<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dee idea &#187; Puisi</title>
	<atom:link href="http://www.dewilestari.com/b/category/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dewilestari.com/b</link>
	<description>an embryo of what may be a soliloquy, a nonfiction, or something in between</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Nov 2008 16:31:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/09/10/57/</link>
		<comments>http://www.dewilestari.com/b/2007/09/10/57/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 17:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dee_addict</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali Cinta

Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama.
Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-weight:bold;">Barangkali Cinta</span></strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.annerpino.com/2003/heart_l.jpg" alt="" /></p>
<p>Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama.</p>
<p>Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara yang satu.</p>
<p>Barangkali cinta… jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu dan engkau memahamiku seketika. Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda, namun berbagi bahasa yang serupa.</p>
<p>Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah.</p>
<p>Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana.</p>
<p>Barangkali cinta… karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu, kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini.</p>
<p>Pastilah cinta… yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu, dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri.</p>
<p>*<span style="font-style:italic;"> Inspired by one Dyad session in one spasmic morning in Ubud. Coincidentally, the source of the picture above is: spasmicallyperfect.wordpress.com</span></p>
<p><em>*<strong>update: gambar yang sebelumnya terpasang di-embed (bukan di-upload) oleh Dewi dari http://www.annerpino.com/ ternyata source nya berubah. Sekarang sudah terupdate. Mohon maaf atas ketidaknyamanan. (webmaster)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dewilestari.com/b/2007/09/10/57/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2007/05/28/51/</link>
		<comments>http://www.dewilestari.com/b/2007/05/28/51/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 11:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dee_addict</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Semua Saat
Wajah telaga tidak pernah berdusta, Ia bergetar saat udara halus menyapu mukanyaIa beriak saat angin lincah mengajaknya menariIa tak menghindar dari undangan alam tempatnya menghampar, Menghadap awan yang menunggu sabar Dini hari datang untuk keduanya bersentuhan 
Wajah telaga tidak pernah menyangkal,Ia membeku saat langit memecah menjadi miliaran kristal putihIa mencair saat matahari kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Cinta Semua Saat</span></p>
<p>Wajah telaga tidak pernah berdusta, <br />Ia bergetar saat udara halus menyapu mukanya<br />Ia beriak saat angin lincah mengajaknya menari<br />Ia tak menghindar dari undangan alam tempatnya menghampar, <br />Menghadap awan yang menunggu sabar <br />Dini hari datang untuk keduanya bersentuhan </p>
<p>Wajah telaga tidak pernah menyangkal,<br />Ia membeku saat langit memecah menjadi miliaran kristal putih<br />Ia mencair saat matahari kembali di angkasa tanpa serpih <br />Ia tak bersembunyi dari perubahan dan gejolak hati,<br />Menanti awan yang berubah tak pasti<br />Hingga pagi datang dan keduanya berpulang pada kejujuran</p>
<p>Izinkan wajahku menjadi wajah telaga<br />Merona saat disulut cinta, menangis saat batin kehilangan kata<br />Memerah saat dihinggapi amarah, menggurat saat digores waktu<br />Izinkan wajahku bersuara apa adanya<br />Bagai telaga yang tak menolak lumut juga lumpur<br />Namun tetap indah dalam teguh dan ikhlasnya<br />Kepada udara, kepada surya, kepada alam raya<br />Menanti engkau yang melayang mencari arti hingga dini hari datang<br />Lalu kau luruh menjadi embun yang mengecupi halus wajahku<br />Saat engkau mencair menjadi aku dan aku hidup oleh sentuhanmu<br />Bersua tanpa balutan apa-apa</p>
<p>Saat semua cuma cinta <br />Cinta semua saat <br />Dan bukan lagi saat demi saat</p>
<p>* 23 Mei 2007. Dibacakan sehari sesudahnya, saat pembukaan pameran foto Erhalogy.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dewilestari.com/b/2007/05/28/51/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/11/21/43/</link>
		<comments>http://www.dewilestari.com/b/2006/11/21/43/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2006 18:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dee_addict</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Percakapan di Sebuah Jembatan
Berdua kami melintasi jembatan sejarah Tahun-tahun yang berhiaskan putih harapan dan merah darahDan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah luka menjadi pualam, Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?Sahabatku berkata: Waktu. Hanya waktu yang mampu.
