<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 03:58:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: ayudarniasih</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-2292</link>
		<dc:creator>ayudarniasih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 15:52:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-2292</guid>
		<description>saya sangat senang tulisan2 anda,,. sangat menyentuh dan inspirasi..,
tetapi terkadang saya sangat kecewa, ketika melihat tulisan anda di jiplak mentah2 oleh orang2 lain. kebetulan ketika melihat tulisan teman saya di facebook, saya melihat artikel ini :biyukukung,saat alam menghamili padi di copy begitu saja bahkan sampai ke fotonya dan mengakui bahwa itu tulisannya,,. begitu banyak plagiator di negara ini,,. apa pendapat anda utk itu???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat senang tulisan2 anda,,. sangat menyentuh dan inspirasi..,<br />
tetapi terkadang saya sangat kecewa, ketika melihat tulisan anda di jiplak mentah2 oleh orang2 lain. kebetulan ketika melihat tulisan teman saya di facebook, saya melihat artikel ini :biyukukung,saat alam menghamili padi di copy begitu saja bahkan sampai ke fotonya dan mengakui bahwa itu tulisannya,,. begitu banyak plagiator di negara ini,,. apa pendapat anda utk itu???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-2289</link>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:36:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-2289</guid>
		<description>dewii dee lestari...posting yg bagus saya sendiri orang bali asli dan kebetulan salah satu marketing dibiyukukung sekarang.apreciate banget dee bisa mendeskripsikan petani terutama biyukukung hingga bisa membuka wawasan kita tentang kealpaan kita mensyukuri apa yg sudah dianugrahkan Tuhan kepada kita.sukses buat dewi dan ditunggu kedatangan dibiyukukung lagi hingga bisa melahirkan satu inspirasi yg bagus buat menulis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dewii dee lestari&#8230;posting yg bagus saya sendiri orang bali asli dan kebetulan salah satu marketing dibiyukukung sekarang.apreciate banget dee bisa mendeskripsikan petani terutama biyukukung hingga bisa membuka wawasan kita tentang kealpaan kita mensyukuri apa yg sudah dianugrahkan Tuhan kepada kita.sukses buat dewi dan ditunggu kedatangan dibiyukukung lagi hingga bisa melahirkan satu inspirasi yg bagus buat menulis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bicarasamaawan</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-2071</link>
		<dc:creator>bicarasamaawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 19:30:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-2071</guid>
		<description>wah! blackberry!!!&lt;br/&gt;:D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah! blackberry!!!<br /> <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Camar Letih</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-2044</link>
		<dc:creator>Camar Letih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 01:40:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-2044</guid>
		<description>Tulisan lo ngingetin gw sama cerita Bokap gw, beberapa tahun yang lalu. Beliau bercerita, bahwa pada zaman kakek buyut gw (yang kebetulan justru Bokap gw sempat mengenal beliau juga  karena rentang usia Bokap gw yang juga sudah lumayan sepuh, sekitar sembilan puluh tujuh tahun!) padi masih diolah dengan &quot;upacara&quot; yang cukup sakral. Diawali dengan ritual tertentu sebelum proses penanaman padi, dst. Tapi yang paling menarik buat gw adalah tentang apa yang terjadi di sekitar ritual yang dilakukan sebelum proses panen padi dilakukan. Beliau, kakek buyut gw itu, akan berdoa dan &quot;memohon&quot; kesediaan dari Dewi Sri, agar merelakan padinya dipanen. Bukan. Bukan ritualnya yang menarik, melainkan bahwa banyak tetangga beliau pada saat itu, yang sudah meninggalkan tradisi semacam itu, namun anehnya adalah bahwa hasil panen yang diperoleh oleh kakek buyut gw, selalu yang paling melimpah, dan hampir tanpa gangguan dari hama. Dari situ gw berfikir, barangkali kita memang mesti bersahabat dengan alam, menselaraskan diri dengannya, karena biar bagaimanapun, kita - mau gak mau - akan selalu hidup berdampingan dengan alam, di bawah naungan kekuasaan Yang Maha Kuasa. Buat