<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: </title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2009 02:21:35 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Kinan</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-5/#comment-2211</link>
		<dc:creator>Kinan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 05:11:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2211</guid>
		<description>dari catatan tentang perpisahan ini
aku malah jadi berpikir banyak mengenai perpisahan

perpisahan yang selalu mengiringi jalan hidup kita hingga akhir nantipun ada perpisahan
 
bisa kah kita menghindari perpisahan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari catatan tentang perpisahan ini<br />
aku malah jadi berpikir banyak mengenai perpisahan</p>
<p>perpisahan yang selalu mengiringi jalan hidup kita hingga akhir nantipun ada perpisahan</p>
<p>bisa kah kita menghindari perpisahan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kinan</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-5/#comment-2210</link>
		<dc:creator>Kinan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 03:41:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2210</guid>
		<description>aku tak tau apakah ini suatu bentuk pembelaan atau memang sudut pandang kita sebagai manusia yang menyikapi kekuatan yang lebih besar dari kemauan dan tujuan hidup kita.

kekuatan akan kehendak Tuhan yang tak dapat dihindari, dipungkiri atau pun bahkan dilawan

apakah ini suatu bentuk pembelaan atas semua yang terjadi?

entahlah, 
yang pasti
lebih banyak pertanyaan daripada jawaban di dunia ini

apa pun itu ini semua kembali pada pemikiran kita sebagai manusia
yang tercela, yang selalu memiliki dosa, baik dosa paling besar dan doa paling kecil
pun semua pemikiran kita sebagai manusia pasti lah tak sanggup mengalahkan pemikiran Tuhan

mungkin catatan tentang perpisahan ini adalah salah satu cara kita bagaimana berdealing dengan kekuatan besar ini (God will)