Kulihat di kiri-kananku; pohon memudar, gedung kaca meruncingTahun-tahun yang berlumur peluh dan banjir rencanaDan aku bertanya: apakah lelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Percakapan di Sebuah Jembatan</span></p>
<p>Berdua kami melintasi jembatan sejarah <br />Tahun-tahun yang berhiaskan putih harapan dan merah darah<br />Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah luka menjadi pualam, <br />Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?<br />Sahabatku berkata: Waktu. <br />Hanya waktu yang mampu.</p>
<p>Kulihat di kiri-kananku; pohon memudar, gedung kaca meruncing<br />Tahun-tahun yang berlumur peluh dan banjir rencana<br />Dan aku bertanya: apakah lelah kami cukup terbayar oleh petuah dan janji?<br />Apakah kemajuan sama dengan kebajikan?<br />Sahabatku berkata: Hati.<br />Hanya hati yang tahu.</p>
<p>Terkadang jembatan ini gamang dan berguncang<br />Tahun-tahun yang terasa garang dan panas mengerontang<br />Dan aku bertanya: mungkinkah kami tersesat dan hilang arah?<br />Bisakah pijakan ini goyah dan lantas punah?<br />Sahabatku berkata: Doa.<br />Hanya doa yang kuasa.</p>
<p>Jembatan ini panjang kami lalui sudah<br />Tiada ujung yang kutangkap, tiada awal yang kukenal<br />Dan aku bertanya: akankah kami bertahan,<br />Sebagai nusantara, sebagai bangsa, sebagai manusia?<br />Sahabatku berkata: Pahami lautan tempat jembatan ini terbentang.<br />Kenali kekuatan waktu<br />Dalami pengetahuan hati<br />Selami kekalnya doa</p>
<p>Kabut menyapu jembatan dan sahabatku menghilang<br />Meninggalkan gugusan pulau tak berjudul dan samudera tak bernama<br />Namun di sini aku menguntai waktu, memerah hati, dan meratapkan doa<br />Demi jembatan ini sebagian kami mati, sebagian kami bertahan hidup<br />Dan aku bertanya: inikah kedaulatan yang sesungguhnya?<br />Saat manusia bersatu dengan apa yang mengelilinginya<br />Samudera waktu, hati, dan doa<br />Ia pun merdeka<br />Sebuah bangsa pun merdeka<br />Nusantara pun layak ada </p>
<p>* Dibacakan pada saat perayaan Hari Pahlawan, 11 November 2006, di Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dewilestari.com/b/2006/11/21/43/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.dewilestari.com/b/2006/10/10/40/</link>
		<comments>http://www.dewilestari.com/b/2006/10/10/40/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2006 05:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dee_addict</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dewilestari.com/b/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Ingatan tentang Kalian
Dalam ranah yang mereka sebut keabadianAku bersemayam bersama ingatan tentang kalianKudekap dan kuucap namamu satu demi satuSebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktuWalau tiada aksara di sanaWalau tiada wujud yang serupaTanpa pernah tertukar aku menemukanmu semuaSebagaimana engkau semua menemukankuEmpat, lima, dan enamBerapapun banyaknya kita tersempalPerlahan lebur menjadi tunggalDua, satu, dan kosongBersama kita lenyap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingatan tentang Kalian</p>
<p>Dalam ranah yang mereka sebut keabadian<br />Aku bersemayam bersama ingatan tentang kalian<br />Kudekap dan kuucap namamu satu demi satu<br />Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu<br />Walau tiada aksara di sana<br />Walau tiada wujud yang serupa<br />Tanpa pernah tertukar aku menemukanmu semua<br />Sebagaimana engkau semua menemukanku<br />Empat, lima, dan enam<br />Berapapun banyaknya kita tersempal<br />Perlahan lebur menjadi tunggal<br />Dua, satu, dan kosong<br />Bersama kita lenyap menjadi tiada</p>
<p>Dalam ranah yang mereka sebut kehidupan,<br />Aku dan kalian menangis dan meregang di antara ruang<br />Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama dan rupa<br />Masihkah kau mengenali aku?<br />Masihkah aku mengenalimu?<br />Jiwa kita tertawa dan berkata:<br />Berjuta kelahiran dan kematian telah kita dayakan, <br />Berjuta kata dan sabda telah kita ucapkan,<br />Berjuta wadah dan kaidah telah kita mainkan, <br />Hanya untuk tahu tiada kasih selain cinta<br />Dan tiada jalinan selain persahabatan<br />Meski tak terkira banyaknya nama dicipta<br />Meski tak terhingga rasa menjadi pembeda<br />Aku akan menemukanmu semua, sebagaimana engkau semua menemukanku<br />Sahabat, jika kita berpecah raga<br />Satu, jika kita memadu raga<br />Tiada, jika hanya jiwa</p>
<p>Inilah kenangan yang kucuri simpan<br />Saat kubersemayam dalam ranah yang mereka sebut keabadian</p>
<p>Inilah kenangan yang kusisipkan di sela-sela mentari dan bulan<br />Yang kelak mereka bisikkan saat kucari kalian  <br />Dalam belantara yang dinamai kehidupan</p>
<p>Ingatan pertama dan terakhir<br />Yang mengikuti saat aku terlahir<br />Yang bersembunyi hingga kalian semua hadir<br />Yang menemani saat udara usai mengalir</p>
<p>Cinta dan sahabat<br />Sahabat dan cinta<br />Itulah jiwa yang terpecah dengan sederhana</p>
<p>Sisanya fana</p>
<p>(Dibacakan pada acara Dove &#8220;Real Beauty Real Friends&#8221;, 4 Okt 2006)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dewilestari.com/b/2006/10/10/40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
