<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2009 02:21:35 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sufi</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-2280</link>
		<dc:creator>sufi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 03:22:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-2280</guid>
		<description>yes Go Veg Be Green Save Our Planet</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yes Go Veg Be Green Save Our Planet</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: juno</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-2190</link>
		<dc:creator>juno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:18:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-2190</guid>
		<description>panggung dan topeng ? interaksionisme simbolik, dong. struktural-fungsional. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>panggung dan topeng ? interaksionisme simbolik, dong. struktural-fungsional. <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: juno</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-2189</link>
		<dc:creator>juno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:16:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-2189</guid>
		<description>Halo Mbak Dewi,

Aku ingin berkomentar nih. pertama, fenomena penggundulan Amazon untuk menjadi lahan peternakan juga tidak lepas dari supply-demand di dalam perdagangan dunia, di mana negara konsumen juga berkontribusi terhadap rusaknya hutan di Amazon. Kalau tidak salah, dulu pernah ada film dokumenter yang menggambarkan protes anti-Mc D, karena Mc D di negara bagian New Mexico atau California (USA) mengambil suplai daging sapi dari negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Latin. Dan, seperti Mbak tahu, dalam hubungan internasional karakter interdependen itu sangat kuat. 

Kedua, aku kurang sepakat dengan zero sum-game, tapi relative sum-game. Justru karena banyaknya peran yang bisa diambil, rentang peran bukan dari 0 sampai 1. Peran ekuilibrium, yang mungkin dituduh sebagai orang yg tidak jelas (antara hitam atau putih), adalah satu peran yg bisa dimainkan juga. Kemudian harmoni, kata Zen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mbak Dewi,</p>
<p>Aku ingin berkomentar nih. pertama, fenomena penggundulan Amazon untuk menjadi lahan peternakan juga tidak lepas dari supply-demand di dalam perdagangan dunia, di mana negara konsumen juga berkontribusi terhadap rusaknya hutan di Amazon. Kalau tidak salah, dulu pernah ada film dokumenter yang menggambarkan protes anti-Mc D, karena Mc D di negara bagian New Mexico atau California (USA) mengambil suplai daging sapi dari negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Latin. Dan, seperti Mbak tahu, dalam hubungan internasional karakter interdependen itu sangat kuat. </p>
<p>Kedua, aku kurang sepakat dengan zero sum-game, tapi relative sum-game. Justru karena banyaknya peran yang bisa diambil, rentang peran bukan dari 0 sampai 1. Peran ekuilibrium, yang mungkin dituduh sebagai orang yg tidak jelas (antara hitam atau putih), adalah satu peran yg bisa dimainkan juga. Kemudian harmoni, kata Zen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ronny</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-2177</link>
		<dc:creator>ronny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 12:23:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-2177</guid>
		<description>Ijinkan saya berpendapat, singkat saja.

Pertama :
Ketika kita berupaya untuk menghilangkan kemelekatan terhadap kehidupan duniawi tidak berarti kita pergi ke gunung, bertapa dan tidak mau ketemu dgn orang lain atau malahan tidak peduli lagi dgn kehidupan duniawi. Kita berupaya untuk menghilangkan kemelekatan terhadap kehidupan duniawi berarti membangun kesadaran tentang makna kehidupan. Misalnya, kesadaran bahwa semua berubah, segala benda yang kita miliki suatu saat akan hilang atau rusak. Kesadaran seperti itu membuat kita menjadi &#039;sadar&#039; bahwa kecenderungan manusia untuk memiliki benda-bedan duniawi secara berkelebihan menimbulkan sifat &#039;egois&#039; dan menciptakan &#039;aku&#039; dalam dirinya, sehingga timbul kemelekatan adalah sikap yang kurang tepat. 

Kedua:
Ketika kita sudah mampu menyadari makna hidup yang sebenarnya maka kita tetap beraktifitas dalam hidup tetapi dengan &#039;kesadaran&#039; agar kita tidak terjebak dalam kemelekatan yang bersifat semu. Kehidupan dunia ini penuh dengan warna-warni. Kita harus menentukan sikap dengan &#039;kesadaran&#039; dan &#039;Bijaksana&#039; untuk menentukan &#039;warna&#039; mana yang akan dipilih.  Hidup adalah Perubahan, Perbedaan, sekaligus Pilihan. Anda pilih mana: mendukung atau tidak mendukung kampanye Global Warming. Pilihlah dengan penuh &#039;Kesadaran&#039; dari suatu perenungan jiwa yang mendalam.