gut lak 4 our soul</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku tak tau apakah ini suatu bentuk pembelaan atau memang sudut pandang kita sebagai manusia yang menyikapi kekuatan yang lebih besar dari kemauan dan tujuan hidup kita.</p>
<p>kekuatan akan kehendak Tuhan yang tak dapat dihindari, dipungkiri atau pun bahkan dilawan</p>
<p>apakah ini suatu bentuk pembelaan atas semua yang terjadi?</p>
<p>entahlah,<br />
yang pasti<br />
lebih banyak pertanyaan daripada jawaban di dunia ini</p>
<p>apa pun itu ini semua kembali pada pemikiran kita sebagai manusia<br />
yang tercela, yang selalu memiliki dosa, baik dosa paling besar dan doa paling kecil<br />
pun semua pemikiran kita sebagai manusia pasti lah tak sanggup mengalahkan pemikiran Tuhan</p>
<p>mungkin catatan tentang perpisahan ini adalah salah satu cara kita bagaimana berdealing dengan kekuatan besar ini (God will)</p>
<p>gut lak 4 our soul</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: melli s wilson</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2198</link>
		<dc:creator>melli s wilson</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 10:31:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2198</guid>
		<description>apapun putusan anda mbak dee.... itu yang terbaik yang kalian rasakan... untukmu, untuk marcell, untuk reza, untuk kinan.... semuanya..biar lah kita (outline youre priv).. melihat... tanpa perlu mencibir, menghakimi, dan sok meberi nasihat (sebaiknya)... siapa sihh kita??? (pentingkah pendapat kita)... yang terbaik yang harus dijalanin... dan saya tau: cuma anda yang tau... juga malaikat juga tahu apa yang terbaik untuk kalian.. seperti rectovestomu yang mengagumkan..... siapa yang jadi juarannya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apapun putusan anda mbak dee&#8230;. itu yang terbaik yang kalian rasakan&#8230; untukmu, untuk marcell, untuk reza, untuk kinan&#8230;. semuanya..biar lah kita (outline youre priv).. melihat&#8230; tanpa perlu mencibir, menghakimi, dan sok meberi nasihat (sebaiknya)&#8230; siapa sihh kita??? (pentingkah pendapat kita)&#8230; yang terbaik yang harus dijalanin&#8230; dan saya tau: cuma anda yang tau&#8230; juga malaikat juga tahu apa yang terbaik untuk kalian.. seperti rectovestomu yang mengagumkan&#8230;.. siapa yang jadi juarannya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ria</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2167</link>
		<dc:creator>ria</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:12:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2167</guid>
		<description>saya adalah penggemar novel supernova anda, tapi jujur saja saya tidak mengerti tentang semua teori psikologis yang anda ceritakan dlm novel anda.sejujurnya sejak anda memutuskan untuk pindah agama saya kecewa berat dan memutuskan memberikan movel itu pada teman saya.
saya bukan penggemar tabliod gosip maka ketika anda menikah dengan marcell saya tau dari novel anda dan ketika anda bercerai saya tau dari majalah femina langganan saya.
reaksi saya cukup terkejut dan saya tegerak untuk berkomentar.
saya tidak menyalahkan anda,saya percaya anda sudah memikirkan semuanya.
hanya saya tidak setuju pada konsep hubungan kadaluarsa spt kata anda,dan maaf saja bagi saya yang awam ini teori anda terlalu rumit dan terlalu sok filosofis.
yang saya tau hanya lah ini
APA YANG TANAM ITU JUGA YANG ANDA TUAI
terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya adalah penggemar novel supernova anda, tapi jujur saja saya tidak mengerti tentang semua teori psikologis yang anda ceritakan dlm novel anda.sejujurnya sejak anda memutuskan untuk pindah agama saya kecewa berat dan memutuskan memberikan movel itu pada teman saya.<br />
saya bukan penggemar tabliod gosip maka ketika anda menikah dengan marcell saya tau dari novel anda dan ketika anda bercerai saya tau dari majalah femina langganan saya.<br />
reaksi saya cukup terkejut dan saya tegerak untuk berkomentar.<br />
saya tidak menyalahkan anda,saya percaya anda sudah memikirkan semuanya.<br />
hanya saya tidak setuju pada konsep hubungan kadaluarsa spt kata anda,dan maaf saja bagi saya yang awam ini teori anda terlalu rumit dan terlalu sok filosofis.<br />
yang saya tau hanya lah ini<br />
APA YANG TANAM ITU JUGA YANG ANDA TUAI<br />
terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deka inspiration</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2166</link>
		<dc:creator>deka inspiration</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 01:36:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2166</guid>
		<description>dear D,
saya dulu pernah tiga kali hampir berpisah karena suatu alasan yang membuat saya merasa tidak mampu bertahan. tapi karena pertimbangan anak, saat itu saya tidak jadi berpisah. seiring perjalanan waktu, alasan-alasan yang dulu membuat saya merasa tidak mampu bertahan jadi hilang. dan bahkan saya sering merasa jatuh cinta kesekian kalinya ke suami saya dan merasa bersyukur bahwa saat itu tidak jadi berpisah.

ternyata tetap bertahan dalam pernikahan tidak menjadikan kami manusia yang rapuh, justru menjadikan kami bahagia, saling mengisi dan melengkapi.  ternyata hal yang sama juga terjadi pada kakak saya yang pertama dan ketiga (saya anak kelima).

pernikahan adalah penyatuan dua individu yang berbeda latar belakang pendidikan dari orang tua, kebiasaan, rumah .. begitu banyak hal kecil yang kadang kala menjadi aral melintang yang seolah tidak terselesaikan. tapi saat kita coba bertahan menjalani bahtera rumah tanggu, sudut mata memandang mulai berubah. kita mulai menikmati kebersamaan dan kebagiaan, dan tak jarang jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama.

apapun yg D putuskan adalah hak D, tapi mungkin tulisan kecil saya bisa menjadi masukan bagi D bahwa saat kita merasa pernikahan tidak berjalan seperti yang kita harapkan, kadang kala dibutuhkan kesabaran yang lebih. dan kesabaran itu tidak selalu berbuah kerapuhan diri dan jiwa.

