimbrung ngobrol di blog ini. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya jadi ingat film &quot;Dinosaurs&quot; yang saya tonton enam tahun lalu sewaktu masih SMP. Film itu dimulai dengan sebuah kalimat--yang saya lupa bahasa Inggris-nya: &quot;segala hal yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Yang besar tak akan pernah ada tanpa [segala] yang kecil.&quot; Lalu sebuah telur dinosaurus menetas. Seekor calon Brontosaurus raksasa muncul dalam ukuran yang kecil. Bu Bronto mengelusnya dengan kepalanya. Dua makhluk dalam ukuran yang sangat kontras. &lt;br/&gt;Saya pada saat itu berpikir, mungkin juga semua penonton lain, &quot; si Bu Bronto yang guede itu,dulunya pasti berukuran kecil seperti bayinya.&quot;&lt;br/&gt;Sejak saat itu, saya memutuskan untuk tak mengabaikan hal-hal kecil--dan memulai segala sesuatu yang besar dari langkah-langkah yang kecil. &lt;br/&gt;Kita kadang terobsesi untuk melakukan hal yang besar seperti &quot;Mengubah Dunia&quot; atau &quot;Menghentikan Pemanasan Global&quot;, tapi seperti kata Dee, di tengah keinginan besar itu kita lupa tak mematikan kran air di kamar mandi, masih membuang sampah sembarangan, atau berkonsumsi secara membabi buta. &lt;br/&gt;Pada titik ini, saya sangat setuju pada projek &quot;world silent day&quot; seperti yang digagas Dee (dulu saya pernah komen juga tentang &quot;World Prayer Project&quot;-nya James Redfield yang hampir serupa, mendelay dunia, membuat jeda pada laju industri yang membabi buta). &lt;br/&gt;Tapi saya lebih setuju lagi bila &quot;nyepi&quot; itu kita lakukan dulu diam-diam secara sendirian. Bisakah kita hidup tanpa [alat-alat] listrik? Bisakah kita hidup tanpa bensin dan solar? Bisalah kita membiarkan hari-hari kita hanya berisi...&quot;kukuruyuuuuk&quot;...yang hening.  &lt;br/&gt;Kalau taman-teman bisa, saya jadi merasa bisa juga (Hehehe). Saya jadi akan punya teman banyak untuk men-delay hidup saya yang terus-menerus terjerumus pada tirani kecepatan. sebentar saja. memberinya jeda sambil memahami dan terus mencari. &lt;br/&gt;[Mbak Dee, setiap kali mengubnjungi blog ini, saya jadi merasa punya banyak teman yang punya &quot;kereteg hate&quot; yang sama. Hehehe]&lt;br/&gt;Setelah membaca komen ini, bila tak ada lagi keperluan untuk terkoneksi dengan internet dan komputer menyala. bagaimana kalau kita matikan saja? Kemudian menarik napas sebentar, memusatkan perhatian pada perut, merasakan naik-turunnya, dan meyakinkan diri kita: &quot;melambatlah, kau sudah terlalu jauh berlari.&quot; &lt;br/&gt;Atau sadarilah bahwa bumi sedang terus-menerus mengunjal napas, capek dan gaek. Dan kita--dengan seluruh gaya hidup kita--terus menerus memaksanya untuk berlari semakin kencang. Semakin kencang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;janganbiarkankranairkamarmandimubocor, &lt;br/&gt;Fahd Djibran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama nggak mampir dan ikut nimbrung ngobrol di blog ini. </p>
<p>Saya jadi ingat film &#8220;Dinosaurs&#8221; yang saya tonton enam tahun lalu sewaktu masih SMP. Film itu dimulai dengan sebuah kalimat&#8211;yang saya lupa bahasa Inggris-nya: &#8220;segala hal yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Yang besar tak akan pernah ada tanpa [segala] yang kecil.&#8221; Lalu sebuah telur dinosaurus menetas. Seekor calon Brontosaurus raksasa muncul dalam ukuran yang kecil. Bu Bronto mengelusnya dengan kepalanya. Dua makhluk dalam ukuran yang sangat kontras. <br />Saya pada saat itu berpikir, mungkin juga semua penonton lain, &#8221; si Bu Bronto yang guede itu,dulunya pasti berukuran kecil seperti bayinya.&#8221;<br />Sejak saat itu, saya memutuskan untuk tak mengabaikan hal-hal kecil&#8211;dan memulai segala sesuatu yang besar dari langkah-langkah yang kecil. <br />Kita kadang terobsesi untuk melakukan hal yang besar seperti &#8220;Mengubah Dunia&#8221; atau &#8220;Menghentikan Pemanasan Global&#8221;, tapi seperti kata Dee, di tengah keinginan besar itu kita lupa tak mematikan kran air di kamar mandi, masih membuang sampah sembarangan, atau berkonsumsi secara membabi buta. <br />Pada titik ini, saya sangat setuju pada projek &#8220;world silent day&#8221; seperti yang digagas Dee (dulu saya pernah komen juga tentang &#8220;World Prayer Project&#8221;-nya James Redfield yang hampir serupa, mendelay dunia, membuat jeda pada laju industri yang membabi buta). <br />Tapi saya lebih setuju lagi bila &#8220;nyepi&#8221; itu kita lakukan dulu diam-diam secara sendirian. Bisakah kita hidup tanpa [alat-alat] listrik? Bisakah kita hidup tanpa bensin dan solar? Bisalah kita membiarkan hari-hari kita hanya berisi&#8230;&#8221;kukuruyuuuuk&#8221;&#8230;yang hening.  <br />Kalau taman-teman bisa, saya jadi merasa bisa juga (Hehehe). Saya jadi akan punya teman banyak untuk men-delay hidup saya yang terus-menerus terjerumus pada tirani kecepatan. sebentar saja. memberinya jeda sambil memahami dan terus mencari. <br />[Mbak Dee, setiap kali mengubnjungi blog ini, saya jadi merasa punya banyak teman yang punya "kereteg hate" yang sama. Hehehe]<br />Setelah membaca komen ini, bila tak ada lagi keperluan untuk terkoneksi dengan internet dan komputer menyala. bagaimana kalau kita matikan saja? Kemudian menarik napas sebentar, memusatkan perhatian pada perut, merasakan naik-turunnya, dan meyakinkan diri kita: &#8220;melambatlah, kau sudah terlalu jauh berlari.&#8221; <br />Atau sadarilah bahwa bumi sedang terus-menerus mengunjal napas, capek dan gaek. Dan kita&#8211;dengan seluruh gaya hidup kita&#8211;terus menerus memaksanya untuk berlari semakin kencang. Semakin kencang. </p>
<p>janganbiarkankranairkamarmandimubocor, <br />Fahd Djibran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