Terima kasih
www.ronny-hukum.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ijinkan saya berpendapat, singkat saja.</p>
<p>Pertama :<br />
Ketika kita berupaya untuk menghilangkan kemelekatan terhadap kehidupan duniawi tidak berarti kita pergi ke gunung, bertapa dan tidak mau ketemu dgn orang lain atau malahan tidak peduli lagi dgn kehidupan duniawi. Kita berupaya untuk menghilangkan kemelekatan terhadap kehidupan duniawi berarti membangun kesadaran tentang makna kehidupan. Misalnya, kesadaran bahwa semua berubah, segala benda yang kita miliki suatu saat akan hilang atau rusak. Kesadaran seperti itu membuat kita menjadi &#8217;sadar&#8217; bahwa kecenderungan manusia untuk memiliki benda-bedan duniawi secara berkelebihan menimbulkan sifat &#8216;egois&#8217; dan menciptakan &#8216;aku&#8217; dalam dirinya, sehingga timbul kemelekatan adalah sikap yang kurang tepat. </p>
<p>Kedua:<br />
Ketika kita sudah mampu menyadari makna hidup yang sebenarnya maka kita tetap beraktifitas dalam hidup tetapi dengan &#8216;kesadaran&#8217; agar kita tidak terjebak dalam kemelekatan yang bersifat semu. Kehidupan dunia ini penuh dengan warna-warni. Kita harus menentukan sikap dengan &#8216;kesadaran&#8217; dan &#8216;Bijaksana&#8217; untuk menentukan &#8216;warna&#8217; mana yang akan dipilih.  Hidup adalah Perubahan, Perbedaan, sekaligus Pilihan. Anda pilih mana: mendukung atau tidak mendukung kampanye Global Warming. Pilihlah dengan penuh &#8216;Kesadaran&#8217; dari suatu perenungan jiwa yang mendalam.</p>
<p>Terima kasih<br />
<a href="http://www.ronny-hukum.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.ronny-hukum.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: next card</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-1358</link>
		<dc:creator>next card</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 06:02:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-1358</guid>
		<description>Very Nice Site! Thanx!
http://excellent-credit-card.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Very Nice Site! Thanx!<br />
<a href="http://excellent-credit-card.blogspot.com" rel="nofollow">http://excellent-credit-card.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harun_motivation</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-1222</link>
		<dc:creator>harun_motivation</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-1222</guid>
		<description>manusia menyukai yang tau tetapi setelah banyak tau ngak tau mau ngapain, seperti laut mati ia tidak dapat berbuat untuk dirinya sendiri, dijauhi dan tak sedap bagi penciuman. memang dari tulisan mbak aku juga jadi banyak tau, tapi aku hanya dapat mendorong teman-teman baca tulisan mbak, siapa tau ada yang mulai berpikir melakukan sesuatu. harun dethan/motivator.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>manusia menyukai yang tau tetapi setelah banyak tau ngak tau mau ngapain, seperti laut mati ia tidak dapat berbuat untuk dirinya sendiri, dijauhi dan tak sedap bagi penciuman. memang dari tulisan mbak aku juga jadi banyak tau, tapi aku hanya dapat mendorong teman-teman baca tulisan mbak, siapa tau ada yang mulai berpikir melakukan sesuatu. harun dethan/motivator.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: endah</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-1219</link>
		<dc:creator>endah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:07:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-1219</guid>
		<description>Numpang mampir ya mbak. Aku tambah kagum denganmu mbak. Mampir ke rumah kalo ke bali ya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Numpang mampir ya mbak. Aku tambah kagum denganmu mbak. Mampir ke rumah kalo ke bali ya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yoana_bjo</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-1193</link>
		<dc:creator>yoana_bjo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 10:44:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-1193</guid>