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear D,<br />
saya dulu pernah tiga kali hampir berpisah karena suatu alasan yang membuat saya merasa tidak mampu bertahan. tapi karena pertimbangan anak, saat itu saya tidak jadi berpisah. seiring perjalanan waktu, alasan-alasan yang dulu membuat saya merasa tidak mampu bertahan jadi hilang. dan bahkan saya sering merasa jatuh cinta kesekian kalinya ke suami saya dan merasa bersyukur bahwa saat itu tidak jadi berpisah.</p>
<p>ternyata tetap bertahan dalam pernikahan tidak menjadikan kami manusia yang rapuh, justru menjadikan kami bahagia, saling mengisi dan melengkapi.  ternyata hal yang sama juga terjadi pada kakak saya yang pertama dan ketiga (saya anak kelima).</p>
<p>pernikahan adalah penyatuan dua individu yang berbeda latar belakang pendidikan dari orang tua, kebiasaan, rumah .. begitu banyak hal kecil yang kadang kala menjadi aral melintang yang seolah tidak terselesaikan. tapi saat kita coba bertahan menjalani bahtera rumah tanggu, sudut mata memandang mulai berubah. kita mulai menikmati kebersamaan dan kebagiaan, dan tak jarang jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama.</p>
<p>apapun yg D putuskan adalah hak D, tapi mungkin tulisan kecil saya bisa menjadi masukan bagi D bahwa saat kita merasa pernikahan tidak berjalan seperti yang kita harapkan, kadang kala dibutuhkan kesabaran yang lebih. dan kesabaran itu tidak selalu berbuah kerapuhan diri dan jiwa.</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewi Lestari</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2160</link>
		<dc:creator>Dewi Lestari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2160</guid>
		<description>Untuk Reeevaaa:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Iya, Reeevaaa. Saya juga ikut berdoa. Semoga nyala api yang berkobar2 saat Anda menuliskan komentar Anda tsb, dapat menjadi bahan bakar penyemangat Anda kelak untuk mempertahankan apa pun yang Anda rasa benar. Mau itu iman, kebenaran, pernikahan, pacaran, dsb, dll, dst. Amin. God Bless.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Untuk Anonymous yang mempertanyakan soal approval blog. 97% komentar yang masuk ke blog saya, yang mana pun juga, saya approve. 3% yang tidak lolos, kasusnya berkisar di lima hal ini:&lt;br/&gt;1. Mereka yang beriklan, atau memuat komentar yang sama sekali tidak relevan dengan posting blog. &lt;br/&gt;2. Mereka yang mengirim komentar sama dua-tiga kali, sehingga kalau di-approve semua maka hasilnya akan berganda di tampilan blog. &lt;br/&gt;3. Meski langka, tapi pernah terjadi, yakni salah memencet tombol Reject, sementara posting lain yang di luar kategori di atas ikut ke-checked. Poin nomor tiga ini murni ketidaksengajaan. &lt;br/&gt;4. Mereka yang sial karena kebetulan saya sedang korslet dan akibatnya jadi malas memuat komentar. Fenomena ini juga langka. Tapi terjadi. &lt;br/&gt;5. Mereka yang protes keras sampai kategori marah membabi buta, bahkan sampai ada yang mengeluarkan kata-kata yang saya rasa tidak patut dicantumkan di blog ini... dan orangnya ANONYMOUS pula. Setidaknya kalau dia berani mengungkapkan identitas, artinya dia masih punya tanggung jawab dan harga diri. Dan saya mungkin saja mau meloloskan, meski komentarnya ekstrem sekalipun. Anehnya, semua yang kategorinya seperti itu TIDAK PERNAH ADA yang berani mengungkapkan identitas. I wonder why. Poin nomor empat ini adalah murni kesengajaan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jika Anda, atau teman Anda, pernah berkomentar tapi tak tercantumkan di sini, lihatlah kategori di atas. &lt;br/&gt;Kalau Anda masuk ke kategori 3 &amp; 4, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Kadang tangan dan otak ini kurang sinkron, terutama kalo lagi ngantuk dan melamun. Kadang batin ini yang kurang fit, bahasa Jermannya: &quot;Nggak Mood&quot;. Dan untuk itu, saya mohon maklum. Namanya juga manusia. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kalau komentar Anda masuk ke kategori 1, 2, dan 5... well, dalam bahasa Yunani dikenal istilah: WAYAHNA. Alias sudah sepantasnya.  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Komentar Anda buktinya tetap lolos2 saja. Justru saya merasa Anda telah mengangkat isu penting di sini. So, thank you. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;~ D ~</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Reeevaaa:</p>