gw, alam sama saja dengan tetangga, saudara terdekat yang dapat kita mintai pertolongan saat kita kesusahan, teman terdekat yang dapat kita bagi kesenangan saat kita mendapatkan kesenangan, dan lain sebagainya. Jika kita tidak dapat bersahabat dengan alam, sama saja dengan kita tidak mau akur dengan tetangga kita sendiri. Bayangkan sendiri akibatnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan lo ngingetin gw sama cerita Bokap gw, beberapa tahun yang lalu. Beliau bercerita, bahwa pada zaman kakek buyut gw (yang kebetulan justru Bokap gw sempat mengenal beliau juga  karena rentang usia Bokap gw yang juga sudah lumayan sepuh, sekitar sembilan puluh tujuh tahun!) padi masih diolah dengan &#8220;upacara&#8221; yang cukup sakral. Diawali dengan ritual tertentu sebelum proses penanaman padi, dst. Tapi yang paling menarik buat gw adalah tentang apa yang terjadi di sekitar ritual yang dilakukan sebelum proses panen padi dilakukan. Beliau, kakek buyut gw itu, akan berdoa dan &#8220;memohon&#8221; kesediaan dari Dewi Sri, agar merelakan padinya dipanen. Bukan. Bukan ritualnya yang menarik, melainkan bahwa banyak tetangga beliau pada saat itu, yang sudah meninggalkan tradisi semacam itu, namun anehnya adalah bahwa hasil panen yang diperoleh oleh kakek buyut gw, selalu yang paling melimpah, dan hampir tanpa gangguan dari hama. Dari situ gw berfikir, barangkali kita memang mesti bersahabat dengan alam, menselaraskan diri dengannya, karena biar bagaimanapun, kita &#8211; mau gak mau &#8211; akan selalu hidup berdampingan dengan alam, di bawah naungan kekuasaan Yang Maha Kuasa. Buat gw, alam sama saja dengan tetangga, saudara terdekat yang dapat kita mintai pertolongan saat kita kesusahan, teman terdekat yang dapat kita bagi kesenangan saat kita mendapatkan kesenangan, dan lain sebagainya. Jika kita tidak dapat bersahabat dengan alam, sama saja dengan kita tidak mau akur dengan tetangga kita sendiri. Bayangkan sendiri akibatnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lenny Chaniago</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-1357</link>
		<dc:creator>Lenny Chaniago</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 03:42:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-1357</guid>
		<description>Tulisannya mencerahkan dan cukup detil. 
I wish I can learn something more from your blog... 
Something that bring my life become alive...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisannya mencerahkan dan cukup detil.<br />
I wish I can learn something more from your blog&#8230;<br />
Something that bring my life become alive&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Raja Faizal Maradona</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-1884</link>
		<dc:creator>Raja Faizal Maradona</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:06:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-1884</guid>
		<description>salam kenal. ummm... mungkin comment saya terkesan tidak baik, tapi sebenarnya adalah sebaliknya. akan saya coba sebaik mungkin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sebelumnya, saya adalah mahasiswa tingkat akhir IPB. saya sangat tertarik dengan penulisan anda. terutama mengenai meditasi, spirit, atau konsep apapun mengenai kedekatan dengan alam dan tuhan secara langsung, tidak melalui sebuah simbol.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;saya sedikit tergerak melihat tulisan anda mengesai moderenisasi pertanian. saya sendiri malu sebagai mahasiswa pertanian memiliki kontribusi yang sangat kecil bagi pertanian indonesia. ada beberapa hal penting mengenai sulitnya moderenisasi petanian di indonesia:&lt;br/&gt;1. tanah petani yang berpetak petak kecil. traktor tentu sulit untuk selalu berpindah pindah dari tiap petak2 kecil itu (bisa dilihat dari gambar anda)&lt;br/&gt;2. memiliki kemirihan lahan yang cukup besar. setahu saya slope kemiringan tidak boleh lebih dari 10%.&lt;br/&gt;3. anggapan petani bahwa a) traktor akan lebih mahal daripada tenaga manusia. oke, akan murah jika menyewa, tapi sedikit sekali jasa penyewaan seperti itu di negeri kita ini. (pemerintah pernah memberikan traktor kepada kelompok tani di beberapa daerah. tapi, petani tidak diberi penyuluhan mengenai perawatan dan pemakiannya.    