		<description>Filosofi Kukang (Nycticebus coucang)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika dunia diburu oleh waktu, binatang ini sangat menikmati setiap gerakan  yang memang lambat, seperti segala sesuatu ada ritmenya, baik itu untuk memanjat pohon, makan, bereproduksi ataupun untuk buang hajat. &lt;br/&gt;Ketika dunia saling berebut makan, untuk mempertahankan hidup dia rela hanya memakan daun dari pohon kesukaannya, dengan konsekuensi kandungan energi dan protein dari dedaunan itu sangat rendah dan sistem pencernaanyapun ikut beradaptasi, karena jika dia memaksa untuk makan buah pohon itu, dia akan kalah bersaing dengan binatang-binatang yang lain. &lt;br/&gt;Seperti sudah digariskan untuk menjadi betina kenikmatan sesaat yang didapat dari kukang jantan harus ditebusnya selama beberapa tahun untuk membesarkan dan melatih anaknya untuk mandiri. Setelah tugas mengawini selesai, kukang jantan pun berlalu dari hidupnya.&lt;br/&gt;Dibalik kemalasannya dan ketidakmampuannya berjalan, namun kukang ini menyimpan suatu potensi yang tidak perlu diragukan, dia adalah perenang yang handal. Sebuah kemampuan yang diperoleh akibat daya adaptasinya.&lt;br/&gt;Ketika dedaunan tidak mampu lagi menutupi tubuhnya, dia pun bersimbiosis dengan ganggang untuk berkamuflase dari para predatornya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Filosofi Kukang (Nycticebus coucang)</p>
<p>Ketika dunia diburu oleh waktu, binatang ini sangat menikmati setiap gerakan  yang memang lambat, seperti segala sesuatu ada ritmenya, baik itu untuk memanjat pohon, makan, bereproduksi ataupun untuk buang hajat. <br />Ketika dunia saling berebut makan, untuk mempertahankan hidup dia rela hanya memakan daun dari pohon kesukaannya, dengan konsekuensi kandungan energi dan protein dari dedaunan itu sangat rendah dan sistem pencernaanyapun ikut beradaptasi, karena jika dia memaksa untuk makan buah pohon itu, dia akan kalah bersaing dengan binatang-binatang yang lain. <br />Seperti sudah digariskan untuk menjadi betina kenikmatan sesaat yang didapat dari kukang jantan harus ditebusnya selama beberapa tahun untuk membesarkan dan melatih anaknya untuk mandiri. Setelah tugas mengawini selesai, kukang jantan pun berlalu dari hidupnya.<br />Dibalik kemalasannya dan ketidakmampuannya berjalan, namun kukang ini menyimpan suatu potensi yang tidak perlu diragukan, dia adalah perenang yang handal. Sebuah kemampuan yang diperoleh akibat daya adaptasinya.<br />Ketika dedaunan tidak mampu lagi menutupi tubuhnya, dia pun bersimbiosis dengan ganggang untuk berkamuflase dari para predatornya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antoniusreksa@yahoo.com</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-1188</link>
		<dc:creator>antoniusreksa@yahoo.com</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 01:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-1188</guid>
		<description>Berkontemplasi pada dualisme dunia,menertawai panggung paradoks semesta, sewaktu dualisme lenyap tak berbekas, Yin dan Yang bersatu tanpa batas, di dalam harmoni yang murni,tiada lagi dibatasi oleh diri, tidak lagi dirusak oleh logika, yang ada hanyalah ada, bersatu dalam Sunyata alam semesta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berkontemplasi pada dualisme dunia,menertawai panggung paradoks semesta, sewaktu dualisme lenyap tak berbekas, Yin dan Yang bersatu tanpa batas, di dalam harmoni yang murni,tiada lagi dibatasi oleh diri, tidak lagi dirusak oleh logika, yang ada hanyalah ada, bersatu dalam Sunyata alam semesta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Redy Satria</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/comment-page-1/#comment-1173</link>
		<dc:creator>Redy Satria</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 19:04:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/05/05/75/#comment-1173</guid>
		<description>zero sum game ya? Kadang-kadang saya jadi dibuat bingung dengan segala teori dualitas, membuat manusia seakan-akan terperangkap pada ambiguitas. Tapi ya sudahlah, memang terlalu banyak misteri yang tidak bisa diungkap dengan logika karena bagaimanapun nalar kita punya tepi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anyway, terimakasih untuk tulisannya yang begitu inspirasional. Terlepas dari hakikat baik-buruk atau diterima-tidak diterima, saya haturkan banyak terimakasih karena MAU membuka cakrawala pemahaman yang sering lepas dari pengamatan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Best regards.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>zero sum game ya? Kadang-kadang saya jadi dibuat bingung dengan segala teori dualitas, membuat manusia seakan-akan terperangkap pada ambiguitas. Tapi ya sudahlah, memang terlalu banyak misteri yang tidak bisa diungkap dengan logika karena bagaimanapun nalar kita punya tepi.</p>
<p>Anyway, terimakasih untuk tulisannya yang begitu inspirasional. Terlepas dari hakikat baik-buruk atau diterima-tidak diterima, saya haturkan banyak terimakasih karena MAU membuka cakrawala pemahaman yang sering lepas dari pengamatan.</p>
<p>Best regards.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