<p>Iya, Reeevaaa. Saya juga ikut berdoa. Semoga nyala api yang berkobar2 saat Anda menuliskan komentar Anda tsb, dapat menjadi bahan bakar penyemangat Anda kelak untuk mempertahankan apa pun yang Anda rasa benar. Mau itu iman, kebenaran, pernikahan, pacaran, dsb, dll, dst. Amin. God Bless.</p>
<p>Untuk Anonymous yang mempertanyakan soal approval blog. 97% komentar yang masuk ke blog saya, yang mana pun juga, saya approve. 3% yang tidak lolos, kasusnya berkisar di lima hal ini:<br />1. Mereka yang beriklan, atau memuat komentar yang sama sekali tidak relevan dengan posting blog. <br />2. Mereka yang mengirim komentar sama dua-tiga kali, sehingga kalau di-approve semua maka hasilnya akan berganda di tampilan blog. <br />3. Meski langka, tapi pernah terjadi, yakni salah memencet tombol Reject, sementara posting lain yang di luar kategori di atas ikut ke-checked. Poin nomor tiga ini murni ketidaksengajaan. <br />4. Mereka yang sial karena kebetulan saya sedang korslet dan akibatnya jadi malas memuat komentar. Fenomena ini juga langka. Tapi terjadi. <br />5. Mereka yang protes keras sampai kategori marah membabi buta, bahkan sampai ada yang mengeluarkan kata-kata yang saya rasa tidak patut dicantumkan di blog ini&#8230; dan orangnya ANONYMOUS pula. Setidaknya kalau dia berani mengungkapkan identitas, artinya dia masih punya tanggung jawab dan harga diri. Dan saya mungkin saja mau meloloskan, meski komentarnya ekstrem sekalipun. Anehnya, semua yang kategorinya seperti itu TIDAK PERNAH ADA yang berani mengungkapkan identitas. I wonder why. Poin nomor empat ini adalah murni kesengajaan.</p>
<p>Jika Anda, atau teman Anda, pernah berkomentar tapi tak tercantumkan di sini, lihatlah kategori di atas. <br />Kalau Anda masuk ke kategori 3 &amp; 4, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Kadang tangan dan otak ini kurang sinkron, terutama kalo lagi ngantuk dan melamun. Kadang batin ini yang kurang fit, bahasa Jermannya: &quot;Nggak Mood&quot;. Dan untuk itu, saya mohon maklum. Namanya juga manusia. </p>
<p>Kalau komentar Anda masuk ke kategori 1, 2, dan 5&#8230; well, dalam bahasa Yunani dikenal istilah: WAYAHNA. Alias sudah sepantasnya.  </p>
<p>Komentar Anda buktinya tetap lolos2 saja. Justru saya merasa Anda telah mengangkat isu penting di sini. So, thank you. </p>
<p>~ D ~</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ReeeVaaa</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2156</link>
		<dc:creator>ReeeVaaa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:44:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2156</guid>
		<description>saya tidak peduli dengan apapun keputusan Anda.. itu memang sepenuhnya hak Anda untuk memutuskan sesuatu dalam hidup.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;tapi yang ingin saya bagikan adalah, keanekaragaman itu ada pada keBAIKan, bukan pada keBENARan.&lt;br/&gt;kerelativan juga ada pada keBAIKan, dan sekali lagi bukan pada keBENARan.&lt;br/&gt;sekalipun ada 7miliar manusia, beras tetaplah beras!&lt;br/&gt;tidak mungkin saya mennyebut bulir putih hasil dari tanaman padi itu sebagai beras, tapi Anda menyebutnya JAGUNG!&lt;br/&gt;itu adalah keBENARan!&lt;br/&gt;suatu hal yang mutlak! bukan relatif!&lt;br/&gt;keBAIKan, itulah yang terpatri pada sudut pandang masing2 orang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tuhan adalah pencipta segalanya!