salut...) b) mengurangi lapangan pekerjaan. mungkin karena mereka menyangka tenaga kerja buruh tani (buruh tani terkadang-bahkan seringkali berbeda dengan petani)akan digantikan oleh mesin. untuk penjelasan ini akan cukup panjang.&lt;br/&gt;sebenarnya ada beberapa faktor lain yang menyebabkan sulitnya moderenisasi pertanian di indonesia. namun yang saya sebutkan diatas adalah isu yang sudah lama menjadi problem pertanian indonesia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;mengenai berbicara dengan tumbuhan, saya menemui beberapa mandor di kebun teh melakukan hal yang serupa. kebetulan saya melakukan praktek lapang di sebuah perusahaan perkebunan dimana komoditas utamanya adalah teh. mereka percaya bahwa tanaman yang dihargai akan memberikan timbal balik yang positif bagi perusahaan. aneh... hehehe... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;maaf jika terlalu panjang dan bersifat menggurui.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;regards, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;faizal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal. ummm&#8230; mungkin comment saya terkesan tidak baik, tapi sebenarnya adalah sebaliknya. akan saya coba sebaik mungkin.</p>
<p>sebelumnya, saya adalah mahasiswa tingkat akhir IPB. saya sangat tertarik dengan penulisan anda. terutama mengenai meditasi, spirit, atau konsep apapun mengenai kedekatan dengan alam dan tuhan secara langsung, tidak melalui sebuah simbol.</p>
<p>saya sedikit tergerak melihat tulisan anda mengesai moderenisasi pertanian. saya sendiri malu sebagai mahasiswa pertanian memiliki kontribusi yang sangat kecil bagi pertanian indonesia. ada beberapa hal penting mengenai sulitnya moderenisasi petanian di indonesia:<br />1. tanah petani yang berpetak petak kecil. traktor tentu sulit untuk selalu berpindah pindah dari tiap petak2 kecil itu (bisa dilihat dari gambar anda)<br />2. memiliki kemirihan lahan yang cukup besar. setahu saya slope kemiringan tidak boleh lebih dari 10%.<br />3. anggapan petani bahwa a) traktor akan lebih mahal daripada tenaga manusia. oke, akan murah jika menyewa, tapi sedikit sekali jasa penyewaan seperti itu di negeri kita ini. (pemerintah pernah memberikan traktor kepada kelompok tani di beberapa daerah. tapi, petani tidak diberi penyuluhan mengenai perawatan dan pemakiannya.    salut&#8230;) b) mengurangi lapangan pekerjaan. mungkin karena mereka menyangka tenaga kerja buruh tani (buruh tani terkadang-bahkan seringkali berbeda dengan petani)akan digantikan oleh mesin. untuk penjelasan ini akan cukup panjang.<br />sebenarnya ada beberapa faktor lain yang menyebabkan sulitnya moderenisasi pertanian di indonesia. namun yang saya sebutkan diatas adalah isu yang sudah lama menjadi problem pertanian indonesia.</p>
<p>mengenai berbicara dengan tumbuhan, saya menemui beberapa mandor di kebun teh melakukan hal yang serupa. kebetulan saya melakukan praktek lapang di sebuah perusahaan perkebunan dimana komoditas utamanya adalah teh. mereka percaya bahwa tanaman yang dihargai akan memberikan timbal balik yang positif bagi perusahaan. aneh&#8230; hehehe&#8230; </p>
<p>maaf jika terlalu panjang dan bersifat menggurui.</p>
<p>regards, </p>
<p>faizal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vikawisnu</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-1853</link>
		<dc:creator>vikawisnu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 06:48:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-1853</guid>
		<description>Kebetulan saya half balinese. bapak saya Bali asli dan saya nggak pernah tinggal di Bali... hihihi... tapi di keluarga kami tertanam keyakinan, bahwa segala sesuatu itu hidup, sekalipun tampaknya tidak bernafas. Semua benda bisa bertabiat, berlaku dan berperasaan sebagaimana manusia. Berada dalam keyakinan ini harusnya membuat pikiran jadi liar dan membuka peluang kita untuk lebih cerdas secara verbal. Kisah-kisah seperti Mahabharata, Ramayana membuktikan itu. Sebagaimana Anda juga bisa menceritakan kembali, memetik sari patinya sehingga menjadi kisah yang inspiratif dan menyejukkan. &lt;br/&gt;Demikianlah, DIA memilih salah satu saja dari kita untuk menjadi &#039;penterjemah&#039; tanda-tanda Kekuasaan-NYA bagi yang lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semoga Maha Suci Ia memberkati Anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan saya half balinese. bapak saya Bali asli dan saya nggak pernah tinggal di Bali&#8230; hihihi&#8230; tapi di keluarga kami tertanam keyakinan, bahwa segala sesuatu itu hidup, sekalipun tampaknya tidak bernafas. Semua benda bisa bertabiat, berlaku dan berperasaan sebagaimana manusia. Berada dalam keyakinan ini harusnya membuat pikiran jadi liar dan membuka peluang kita untuk lebih cerdas secara verbal. Kisah-kisah seperti Mahabharata, Ramayana membuktikan itu. Sebagaimana Anda juga bisa menceritakan kembali, memetik sari patinya sehingga menjadi kisah yang inspiratif dan menyejukkan. <br />Demikianlah, DIA memilih salah satu saja dari kita untuk menjadi &#8216;penterjemah&#8217; tanda-tanda Kekuasaan-NYA bagi yang lain.</p>
<p>Semoga Maha Suci Ia memberkati Anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adit</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-1353</link>
		<dc:creator>adit</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 02:34:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-1353</guid>
		<description>wow..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: faizz</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-1758</link>
		<dc:creator>faizz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:12:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-1758</guid>
		<description>thanks dee sudah mengingatkan kita semua&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;untung kalau saya makan nasinya selalu habis, tapi pernah juga beberapa kali dibuang gara-gara napsu makannya lenyap tiba-tiba, hehehehe....maap kan daku dewi sri....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks dee sudah mengingatkan kita semua</p>
<p>untung kalau saya makan nasinya selalu habis, tapi pernah juga beberapa kali dibuang gara-gara napsu makannya lenyap tiba-tiba, hehehehe&#8230;.maap kan daku dewi sri&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AriEs</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/comment-page-1/#comment-1261</link>
		<dc:creator>AriEs</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 07:49:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/06/04/81/#comment-1261</guid>
		<description>Di pinggir dan belakang rumah saya di Nagreg terhampar luas pesawahan yang hijau. Berhubung daerah Nagreg juga berundak (we all know lah, tanjakan dan turunan curam), pembajakan disini juga tidak dikerjakan oleh kerbau ataupun mesin (sulit untuk membawanya).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya menikmati &#039;siklus pertanian&#039;-nya. Mulai pembibitan, pembajakan (bukan piracy he he) sawah, penamanam benih, lalu para petani hampir tiap hari datang-pergi untuk menunggu padinya agar tidak dicuri burung-burung, hingga akhirnya padi menguning (mungkin setelah dihamili :))dan dipanen. Berulang seperti itu hampir 3-4 bulan sekali. Jika panen sudah selesai dan sawah ditinggalkan sementara, rasanya sepi karena nggak denger teriakan-teriakan petani ngusir burung. Itu terasa seperti mekanisme silaturahmi. Hal itu berbeda ketika saya tinggal di Yogyakarta. Di mana sawah dibajak dengan mesin yng membuat telinga warga sekitar sawah pekak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di pinggir dan belakang rumah saya di Nagreg terhampar luas pesawahan yang hijau. Berhubung daerah Nagreg juga berundak (we all know lah, tanjakan dan turunan curam), pembajakan disini juga tidak dikerjakan oleh kerbau ataupun mesin (sulit untuk membawanya).</p>
<p>Saya menikmati &#8216;siklus pertanian&#8217;-nya. Mulai pembibitan, pembajakan (bukan piracy he he) sawah, penamanam benih, lalu para petani hampir tiap hari datang-pergi untuk menunggu padinya agar tidak dicuri burung-burung, hingga akhirnya padi menguning (mungkin setelah dihamili <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )dan dipanen. Berulang seperti itu hampir 3-4 bulan sekali. Jika panen sudah selesai dan sawah ditinggalkan sementara, rasanya sepi karena nggak denger teriakan-teriakan petani ngusir burung. Itu terasa seperti mekanisme silaturahmi. Hal itu berbeda ketika saya tinggal di Yogyakarta. Di mana sawah dibajak dengan mesin yng membuat telinga warga sekitar sawah pekak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