&lt;br/&gt;tapi kegelapan ada, karena keTIADAAan dari cahaya. dan dingin ada karena keTIADAan panas.&lt;br/&gt;kejahatan ada, karena keTIADAan Tuhan.&lt;br/&gt;demikianlah yang -menurut saya- terjadi pada Anda.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1 yang saya sayangkan adalah kedangkalan penerimaan atas tulisan Anda yang luar biasa ini.&lt;br/&gt;apa dasar Anda menyatakan adanya masa kadaluarsa dalam suatu hubungan?&lt;br/&gt;kapan Anda akan memiliki pendamping hidup sejati kalau semua memiliki masa kadaluarsa?&lt;br/&gt;yakinkah Anda kalau sahabat2 Anda saat ini tidak sedang menimbang-nimbang kapan persahabatan mereka dengan Anda harus berhenti, atau kalau tidak mereka akan keracunan karena masa kadaluwarsa tersebut?&lt;br/&gt;Tuhan tidak pernah merencanakan suatu hal yang sedemikian dangkalnya dalam kehidupan kita.&lt;br/&gt;kita yang mendangkalkan semuanya, karena kita tidak mampu menjalaninya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;demikian pendapat yang ada dalam benak saya.&lt;br/&gt;yang memang berasal dari saya pribadi tanpa ada tedensi apapun dan tidak bermaksud memaksa Anda membuat suatu akhir yang dramatis.&lt;br/&gt;Tapi yakinlah, orangtua yang utuh bersatu dalam kasih dan ikatan pernikahan atas nama Tuhan akan menjadi busur yang lebih kokoh untuk anak panah dapat melesat mantap.&lt;br/&gt;saya belum menikah, tapi saat saya menikah, saya akan berdoa dan berusaha agar tdak perlu ada masa kadaluarsa dalam kehidupan saya!&lt;br/&gt;pengawet saya adalah cinta, kasih, keluarga, dan Tuhan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;selamat menikmati kehidupan yang telah Anda pilih. jangan pernah menyerah untuk segalanya.&lt;br/&gt;karena manusia itu kosong tanpa pengharapan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;- terima kasih -&lt;br/&gt;          God Bless!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tidak peduli dengan apapun keputusan Anda.. itu memang sepenuhnya hak Anda untuk memutuskan sesuatu dalam hidup.</p>
<p>tapi yang ingin saya bagikan adalah, keanekaragaman itu ada pada keBAIKan, bukan pada keBENARan.<br />kerelativan juga ada pada keBAIKan, dan sekali lagi bukan pada keBENARan.<br />sekalipun ada 7miliar manusia, beras tetaplah beras!<br />tidak mungkin saya mennyebut bulir putih hasil dari tanaman padi itu sebagai beras, tapi Anda menyebutnya JAGUNG!<br />itu adalah keBENARan!<br />suatu hal yang mutlak! bukan relatif!<br />keBAIKan, itulah yang terpatri pada sudut pandang masing2 orang.</p>
<p>Tuhan adalah pencipta segalanya!<br />tapi kegelapan ada, karena keTIADAAan dari cahaya. dan dingin ada karena keTIADAan panas.<br />kejahatan ada, karena keTIADAan Tuhan.<br />demikianlah yang -menurut saya- terjadi pada Anda.</p>
<p>1 yang saya sayangkan adalah kedangkalan penerimaan atas tulisan Anda yang luar biasa ini.<br />apa dasar Anda menyatakan adanya masa kadaluarsa dalam suatu hubungan?<br />kapan Anda akan memiliki pendamping hidup sejati kalau semua memiliki masa kadaluarsa?<br />yakinkah Anda kalau sahabat2 Anda saat ini tidak sedang menimbang-nimbang kapan persahabatan mereka dengan Anda harus berhenti, atau kalau tidak mereka akan keracunan karena masa kadaluwarsa tersebut?<br />Tuhan tidak pernah merencanakan suatu hal yang sedemikian dangkalnya dalam kehidupan kita.<br />kita yang mendangkalkan semuanya, karena kita tidak mampu menjalaninya.</p>
<p>demikian pendapat yang ada dalam benak saya.<br />yang memang berasal dari saya pribadi tanpa ada tedensi apapun dan tidak bermaksud memaksa Anda membuat suatu akhir yang dramatis.<br />Tapi yakinlah, orangtua yang utuh bersatu dalam kasih dan ikatan pernikahan atas nama Tuhan akan menjadi busur yang lebih kokoh untuk anak panah dapat melesat mantap.<br />saya belum menikah, tapi saat saya menikah, saya akan berdoa dan berusaha agar tdak perlu ada masa kadaluarsa dalam kehidupan saya!<br />pengawet saya adalah cinta, kasih, keluarga, dan Tuhan.</p>
<p>selamat menikmati kehidupan yang telah Anda pilih. jangan pernah menyerah untuk segalanya.<br />karena manusia itu kosong tanpa pengharapan.</p>
<p>- terima kasih -<br />          God Bless!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2155</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2155</guid>
		<description>&lt;b&gt;Your comment has been saved and will be visible &lt;i&gt;after blog owner approval&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang tidak mendapat &quot;approval&quot;? Mungkin yang di &quot;iya&quot; kan penulis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>Your comment has been saved and will be visible <i>after blog owner approval</i>.</b></p>
<p>Yang tidak mendapat &#8220;approval&#8221;? Mungkin yang di &#8220;iya&#8221; kan penulis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2154</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2154</guid>
		<description>Mungkin akan lebih bijaksana, jika kita tidak berkomentar tentang tulisan tersebut. Komentar kita, pro atau kontra, hanya menjadi angin lalu, keputusan sudah diambil. Biarlah tulisan menjadi sekedar tulisan, dan kita urus saja urusan kita masing-masing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin akan lebih bijaksana, jika kita tidak berkomentar tentang tulisan tersebut. Komentar kita, pro atau kontra, hanya menjadi angin lalu, keputusan sudah diambil. Biarlah tulisan menjadi sekedar tulisan, dan kita urus saja urusan kita masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jenny Jusuf</title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/comment-page-4/#comment-2152</link>
		<dc:creator>Jenny Jusuf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/2008/07/16/151/#comment-2152</guid>
		<description>Tanpa bermaksud ikutan nyampah di blog ini, saya hanya mau bilang: saya ketawa sampai kram membaca komen terakhir Mbak Diana (BTW, mudah-mudahan Anda memang sungguh-sungguh eksis, karena akhir-akhir ini semakin banyak &#039;karakter rekaan&#039; di dunia maya ^_^). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sungguh, komentar Anda adalah salah satu yang terlucu yang pernah saya baca di blog ini. Dan sejujurnya saya kagum pada &#039;niat&#039; Anda menuliskan argumentasi sepanjang itu di blog orang lain, ketulusan Anda untuk berdoa untuk anak yang tidak Anda kenal, usaha Anda untuk &#039;menelisik&#039; trauma masa lalu orang yang tidak pernah Anda jumpai, dan sebagainya. Sungguh mulia.. :-)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebentar...&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tadi saya bilang, &#039;tidak bermaksud ikutan nyampah&#039;?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ah... sepertinya saya sudah terlanjur nyampah juga di sini.. maaf, Mba Dee :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa bermaksud ikutan nyampah di blog ini, saya hanya mau bilang: saya ketawa sampai kram membaca komen terakhir Mbak Diana (BTW, mudah-mudahan Anda memang sungguh-sungguh eksis, karena akhir-akhir ini semakin banyak &#8216;karakter rekaan&#8217; di dunia maya ^_^). </p>
<p>Sungguh, komentar Anda adalah salah satu yang terlucu yang pernah saya baca di blog ini. Dan sejujurnya saya kagum pada &#8216;niat&#8217; Anda menuliskan argumentasi sepanjang itu di blog orang lain, ketulusan Anda untuk berdoa untuk anak yang tidak Anda kenal, usaha Anda untuk &#8216;menelisik&#8217; trauma masa lalu orang yang tidak pernah Anda jumpai, dan sebagainya. Sungguh mulia.. <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebentar&#8230;</p>
<p>Tadi saya bilang, &#8216;tidak bermaksud ikutan nyampah&#8217;?</p>
<p>Ah&#8230; sepertinya saya sudah terlanjur nyampah juga di sini.. maaf, Mba Dee <img src='http://www.dewilestari.com/b/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
